Salin Artikel

Apa Perbedaan Reksadana Syariah dan Konvensional?

KOMPAS.com - Reksadana syariah adalah salah satu jenis reksadana di Indonesia. Terdapat beberapa perbedaan reksadana syariah dan konvensional yang perlu diketahui sebelum mulai berinvestasi.

Segala hal yang berkaitan dengan syariah nampaknya cukup banyak menarik minat masyarakat Indonesia, mengingat mayoritas penduduknya beragama Islam.

Oleh karenanya, untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan instrumen investasi syariah, dibuatlah jenis reksadana syariah.

Reksadana adalah penghimpunan dana investor ke manajer investasi untuk dikelola atau diinvestasikan ke dalam surat berharga, seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang.

Dengan mengetahui perbedaan reksadana syariah dan konvensional, maka investor dapat menentukan investasi yang tepat dan sesuai dengan keinginan.

Perbedaan reksadana syariah dan konvensional

Mengutip laman sikapiuangmu.ojk.go.id, reksadana konvensional adalah penghimpunan uang investor kepada manajer investasi untuk diinvestasikan ke semua jenis efek keuangan.

Sementara, pengertian reksadana syariah adalah reksadana yang hanya bisa diinvestasikan di efek keuangan tertentu yang sesuai dengan hukum syariah.

Meskipun berbeda, tapi kedua jenis reksadana tersebut tunduk pada batasan investasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jika sudah memahami pengertian reksadana syariah dan konvensional, berikut perbedaan reksadana syariah dan konvensional:

1. Efek yang diperbolehkan untuk investasi.

Dengan memahami pengertian reksadana syariah di atas, dapat diketahui bahwa efek yang menjadi portofolio investasi reksadana syariah adalah yang ada di Daftar Efek Syariah (DES).

Sementara, reksadana konvensional bebas menentukan efek yang ingin menjadi portofolio investasi.

2. Prinsip dan pengelolaan.

Pengelolaan reksadana syariah adalah berdasarkan prinsip hukum syariah yang mengacu pada Al-Quran, Hadis, dan fatwa ulama. Sedangkan reksadana syariah dikelola berdasarkan prinsip kontrak investasi kolektif.

Selain itu, kegiatan pengelolaan reksadana syariah juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan OJK, sedangkan reksadana syariah hanya diawasi OJK.

3. Pembagian keuntungan.

Pembagian keuntungan pada reksadana syariah adalah dilakukan antara pemodal dan manajer investasi berdasarkan hukum syariah Islam dan kesepakatan bersama.

Sementara. pada reksadana konvensional, pembagian keuntungan berdasarkan perkembangan suku bunga.

Sama seperti produk syariah lainnya, reksadana syariah juga menggunakan akad kerja sama (musyarakah), sewa menyewa (ijarah), dan akad bagi hasil (mudharabah).

Sementara, reksadana konvensional hanya menekankan pada kesepakatan tanpa mementingkan halal atau non halal.

5. Proses pembersihan

Pada reksadana konvensional, sumber pendapatannya tidak dipisahkan antara yang halal dan non halal. Selama sesuai dengan ketentuan OJK, maka manajer investasi diperbolehkan menjual reksadana konvensional.

Sementara, sumber pendapatan dari reksadana syariah adalah harus melalui proses pembersihan terlebih dahulu.

Proses pembersihan ini maksudnya, memilah sumber pendapatannya dari halal dan non halalnya sebuah perusahaan yang diinvestasikan selama melakukan kegiatan bisnisnya.

Memilih reksadana syariah adalah opsi yang patut dipertimbangkan. Dengan mengetahui perbedaan reksadana syariah dan konvensional, investor bisa memilih instrumen investasi yang sesuai dengan keyakinannya. 

https://money.kompas.com/read/2022/01/31/211000426/apa-perbedaan-reksadana-syariah-dan-konvensional-

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Tetapkan Bunga KUR Super Mikro jadi 3 Persen

Pemerintah Tetapkan Bunga KUR Super Mikro jadi 3 Persen

Whats New
Kemenhub Sebut Penetapan Tarif Ojol Akan Dialihkan ke Gubernur

Kemenhub Sebut Penetapan Tarif Ojol Akan Dialihkan ke Gubernur

Whats New
Bos Sampoerna Sebut Perusahaan Besar Perlu Melakukan Inovasi Disruptif

Bos Sampoerna Sebut Perusahaan Besar Perlu Melakukan Inovasi Disruptif

Rilis
Luhut: Jika Kurs Rupiah Tembus Rp 16.000, Bukan karena Ekonomi RI Enggak Bagus

Luhut: Jika Kurs Rupiah Tembus Rp 16.000, Bukan karena Ekonomi RI Enggak Bagus

Whats New
Kalah Gugatan soal Nikel di WTO, Indonesia Akan Terus Jalankan Hilirisasi

Kalah Gugatan soal Nikel di WTO, Indonesia Akan Terus Jalankan Hilirisasi

Whats New
Tekan Emisi Karbon, BCA Tanam 1.000 Bibit Pohon Durian di Gunung Sasak

Tekan Emisi Karbon, BCA Tanam 1.000 Bibit Pohon Durian di Gunung Sasak

Whats New
Maksimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Kemenperin Permudah Aturan Verifikasi TKDN

Maksimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Kemenperin Permudah Aturan Verifikasi TKDN

Whats New
Petakan Masalah Pangan di RI, BPS Akan Lakukan Sensus Pertanian pada 2023

Petakan Masalah Pangan di RI, BPS Akan Lakukan Sensus Pertanian pada 2023

Whats New
Bersertifikasi TKDN, UMK Diharapkan Tak Lagi Jual Produk Impor

Bersertifikasi TKDN, UMK Diharapkan Tak Lagi Jual Produk Impor

Whats New
Ombudsman RI: Kementan Dinyatakan Lakukan Maladministrasi Terkait Pendataan Kartu Tani untuk Penerima Pupuk Bersubsidi

Ombudsman RI: Kementan Dinyatakan Lakukan Maladministrasi Terkait Pendataan Kartu Tani untuk Penerima Pupuk Bersubsidi

Whats New
Diminta Mundur, Karyawan Jiwasraya Tuntut Hak Dipenuhi

Diminta Mundur, Karyawan Jiwasraya Tuntut Hak Dipenuhi

Whats New
BPJS Orang Kaya Tidak Dibedakan, Begini Penjelasan Menkes

BPJS Orang Kaya Tidak Dibedakan, Begini Penjelasan Menkes

Whats New
PMI Program IJEPA Akan Dapat Pelatihan Bahasa Jepang

PMI Program IJEPA Akan Dapat Pelatihan Bahasa Jepang

Whats New
Ini Kriteria Perusahaan yang Masuk Papan Ekonomi Baru Bursa Efek Indonesia

Ini Kriteria Perusahaan yang Masuk Papan Ekonomi Baru Bursa Efek Indonesia

Whats New
RUU EBT Atur Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

RUU EBT Atur Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Whats New
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.