Salin Artikel

Pahami Literasi Keuangan Digital, Milenial Wajib Simak 3 Hal Ini

Di samping itu, Kepala Bagian Edukasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Primandanu Febriyan Aziz merinci, anak muda memiliki indeks literasi keuangan lebih tinggi sekitar 44-47 persen. Jumlah ini lebih tinggi dari rata-rata indeks literasi keuangan umum sebesar 38 persen.

Sebagai informasi, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan Indonesia sebesar 38,03 persen. Sedangkan, indeks inklusi keuangan sebesar 76,19 persen.

"Dengan gap yang sebegitu jauh membuat urgensi peningkatan literasi keuangan semakin krusial," terang dia dalam acara Diskusi Virtual Generasi Djempolan Kredivo pada Jumat (11/3/2022).

Sebagai gambaran, Kredivo mencatat ada 21 juta konsumen digital baru selama pandemi 2020 sampai paruh pertama tahun 2021. Ini membuktikan, ada banyak anak muda yang dapat mengakses layanan keuangan digital.

Untuk itu, ia mengatakan ada tiga poin penting yang perlu diperhatikan anak muda dalam mengatur keuangannya. Berikut ini tiga poin penting yang dapat diaplikasikan anak muda dalam mengatur keuangannya:

1. Set priority

Andy bilang, kemampuan ini tidak hanya berguna dalam mencapai tujuan finansial, tetapi juga akan berguna dalam banyak keperluan.

Mengutamakan prioriitas menurutnya penting untuk tahu batasan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

2. Value over price

Kemampuan ini harus dimiliki generasi muda. Milenial perlu memahami nilai dari pengeluaran dan pemanfaatan keuangan, bukan hanya asal mahal tetapi harus memiliki nilai lebih.

Ia mencontohkan, misalnya saat membeli HP jangan pertama-tama lihat harganya, tetapi perhatikan manfaat apa saja yang bisa didapatkan dari barang tersebut.

3. Best of both worlds

Seorang anak muda sudah selayaknya memahami perkembangan digital atau sering disebut tech-savvy. Berbarengan dengan itu, mereka juga perlu untuk menyeimbangkan diri dengan pengetahuan atas pengaturan keuangan.

Andy menambahkan, seorang anak muda jangan hanya mampu mengakses layanan keuangan, tetapi wajib membekali diri dengan pengetahuan atas layanan keuangan tersebut.

Financial Educator & Co-Founder Thirty Days of Lunch Podcast Fellexandro Ruby menambahkan, pentingnya karyawan baru dan wirausaha untuk memiliki dana darurat.

"Dana darurat karyawan paling tidak bisa untuk 3 sampai 6 bulan biaya hidup. Sedangkan, untuk pengusaha dianjurkan bisa menopang 6 sampai 12 bulan. Jumlah tersebut untuk beradaptasi ketika ada kondisi tidak terduga. Ini kita bicara biaya hidup ya, bukan pendapatan," terang Ruby.

https://money.kompas.com/read/2022/03/11/184829526/pahami-literasi-keuangan-digital-milenial-wajib-simak-3-hal-ini

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.