Salin Artikel

Panggil 10 Produsen, KPPU Masih Cari Bukti Soal Dugaan Kartel Minyak Goreng

JAKARTA, KOMPAS.com - Krisis minyak goreng di Indonesia menyedot perhatian dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Lantas, KPPU telah memanggil 10 produsen minyak goreng sejak awal Februari sampai 16 Februari 2022 lalu.

Deswin Nur, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KPPU mengonfirmasi, saat ini KPPU masih terus mengagendakan berbagai pemanggilan, terutama dari sisi produsen minyak goreng di pasar ritel maupun asosiasi yang terkait dengan industri minyak goreng.

Pemanggilan ini dilakukan lantaran adanya dugaan kartel bisnis minyak goreng yang merugikan masyarakat. KPPU pun berupaya mengumpulkan data dan informasi yang dibutuhkan untuk pembuktian dugaan tersebut.

“Mohon maaf, nama-nama perusahaan yang dipanggil tidak dapat kami sampaikan. Jadi pada intinya kami masih terus mencari alat bukti yang dapat diandalkan,” terang Deswin, Jumat (18/2/2022).

Ia tidak menjawab perihal target waktu pemeriksaan terhadap perusahaan-perusahaan minyak goreng yang dipanggil KPPU. Yang terang, jika ditemukan bukti yang kuat terkait dugaan kartel minyak goreng, maka KPPU dapat meningkatkan status penegakan hukum kepada proses penyelidikan.

Sebelumnya, kajian KPPU menyimpulkan bahwa terdapat struktur pasar oligopolistic di sektor minyak goreng, karena hampir sebagian besar pasar minyak goreng cenderung dikuasai oleh empat produsen. KPPU juga menemukan adanya indikasi kenaikan harga yang serempak dilakukan oleh pelaku usaha pada akhir tahun 2021.

Pada awal proses penegakan hukum perkara inisiatif ini, KPPU fokus untuk menemukan minimal satu alat bukti pelanggaran UU No. 5 Tahun 1999, berikut dengan dugaan pasal-pasal yang dilanggar serta terlapor yang terlibat.

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron mendukung langkah KPPU yang melakukan pemanggilan terhadap sejumlah produsen minyak goreng.

Menurutnya, setiap kelangkaan dan harga minyak goreng yang melambung di pasar perlu dicarikan akar permasalahannya. Sebab, masyarakat sebagai konsumen akhir yang ujung-ujungnya dirugikan.

“Terkait apakah ada dugaan kartel dan penimbunan atau sebaliknya, silakan untuk dibuktikan,” kata dia, Jumat.

Herman menyebut, pemerintah sudah seharusnya memiliki strategi jangka pendek dan jangka panjang terkait antisipasi kondisi komoditas yang sensitif terhadap harga dan rawan kelangkaan. Selain itu, sudah saatnya pemerintah juga memiliki cadangan pangan strategis, termasuk untuk minyak goreng, sebagaimana halnya cadangan beras. (Dimas Andi)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Panggil 10 Produsen, KPPU Masih Mencari Bukti Terkait Dugaan Kartel Minyak Goreng

https://money.kompas.com/read/2022/02/18/200800526/panggil-10-produsen-kppu-masih-cari-bukti-soal-dugaan-kartel-minyak-goreng

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Keuntungan yang Bisa Didapat Mitra GoFood lewat Kolaborasi Bank Jago dan GoTo Financial

Ini Keuntungan yang Bisa Didapat Mitra GoFood lewat Kolaborasi Bank Jago dan GoTo Financial

Whats New
Erick Thohir: Restrukturisasi dan Transformasi Garuda Berjalan 'On The Track'

Erick Thohir: Restrukturisasi dan Transformasi Garuda Berjalan "On The Track"

Whats New
Masuk Usia 45 Tahun, Ini Serangkaian Capaian Pasar Modal Indonesia

Masuk Usia 45 Tahun, Ini Serangkaian Capaian Pasar Modal Indonesia

Whats New
Menko Airlangga Minta Rumah Sakit Bantu Akselerasi Pemberian Vaksin Booster ke Masyarakat

Menko Airlangga Minta Rumah Sakit Bantu Akselerasi Pemberian Vaksin Booster ke Masyarakat

Whats New
Sri Mulyani: Peranan Perempuan Sangat Menenetukan Kemajuan Negara

Sri Mulyani: Peranan Perempuan Sangat Menenetukan Kemajuan Negara

Whats New
Bahlil: Jangan Percaya Isu Ekonomi Indonesia di Ujung Resesi, Itu Hoaks Besar

Bahlil: Jangan Percaya Isu Ekonomi Indonesia di Ujung Resesi, Itu Hoaks Besar

Whats New
Lion Air Curhat Masih Jual Rugi Tiket Rute yang Dilayani Pesawat ATR

Lion Air Curhat Masih Jual Rugi Tiket Rute yang Dilayani Pesawat ATR

Whats New
Teken MoU dengan PBNU, Mendag Dorong UMKM Santri Naik Kelas

Teken MoU dengan PBNU, Mendag Dorong UMKM Santri Naik Kelas

Whats New
Pertamina, PLN, BRI, Telkom Masuk 5 Perusahaan Terbesar di RI, Ini Kata Erick Thohir

Pertamina, PLN, BRI, Telkom Masuk 5 Perusahaan Terbesar di RI, Ini Kata Erick Thohir

Whats New
Tarif Tol Serpong-Balaraja Gratis, Berlaku 10-21 Agustus

Tarif Tol Serpong-Balaraja Gratis, Berlaku 10-21 Agustus

Whats New
Ratusan Guru PPPK Kaget Formasi Penempatan Tidak Sesuai, Ini Jawaban BKN

Ratusan Guru PPPK Kaget Formasi Penempatan Tidak Sesuai, Ini Jawaban BKN

Whats New
Tebar Dividen, Emiten Beras Ini juga Berikan Diskon bagi Para Pemegang Sahamnya

Tebar Dividen, Emiten Beras Ini juga Berikan Diskon bagi Para Pemegang Sahamnya

Whats New
Singapura Merajai PMA, Bahlil: Mungkin Uang Orang Indonesia

Singapura Merajai PMA, Bahlil: Mungkin Uang Orang Indonesia

Whats New
Ini Peran Lembaga Kliring dalam Perdagangan Emas Digital

Ini Peran Lembaga Kliring dalam Perdagangan Emas Digital

Whats New
Cegah APBN Jebol, Sri Mulyani Wanti-wanti ke Pertamina

Cegah APBN Jebol, Sri Mulyani Wanti-wanti ke Pertamina

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.