Salin Artikel

Bermula dari Modal Kecil, Republik Lele Berhasil Jalankan Bisnis yang Bisa Gerakkan Ekonomi Lokal

Sejak berdiri pada 1985 hingga saat ini, Republik Lele telah memiliki kurang lebih 1.400 petak kolam yang berada di lahan budi daya dengan luas mencapai sekitar 3 hektare.

Pemilik Republik Lele, Yusron mengatakan usaha budi daya ikan lele yang digeluti selama dua generasi ini dimulai dari modal kecil. Namun demikian, dari modal kecil tersebut keluarganya konsisten untuk memutarnya hingga saat ini.

Selain itu, Republik Lele berkolaborasi dengan pemasok untuk pengadaan benih. Sejauh ini sudah ada sekitar 100 rekanan pembenih untuk suplai benih ke Republik Lele yaitu sebanyak 140.000 per hari.

"Selain itu, budi daya lele di sini tidak memakai pakan limbah ataupun pakan alami, kita menggunakan pakan buatan yang telah terdaftar di KKP,” ujar Yusron, sebagaimana dikutip dari Antara, Senin (27/12/2021).

Keberadaan Republik Lele sejauh ini telah membantu mendorong perputaran ekonomi di Kabupaten Kediri. Hal ini pun turut membuka lapangan kerja untuk masyarakat setempat.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu mengatakan Republik Lele ini menjadi contoh bahwa pelaku usaha harus bisa melakukan networking (jejaring).

"Jadi ini bisa menjadi best practice. Ini juga menjadi model bisnis budi daya ikan lele yang berkelanjutan," kata Tb Haeru Rahayu.

Selain itu, budi daya lele yang dilakukan Republik Lele bisa menjadi edukasi wisata karena masyarakat dapat datang berkunjung untuk belajar tentang budi daya ikan lele secara berkelanjutan.

Ke depan, KKP berencana untuk menjalankan program kampung budi daya lele di Kediri sehingga dapat dijadikan contoh untuk kabupaten/kota yang lain di Indonesia.

Kampung perikanan budi daya merupakan suatu kawasan yang berbasis komoditas unggulan dan/atau lokal dengan menyinergikan berbagai potensi untuk mendorong berkembangnya usaha pembudidayaan ikan yang berdaya saing dan berkelanjutan, menjaga kelestarian sumber daya ikan, serta digerakkan oleh masyarakat, sehingga akan mampu menjamin produksi yang berkelanjutan dan terjadwal.

Sementara itu, Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa memaparkan bahwa Kabupaten Kediri menjadi penghasil ikan lele terbanyak di Jawa Timur baik dari sisi budi daya maupun pembenihan.

Menurut Dewi, Republik Lele berperan banyak terhadap perkembangan budi daya lele yang ada di Kabupaten Kediri karena ikut dalam pembinaan kepada pembudi daya lele.

"Kabupaten Kediri juga sudah ada Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI) yang ketuanya juga adalah owner Republik Lele. Dengan asosiasi ini, perkembangan budi daya lele dapat terus berkembang secara berkelanjutan dan mampu mengatur suplai demand secara seimbang," kata Dewi.

https://money.kompas.com/read/2021/12/27/153928826/bermula-dari-modal-kecil-republik-lele-berhasil-jalankan-bisnis-yang-bisa

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.