Salin Artikel

Kartu Prakerja Bakal Cari 2,9 Juta Peserta Tahun Depan, Anggarannya Rp 11 triliun

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian, Mohammad Rudy Salahuddin mengungkapkan, anggaran yang disediakan untuk program Kartu Prakerja mencapai Rp 11 triliun.

"Program ni akan diteruskan di 2022 dengan anggaran Rp 11 triliun untuk 2,9 juta orang, kecuali ada penambahan lagi yang dilakukan pemerintah melihat sikon berkembang," kata Rudy dalam konferensi pers, Kamis (30/12/2021).

Rudy menuturkan, besaran insentif tetap sama, yakni Rp 2,4 juta atau Rp 600.000 yang diberi selama 4 bulan.

Platform pelatihannya pun sama, yakni 7 platform yaitu Bukalapak, Kemnaker, Mau Belajar Apa, Pijar Mahir, Pintaria, Karier.mu Sekolah.mu, dan Tokopedia. Lalu, ada 3 portal job dan 8 institusi pendidikan.

"Selain itu ada juga lembaga pendidikan tinggi yang memantau program ini. Ada 181 lembaga pelatihan yang tergabung dengan 684 pelatihan aktif di ekosistem," beber Rudy.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto sempat berujar, pemerintah berencana mengadakan pelatihan luring (luar jaringan) di semester II 2022, seiring mulai pulihnya ekonomi dan Covid-19 berubah menjadi endemi.

Mantan Menteri Perindustrian ini menjelaskan, program Kartu Prakerja di tahun depan bukan hanya ditujukan sebagai program semi bansos. Seperti perencanaan awal, program tersebut akan terus ada untuk menambah skill (upskilling) para pencari kerja.


Adapun saat ini, masyarakat penerima Kartu Prakerja telah mencapai 11,4 juta peserta di 514 kabupaten/kota. Airlangga berujar, Kartu Prakerja mampu mendorong inklusi keuangan karena banyak peserta yang baru memiliki rekening bank atau akun dompet digital (e-wallet) setelah mengikuti program.

Hal itu juga membuat lembaga internasional seperti Bank Dunia (World Bank) menyebut, Kartu Prakerja adalah program pemerintah yang memberikan akses modal kepada warga, meningkatkan daya beli, dan memberikan pelatihan sesuai situasi.

"Kartu prakerja juga membuat market baru, yaitu market edutech pendidikan melalui sarana digital. Ini melibatkan 1.700 program kursus digital dengan platform. Jadi akselerasi yang mendapat apresiasi masyarakat dan global," pungkas Airlangga.

https://money.kompas.com/read/2021/12/31/072246526/kartu-prakerja-bakal-cari-29-juta-peserta-tahun-depan-anggarannya-rp-11

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.