Salin Artikel

Ingin Hijrah ke Investasi Syariah, Perhatikan Dulu Hal ini

JAKARTA, KOMPAS.com - Investasi syariah saat ini mulai digemari, tetapi masih perlu didorong agar dapat bertumbuh menjadi pilihan investasi bagi anak muda. Saat ini milenial masih enggan untuk berpindah ke investasi syariah.

Co Founder Ngerti Saham Frisca DC mengatakan, investasi syariah masih perlu dukungan, sebab ada beberapa mitos yang perlu diluruskan terkait jenis investasi ini. Salah satunya, investasi syariah dianggap sebagai investasi yang ribet dan rumit.

"Kemudian, ada yang bilang, investasi syariah itu hanya untuk orang yang beragama Islam. Ini banyak yang salah kaprah ya, karena instrumen investasi syariah itu kita tidak membicarakan soal agama, tidak membicarakan ibadah karena kan tidak disuruh syahadat segala macam," kata dia dalam Webinar Investasi Syariah Generasi Milenial Rabu (6/4/2022).

Ia menambahkan, investasi syariah terbuka untuk seluruh masyarakat lepas dari apapun agamanya.

Selanjutnya, banyak masyarakat yang beanggapan investasi syariah return-nya (pendapatannya) kecil. ia bilang hal-hal tersebut yang membuat milenial jadi enggan untuk hijrah ke produk investasi syariah.

"Mereka bilang lama cuannya. Padahal itu hanya mitos, kalau nanti kita mengulik beberapa instrumen di pasar modal syariah dan saham itu tidak kecil juga, tetap ada instrumen-instrumen yang bisa memberikan return besar, tetapi juga mengikuti risikonya," urai dia.

Ia mengatakan, orang dengan sendirinya akan cenderung memilih produk investasi syariahnya sendiri. Hal itu tentu saja bergantung pada profil risiko yang dimiliki seorang investor.

"Tujuan dari investasi syariah ini tidak melulu mendapat cuan, tapi Insya Allah kita mendapat berkahnya," kata dia.

Ia menjelaskan ada beberapa jenis produk investasi syariah yang perlu dikenal masyarakat, yakni saham syariah, reksadana syariah, sukuk, dan ada juga exchange traded fund (ETF).

Frisca mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir karena pasar modal syariah ada di bawah pengawasan Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN -MUI).

"Pasar modal syariah sendiri baru booming 3 sampai 4 tahun ini. Dulu waktu saya pertama masuk ke investasi saham syariah, jumlah investor pasar modal syariah pada tahun 2010 itu masih 400 atau 500-an. Sementara, sekarang sudah di atas angka 90.000 investor saham syariah di Indonesia," imbuh dia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri mencatat indeks literasi keuangan syariah saat ini baru 8,93 persen. Hal ini tertinggal jauh dari literasi konvensional sebesar 37,72 persen.

Dengan mayoritas penduduk Indonesia merupakan umat muslim tentunya potensi yang sangat bagus untuk mengembangkan literasi keuangan syariah khususnya pada produk investasi.

OJK sendiri secara berkesinambungan melakukan program edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan syariah dengan proporsi minimal 30 persen dibandingkan edukasi terkait produk konvensional.

https://money.kompas.com/read/2022/04/07/095000326/ingin-hijrah-ke-investasi-syariah-perhatikan-dulu-hal-ini

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.