Salin Artikel

Tingkatkan Literasi Finansial, Ketahui Ciri-ciri Saham Gorengan dan Blue Chip

SALAH satu topik yang sering diperbincangkan di media sosial adalah investasi. Banyak orang menilai bahwa investasi merupakan salah satu elemen fundamental untuk perencanaan finansial.

Kini, semua orang juga sudah bisa mengakses informasi terkait investasi dengan mudah.

Hal itu terlihat pada data capaian realisasi investasi pada Triwulan I (periode Januari?Maret) tahun 2021 yang dirilis oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Pada triwulan itu, realisasi investasi Indonesia berhasil mencapai Rp 219,7 triliun. Angka ini meningkat sebesar 2,4 persen jika dibandingkan dengan periode triwulan sebelumnya.

Meskipun begitu, banyak istilah-istilah di dunia investasi yang masih belum diketahui.

Misalnya, istilah saham gorengan serta blue chip untuk saham yang memiliki kualitas buruk dan baik.

Definisi saham gorengan dan blue chip

Istilah gorengan dalam saham yang berkualitas buruk, lebih familier digunakan di Indonesia.

Hal ini disamakan dengan gorengan yang memang memiliki kandungan nutrisi "jahat" di dalamnya apabila kita makan dalam jangka waktu yang lama.

Jadi, saham gorengan adalah saham yang memiliki kualitas buruk dan keuntungan yang dihasilkan instan.

Likuiditasnya tak stabil; cenderung rendah. Keuntungan dari saham ini biasanya hanya naik saat ramai dibicarakan.

Sementara itu, istilah blue chip hadir karena koin berwarna biru pada permainan poker dan kasino, memiliki nilai yang paling tinggi.

Oleh karena itu, istilah spesial ini juga hadir di dunia investasi sebagai indikasi untuk saham berkualitas baik.

Dikutip dari MarketBeat, saham blue chip adalah saham-saham milik perusahaan besar yang sudah dikenal oleh masyarakat luas.

Perusahaan ini biasanya menjual produk-produk berkualitas dan sudah digunakan oleh banyak orang.

Mereka juga dikenal dengan rekam jejaknya yang stabil. Bahkan, pergerakannya sangat berpengaruh bagi ekonomi suatu wilayah.

Saham jenis ini sangat memengaruhi indeks saham gabungan. Sebut saja, BCA. Apabila saham ini turun hanya satu persen, pasti indeks saham gabungan juga ikut turun.

Meskipun begitu, saham blue chip sangat aman digunakan untuk para investor pemula karena memiliki grafik yang stabil.

Ciri-ciri saham gorengan dan blue chip

Saham gorengan sebenarnya bisa dimiliki oleh perusahaan mana saja, bahkan BUMN sekali pun.

Untuk membedakannya, saham ini biasanya memiliki grafik yang naik-turunnya fluktuatif.

Contohnya, gamestock yang tiba-tiba keuntungannya naik hingga 8.000 persen karena ramai diperbincangkan.

Bahkan, dalam artikel Kompas, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan terdapat 41 saham terindikasi merupakan saham gorengan atau saham berkualitas rendah.

Oleh karena itu, agar tak keliru, kita bisa melakukan pengecekan saham melalui situs-situs resmi, seperti PT Bursa Efek Indonesia.

Sementara itu, untuk mengetahui saham blue chip itu sangatlah mudah. Oleh karena ia terdiri atas perusahaan besar, ciri-ciri yang bisa dikenali, yaitu pasti memiliki kantor, produknya sudah dikenal masyarakat luas, dan terdaftar secara resmi di bursa efek.

Sebenarnya, berinvestasi di saham gorengan tak ada salahnya. Akan tetapi, risiko yang ditimbulkan pasti lebih besar daripada berinvestasi di saham blue chip.

Hal ini bisa terjadi karena saham gorengan itu memiliki volume yang kecil sehingga lebih mudah dimanipulasi. Selain itu, harga sahamnya cenderung lebih murah.

Jadi, boleh saja mencoba berinvestasi di saham gorengan. Namun, jangan menggunakannya sebagai investasi jangka panjang karena saham ini memiliki grafik tak stabil.

Apabila kenaikannya dirasa sudah cukup besar, seperti dari 5 persen ke 10 persen, kita harus langsung mengambil keuntungan pada saat itu juga.

Cara aman berinvestasi di saham gorengan dan blue chip

Meskipun berinvestasi di saham blue chip, kita juga harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

Berinvestasi di saham blue chip, belum tentu menjamin investasi kita aman. Oleh karena itu, berinvestasilah dengan menggunakan akun milik sendiri.

Jangan sampai tergoda dengan iming-iming investasi gabungan, kecuali dilakukan bersama teman terpercaya.

Selanjutnya, kita harus menguasai teknik-teknik di dunia saham dengan banyak membaca informasi seputar finansial.

Dari situ, kita akan mengenal istilah trap trading yang berguna untuk menelaah dan meriset saham tujuan.

Informasi seputar saham gorengan dan blue chip ini tersedia secara lengkap melalui siniar CUAN bertajuk “Gorengan Vs Blue Chip”.

Dengarkan informasi lainnya seputar finansial dan dunia saham dengan mengakses siniarnya melalui tautan berikut https://spoti.fi/34sEOOD.

https://money.kompas.com/read/2022/02/14/083000526/tingkatkan-literasi-finansial-ketahui-ciri-ciri-saham-gorengan-dan-blue-chip

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Pertalite Diisukan Naik Jadi Rp 10.000 per Liter, Apa Dampaknya?

Harga Pertalite Diisukan Naik Jadi Rp 10.000 per Liter, Apa Dampaknya?

Whats New
Cara Cek Lokasi Penukaran Uang Baru 2022 di Berbagai Daerah

Cara Cek Lokasi Penukaran Uang Baru 2022 di Berbagai Daerah

Whats New
Buka-bukaan Masalah Industri Sawit RI, Luhut: Kungfunya Banyak

Buka-bukaan Masalah Industri Sawit RI, Luhut: Kungfunya Banyak

Whats New
Biaya Beban Meningkat, Laba Bersih Indocement Anjlok 50,3 Persen pada Semester I-2022

Biaya Beban Meningkat, Laba Bersih Indocement Anjlok 50,3 Persen pada Semester I-2022

Whats New
Apa Mata Uang yang Digunakan saat Indonesia Jadi Jajahan Jepang?

Apa Mata Uang yang Digunakan saat Indonesia Jadi Jajahan Jepang?

Whats New
Cegah Kerugian di BUMN, Erick Thohir Diminta Optimalkan Peran Komisaris

Cegah Kerugian di BUMN, Erick Thohir Diminta Optimalkan Peran Komisaris

Whats New
Tukar Uang Baru 2022 Bisa Rp 200.000 per Paket, Maksimal Rp 1 Juta

Tukar Uang Baru 2022 Bisa Rp 200.000 per Paket, Maksimal Rp 1 Juta

Spend Smart
HIMKI Targetkan Raih Transaksi Rp 150 Juta Dollar AS Lewat Pameran IFEX

HIMKI Targetkan Raih Transaksi Rp 150 Juta Dollar AS Lewat Pameran IFEX

Whats New
Rupa-rupa uang yang Digunakan di Era Majapahit

Rupa-rupa uang yang Digunakan di Era Majapahit

Whats New
Lotus Archi Luncurkan Emas Edisi HUT ke-77 RI

Lotus Archi Luncurkan Emas Edisi HUT ke-77 RI

Rilis
Sandiaga Uno Minta Pelaku Ekraf Gencarkan Penyelenggaraan 'Event' untuk Dorong Ekonomi

Sandiaga Uno Minta Pelaku Ekraf Gencarkan Penyelenggaraan "Event" untuk Dorong Ekonomi

Whats New
Festival Rupiah FERBI 2022 Digelar di GBK, Warga Bisa Tukar Uang Baru dan Beli Uang Bersambung

Festival Rupiah FERBI 2022 Digelar di GBK, Warga Bisa Tukar Uang Baru dan Beli Uang Bersambung

Whats New
PGN Fokus Tingkatkan Utilisasi Gas Bumi dan Jaga Ketahanan Energi

PGN Fokus Tingkatkan Utilisasi Gas Bumi dan Jaga Ketahanan Energi

Whats New
Saksiskan Penandatangan PKB BTN, Menaker: Utamakan 'Win-win Solution'

Saksiskan Penandatangan PKB BTN, Menaker: Utamakan "Win-win Solution"

Rilis
Ingin Berkunjung ke Pameran Mebel dan Kerajinan IFEX 2022, Ini Cara Daftarnya

Ingin Berkunjung ke Pameran Mebel dan Kerajinan IFEX 2022, Ini Cara Daftarnya

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.