Salin Artikel

Menhub: Mudik Lebaran Tidak Ada Penyekatan, tapi Ada "Random Sampling"

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tidak lagi melakukan penyekatan untuk perjalanan mudik Lebaran menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, meski tidak ada penyekatan, pemerintah akan melakukan pengecekkan acak di beberapa titik.

"Dalam hal melakukan kontrol kita memang tidak akan melakukan penyekatan, tetapi mungkin kita akan melakukan random sampling. Jadi tidak semua tempat kita periksa," ujar Menhub Budi Karya dalam konferensi pers Penyesuaian Regulasi Perjalanan Aman Covid-19, Kamis (31/3/2022).

Menurut Menhub, untuk melakukan pengecekkan syarat-syarat mudik melalui transportasi udara, laut, kereta api, dan bus lebih mudah dilakukan daripada menggunakan kendaraan pribadi.

Pasalnya, tiap pemudik yang menggunakan moda transportasi tersebut pasti akan dicek oleh para petugas sebelum melakukan keberangkatan di pos masing-masing.

Sementara, apabila pemudik menggunakan kendaraan pribadi akan sulit untuk dilakukan pengecekkan secara keseluruhan.

Oleh karena itu, Menhub meminta kesadaran masyarakat untuk mematuhi syarat mudik dan menjaga protokol kesehatan masing-masing termasuk melakukan vaksinasi booster.

"Ini yang menguji kita semua agar kita konsisten. Karena toh yang kita lakukan ini bukan hanya untuk kita saja tapi untuk masyarakat banyak," ucapnya.

Di pos pelayanan acak ada fasilitas vaksinasi Covid-19 bagi pemudik

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto menambahkan, pengecekkan acak nantinya akan diberlakukan di pos-pos pelayanan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

"Jadi di situ tadi yang sudah booster jelas PeduliLindungi-nya terlihat di situ. Apalagi yang baru vaksin sekali itu juga akan terlihat dari status PeduliLindungi," kata Suharyanto.

Tidak hanya melakukan pengecekkan acak, pos pelayanan ini juga akan menyediakan fasilitas vaksinasi Covid-19 untuk para pemudik.

"Jadi masyarakat yang mudik bisa dilayani terkait kebutuhan vaksinasinya," tutur Suharyanto.


Dengan melakukan vaksinasi lengkap dan booster sebelum melakukan mudik Lebaran, diharapkan tidak terjadi gelombang kasus Covid-19 yang trennya selalu tinggi tiap kali ada libur panjang.

Seperti diketahui, selama dua tahun pandemi Covid-19 pemerintah tidak memperbolehkan masyarakat melakukan mudik dengan melakukan penyekatan di berapa titik.

Misalnya pada 2021, Korlantas Polri menyiapkan 381 titik penyekatan jelang Lebaran di tahun tersebut.

https://money.kompas.com/read/2022/04/01/060040626/menhub-mudik-lebaran-tidak-ada-penyekatan-tapi-ada-random-sampling

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Putuskan Buka Keran Impor Beras

Pemerintah Putuskan Buka Keran Impor Beras

Whats New
Gandeng eFishery, Amartha Bakal Salurkan Modal Rp 100 Miliar untuk Pembudidaya Ikan

Gandeng eFishery, Amartha Bakal Salurkan Modal Rp 100 Miliar untuk Pembudidaya Ikan

Whats New
5 Jurus BRI Finance Jaga Tingkat Kredit Macet Tahun Depan

5 Jurus BRI Finance Jaga Tingkat Kredit Macet Tahun Depan

Whats New
Menteri Teten Sebut 40.473 UMKM dengan 763.385 Produk Telah Masuk e-Katalog LKPP

Menteri Teten Sebut 40.473 UMKM dengan 763.385 Produk Telah Masuk e-Katalog LKPP

Whats New
Efek China Mereda, Nilai Tukar Rupiah Bergerak Mendatar

Efek China Mereda, Nilai Tukar Rupiah Bergerak Mendatar

Whats New
Dukung Program Kendaraan Listrik, OJK Berikan 4 Insentif di Sektor Perbankan

Dukung Program Kendaraan Listrik, OJK Berikan 4 Insentif di Sektor Perbankan

Whats New
Tarif Ojol Akan Ditetapkan Gubernur, Asosiasi Driver: Itu Salah Satu Tuntunan Kami

Tarif Ojol Akan Ditetapkan Gubernur, Asosiasi Driver: Itu Salah Satu Tuntunan Kami

Whats New
Kerap Merugikan Pencari Kerja, Ini 6 Cara Menghindari Lowongan Kerja Palsu

Kerap Merugikan Pencari Kerja, Ini 6 Cara Menghindari Lowongan Kerja Palsu

Whats New
Dibuka Melemah, IHSG Mencoba Bangkit

Dibuka Melemah, IHSG Mencoba Bangkit

Whats New
Krakatau Sarana Properti Jual Lahan Senilai Rp 500 Miliar ke Sinar Mas

Krakatau Sarana Properti Jual Lahan Senilai Rp 500 Miliar ke Sinar Mas

Whats New
Mendag Zulhas Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh Meski Ada Prediksi Resesi Global

Mendag Zulhas Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh Meski Ada Prediksi Resesi Global

Whats New
Belum Final, Pemerintah Masih Kaji soal Rencana Bagi-bagi 'Rice Cooker' untuk Warga Miskin

Belum Final, Pemerintah Masih Kaji soal Rencana Bagi-bagi "Rice Cooker" untuk Warga Miskin

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Komitmen Petrokimia Gresik Menjaga Stok Pupuk Nasional dari Kelangkaan

Komitmen Petrokimia Gresik Menjaga Stok Pupuk Nasional dari Kelangkaan

Whats New
Naik Rp 4.000 Per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Naik Rp 4.000 Per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.