Salin Artikel

IHSG Ditutup Menguat 0,16 Persen, Rupiah Justru Melemah

IHSG ditutup naik 10,34 poin (0,16 persen) pada 6.611,16. Asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 73 miliar pada perdagangan hari ini.

Melansir RTI, terdapat 215 saham yang hijau, 317 saham merah, dan 141 saham lainnya stagnan. Jumlah transaksi seharian ini mencapai Rp 11,2 triliun dengan volume 21,4 miliar saham.

Net buy asing tertinggi dicatatkan oleh Bank Negara Indonesia (BBNI) sebesar Rp 152,6 miliar. BBNI selama sesi II perdagangan menguat 1,05 persen di level Rp 7.200 per saham. BBNI mecatatkan total transaksi Rp 351,4 miliar dengan volume 48,8 juta saham.

Kemudian, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) juga mencatatkan aksi beli bersih asing tertinggi sebesar Rp 1,2 miliar. Saham BBRI naik 1,2 persen di level Rp 4.140 per saham. Adapun volume perdagangan BBRI mencapai 80,7 juta saham dengan total transaksi Rp 332,2 miliar.

Adaro Energy (ADRO) juga mencatatkan net buy asing tertinggi setelah BBNI dan BBRI, senilai Rp 23,2 miliar. ADARO naik melesat 4,5 persen di level Rp 2.310 per saham. Adapun volume perdagangan ADARO sebesar 142,3 juta saham dengan total transaksi Rp 321,7 miliar.

Saham yang menopang indeks antara lain, saham Berkah Beton Sadaya (BEBS) yang meroket 17,74 persen di level Rp 5.475 per saham. Kemudian, Adi Sarana Armada (ASSA) melesat 5,3 persen di level Rp 2.970 per saham. Selanjutanya Harum Energy (HRUM) juga menguat 2,3 persen di level Rp 10.925 per saham.

Saham yang menahan indeks hari ini dipimpin oleh Bukalapak (BUKA) yang anjlok 6,9 persen di level Rp 322 per saham. Kemudian, Bank Amar Indonesia (AMAR) juga terjun 6,8 persen di level Rp 545 per saham. Selanjutnya, saham Aneka Tambang (ANTM) juga terperosok 2,2 persen di level Rp 1.765 per saham.

Bursa Asia merah dengan penurunan Strait Times 0,5 persen, Hang Seng Hong Kong 1,9 persen, Shanghai Komposit 1,78 persen, dan Nikkei ambles 3,11 persen.

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot sore ini melemah. Berdasarkan data Bloomberg, mata uang garuda berada di level Rp 14.389 per dollar AS atau turun 36 poin (0,25 persen).

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada pada level Rp 14.385 per dollar AS pada Kamis (27/1/2022), atau melemah dibandingkan sebelumnya Rp 14.346 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

https://money.kompas.com/read/2022/01/27/154615426/ihsg-ditutup-menguat-016-persen-rupiah-justru-melemah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lengkap, Ini Update Tarif Listrik per 1 Juli 2022 Usai Kenaikan

Lengkap, Ini Update Tarif Listrik per 1 Juli 2022 Usai Kenaikan

Whats New
Simak 2 Langkah Mudah Sisihkan Dana untuk Kurban Idul Adha

Simak 2 Langkah Mudah Sisihkan Dana untuk Kurban Idul Adha

Spend Smart
Kemenhub Evaluasi Regulasi Harga Tiket Pesawat, Maskapai Bisa Naikkan Tarif Batas Atas

Kemenhub Evaluasi Regulasi Harga Tiket Pesawat, Maskapai Bisa Naikkan Tarif Batas Atas

Whats New
Mitigasi Perubahan Iklim Mahal, Kemenkeu: Dana Pemerintah untuk Transisi Energi Tidak Cukup...

Mitigasi Perubahan Iklim Mahal, Kemenkeu: Dana Pemerintah untuk Transisi Energi Tidak Cukup...

Whats New
YLKI Khawatir Konsumen Buru Rokok Murah, Jika Batasan Produksi Tak Diubah

YLKI Khawatir Konsumen Buru Rokok Murah, Jika Batasan Produksi Tak Diubah

Whats New
[POPULER MONEY] Beli Elpiji 3Kg Juga Pakai MyPertamina? | 10 Tempat Kerja Terbaik di Indonesia

[POPULER MONEY] Beli Elpiji 3Kg Juga Pakai MyPertamina? | 10 Tempat Kerja Terbaik di Indonesia

Whats New
Pemerintah Dinilai Perlu Cepat Turun Tangan Atasi Kenaikan Harga Avtur

Pemerintah Dinilai Perlu Cepat Turun Tangan Atasi Kenaikan Harga Avtur

Whats New
Ditjen Pajak: Peserta PPS Meningkat Sangat Signifikan dalam 24 Jam

Ditjen Pajak: Peserta PPS Meningkat Sangat Signifikan dalam 24 Jam

Whats New
Emiten Pengelola Lucy in The Sky Ekspansi Gerai di Baru di Cikini

Emiten Pengelola Lucy in The Sky Ekspansi Gerai di Baru di Cikini

Whats New
Begini Langkah INACA untuk Bantu Pemulihan Industri Penerbangan

Begini Langkah INACA untuk Bantu Pemulihan Industri Penerbangan

Whats New
Daftar MyPertamina, Boleh Lebih 1 Kendaraan dalam 1 Akun

Daftar MyPertamina, Boleh Lebih 1 Kendaraan dalam 1 Akun

Whats New
Pertamina: 60 Persen Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi

Pertamina: 60 Persen Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi

Whats New
INACA Ungkap Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan Saat Ini, Apa Saja?

INACA Ungkap Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan Saat Ini, Apa Saja?

Whats New
Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

Work Smart
Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan 'Hijau', Ini Alasannya

Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan "Hijau", Ini Alasannya

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.