Salin Artikel

Banyak Dikaitkan Investasi Bodong, Apakah Semua Robot Trading Ilegal?

JAKARTA, KOMPAS.com - Istilah robot trading belakangan ramai dibicarakan di masyarakat. Sistem trading kontrak itu kerap kali dikaitkan dengan investasi ilegal yang biasanya beroperasi dengan menggunakan skema ponzi.

Sejumlah investasi bodong berhasil menjerat korbannya dengan mengiming-imingi keuntungan besar dan pasti melalui robot trading. Ini membuat robot trading belakangan dikonotasikan sebagai hal yang negatif.

Padahal, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Tirta Karma Senjaya mengatakan, robot trading sebenarnya merupakan suatu software komputer yang dapat bekerja secara otomatis. Sistem ini kemudian menjadi alat bantu dalam berbagai jenis kegiatan trading.

"Tetapi sebenarnya robot trading tidak bisa bekerja sendiri tanpa user," kata dia, dalam diskusi virtual, Rabu (30/3/2022).

Menurutnya, diperlukan pengguna atau user yang mengetahui pengoperasian robot trading. Selain itu, sistem itu juga hanya bisa beroperasi pada instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Apabila kedua syarat tersebut terpenuhi, baru lah robot trading bisa menjadi alat bantu penggunanya untuk melakukan pemantauan pasar, kalkulasi peluang entry, eksekusi transaksi, hingga manajemen risiko.

"Ada money game atau skema ponzi. Masyarakat harus juga paham kalau misal diiming-imingi seperti ini, uang hanya dititip trading, kemudian menggunakan robot rading forex yang harganya tidak murah, atau bahkan sewa tidak murah," tutur Tirta.

Terkait dengan legalitas robot trading, Tirta bilang, hal itu berkaitan dengan izin pedagang berjangka komoditi (PBK) yang menggunakan. Dengan demikian, jika PBK terdaftar di Bappebti, maka legal.

"Kita tidak bilang robotnya legal atau tidak legal, karena itu terkait perizinannya," ujarnya.

Lebih lanjut Tirta menyebutkan, user atau investor sebenarnya bisa membedakan robot trading yang beroperasi dengan baik dan tidak. Ini bisa dilakukan dengan membandingkan fitur yang dimiliki robot trading dengan platform perdagangan paling populer, yakni MetaTrader.

"Memang ada robot yang benar dan tidak benar. Dan robot biasanya digunakan kontrak-kontrak saham, forex, gold, dan sekarang juga kripto," ucap Tirta.

https://money.kompas.com/read/2022/03/30/173000026/banyak-dikaitkan-investasi-bodong-apakah-semua-robot-trading-ilegal-

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.