Salin Artikel

Bantu Nelayan dan Masyarakat Pesisir, Ini Kisah UMKM yang Pandai Melihat Peluang dari Berjualan di Shopee

REMBANG, KOMPAS.com - Puluhan nelayan baru pulang dari melaut di Laut Jawa. Mereka menyandarkan kapal di tepi laut daerah Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Di tempat yang sama, seorang pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), M Rokib, tampak sibuk melihat-lihat hasil tangkapan ikan dari nelayan lain yang telah diolah menjadi ikan kering dan ikan asin.

Pemilik UMKM Rokibstore asal Rembang tersebut menjalankan rutinitasnya memilah kualitas ikan hasil olahan dari nelayan sebelum membawa pulang untuk dijual di e-commerce.

Saat ini, Rokib adalah salah satu pelanggan yang menjadi andalan sejumlah nelayan di daerah Sarang. Pasalnya, ia mau membeli langsung hasil tangkapan ikan dari nelayan dengan harga pantas.

“Tidak setiap hari nelayan itu bisa panen karena bergantung pada musim dan cuaca. Jadi, saya ingin bantu membeli langsung dari nelayan dengan harga lebih, ya untuk membantu mereka juga,” ujar Rokib kepada Kompas.com, Rabu (6/7/2022).

Usaha yang dijalaninya pun dilakoni karena ia sebagai warga pesisir mengetahui bahwa tidak semua nelayan melek teknologi.

Sementara itu, ia melihat peluang dari menjual hasil tangkapan ikan melalui e-commerce. Hal ini membuat nelayan tidak sekadar mengandalkan tempat pelelangan ikan (TPI) setempat saat menjual ikan.

“Saya tinggal di daerah penghasil ikan. Para nelayan baru mendapatkan penghasilan jika ikannya laku di TPI. Jadi, pembelinya itu-itu saja. Saya berinisiatif untuk memperluas jangkauan dan peluang hasil tangkapan nelayan dengan menjual ikan secara online,” katanya.

Awalnya, Rokib menjual olahan ikan melalui media sosial pada akhir 2019. Setahun berjalan, hasil penjualan ikan di media sosialnya perlahan sepi.

Ia terus mencari cara agar tetap dapat menjual olahan ikan hasil nelayan Rembang. Sampai akhirnya, ia menemukan informasi mengenai berjualan online melalui e-commerce.

Gayung pun bersambut. Pada awal 2020, Rokib mendapat kabar di daerahnya akan ada kegiatan pelatihan bisnis digital dari Shopee.

Ia mengikuti pelatihan tersebut sampai akhirnya membuka toko di Shopee yang diberi nama Rokibstore. Melalui Bimbel Shopee,  ia diajari cara upload produk yang baik dan menarik serta cara menulis deskripsi yang dibutuhkan pembeli.

Dari situ, ia memahami persaingan harga dan strateginya untuk berhasil.

“Saya juga ingat, waktu itu saya sering bertanya kepada trainer-nya setelah pelatihan. Hal itu saya lakukan untuk dapat memahami materi secara lebih dalam,” ujar Rokib.

Ia bercerita, penjualan online Rokibstore mulai stabil sejak memilih Shopee sebagai platform untuk memasarkan tangkapan hasil nelayan di Sarang. Sebelumnya, Rokib hanya mendapat 5 orderan per hari. Saat ini, orderannya meningkat menjadi 20 sampai 60 orderan per hari.

Semangat Rokib untuk menjual ikan tak hanya mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. Dia ingin menjadi salah satu penggerak ekonomi puluhan keluarga nelayan di daerahnya.

Dirinya, kata Rokib, hanya membantu mempromosikan secara digital hasil panen nelayan. Pasalnya, pasar di pesisir cukup terbatas. Terlebih, belum semua nelayan melek teknologi.

“Saya menganggap diri saya sedang membantu mempromosikan tangkapan mereka melalui Shopee. Dengan demikian, peluang pasar jadi lebih luas dan ikan mereka lebih laku,” katanya.

Digitalisasi Shopee bantu nelayan dan UMKM Pesisir

Sama dengan Rokib, toko Ikan Asin Fatimah13 asal Tegal, Jawa Tengah, merupakan UMKM yang juga pandai melihat peluang dari hasil tangkapan ikan nelayan.

Toko tersebut menjual olahan ikan hasil tangkapan nelayan dari daerah pesisir Tegalsari dan Muarareja. Pemilik toko tersebut, Indra Waluyo (34), mengatakan bahwa dirinya ingin menjual olahan ikan langsung ke tangan konsumen lokal dan luar kota.

Indra memutuskan untuk berjualan ikan kering dan ikan asin secara online melalui Shopee. Dengan sejumlah strategi, ia berhasil mengoptimalkan penjualan hingga hasil usahanya bersama istri perlahan membesar.

“Salah satu strategi berjualan online Ikan Asin Fatimah13 adalah pengemasan produk yang baik. Hal ini membuat produk aman untuk pengiriman ke luar kota,” tutur Indra.

Setelah konsisten menyediakan produk ikan olahan dari pesisir, lanjut Indra, saat ini ia memiliki 7 karyawan yang membantunya mengembangkan usaha.

Ia menjelaskan bahwa setelah mengambil ikan dari nelayan, tim Ikan Asin Fatimah13 mengemas produk dengan baik untuk dikirimkanke luar kota bagi pembeli yang memesan dari Shopee.

“Saya bersyukur dapat memberikan lapangan pekerjaan untuk karyawan yang merupakan warga pesisir dan keluarga nelayan,” tuturnya.

Membuka toko olahan ikan secara online memberikan harapan baru cara menjual ikan hasil panen nelayan. Tak hanya berdampak positif bagi nelayan, penjualan melalui e-commerce juga memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat pesisir.

Sebagai platform digital yang memiliki potensi penjualan besar di era digital, Shopee mampu menjual hasil tangkapan ikan nelayan ke penjuru daerah.

Shopee membantu menciptakan ekosistem ekonomi mandiri yang dapat terus bergerak, bahkan hingga sampai ke pesisir.

https://money.kompas.com/read/2022/04/07/122700426/bantu-nelayan-dan-masyarakat-pesisir-ini-kisah-umkm-yang-pandai-melihat

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.