Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Naik, BTPN Syariah Bukukan Laba Bersih Rp 411 Miliar pada Kuartal I 2022

Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad mengatakan, perolehan laba ini meningkat dari kuartal I 2021 yang sebesar Rp 375 miliar. Laba pun sudah lebih tinggi dibanding kondisi pra pandemi Covid-19.

"Alhamdulillah kuartal I (2022) kita menutup di angka Rp 411 miliar. Secara kuartal by kuartal, tumbuh 11 persen (Q to Q). Secara tahunan tumbuh 10 persen (yoy)," kata Fachmy dalam konferensi pers di Kembang Goela Jakarta, Senin (26/4/2022).

Fachmy menuturkan, perolehan laba bersih ini ditopang oleh penyaluran pembiayaan ultra mikro ke segmen pra dan cukup sejahtera. Di kuartal I 2022 ini, pembiayaan yang menjadi fokus bank mencapai sebesar Rp 10,6 triliun.

Nilai tersebut tumbuh 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp 9,7 triliun.

Pertumbuhan pembiayaan ini disertai dengan kualitas pembiayaan yang tetap sehat tecermin dari Non Performing Financing (NPF) dibawah ketentuan regulator, sekitar 2,4 persen.

"(Pertumbuhan) Didukung oleh siapa? Tadi kita lihat pembiayaan tumbuh sekitar 10 persen (yoy). Kita menjaga FDR tidak melebihi 97 persen dengan capaian kuartal I 2022 sebesar 95 persen," ucap Fachmy.

Di sisi lain, bank dengan kode emiten BTPS ini juga tercatat masih memiliki rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) di level 53 persen, jauh di atas ketentuan dan rata-rata industri bank syariah.

Total aset tumbuh 11 persen (yoy) menjadi Rp 19,2 triliun. Adapun, dana pihak ketiga (DPK) dijaga di level yang efisien pada Rp 11 triliun atau tumbuh 5 persen dengan dana murah (CASA) tumbuh 37 persen menjadi Rp 2,85 triliun.

"Alhamdulillah RoA 11,1 persen, RoE 23,4 persen, NPF 2,4 persen. Rasio CAR 53 persen. Pencadangan cukup kuat, tergolong baik dengan rasio sebesar 269 persen," tandas Fachmy.

Dengan kinerja tersebut, BTPN Syariah membagikan dividen tunai sebesar Rp 61,75 per lembar saham atau setara dengan Rp 475,6 miliar. Sementara itu, laba ditahan sebesar Rp 969,4 miliar untuk mendukung usaha perseroan ke depan.

https://money.kompas.com/read/2022/04/26/085749426/naik-btpn-syariah-bukukan-laba-bersih-rp-411-miliar-pada-kuartal-i-2022

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5 Persen

BERITA FOTO: Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5 Persen

Whats New
Ada Isu Biaya Haji Naik, Pegadaian Tawarkan Produk Pembiayaan Arrum Haji

Ada Isu Biaya Haji Naik, Pegadaian Tawarkan Produk Pembiayaan Arrum Haji

Rilis
Cara Daftar BBM Subsidi Pertamina Tanpa Aplikasi dan Syaratnya

Cara Daftar BBM Subsidi Pertamina Tanpa Aplikasi dan Syaratnya

Work Smart
BERITA FOTO: Fasilitas Data Center Area31 Resmi Beroperasi

BERITA FOTO: Fasilitas Data Center Area31 Resmi Beroperasi

Whats New
PUPR Kebut Pembangunan Akses Jalan di Labuan Bajo Sebelum Pelaksanaan ASEAN Summit

PUPR Kebut Pembangunan Akses Jalan di Labuan Bajo Sebelum Pelaksanaan ASEAN Summit

Rilis
IFG Targetkan Proses Migrasi Polis Jiwasraya Bisa Rampung Tahun Ini

IFG Targetkan Proses Migrasi Polis Jiwasraya Bisa Rampung Tahun Ini

Whats New
Imbas Merosotnya Bisnis Penjualan Ventilator, Philips akan PHK 6.000 Karyawannya

Imbas Merosotnya Bisnis Penjualan Ventilator, Philips akan PHK 6.000 Karyawannya

Whats New
Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat meski IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat meski IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Whats New
Menteri Teten: Inkubator Wirausaha Penting untuk Mengembangkan Usaha

Menteri Teten: Inkubator Wirausaha Penting untuk Mengembangkan Usaha

Whats New
Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Mentan SYL: Januari-Maret Ada Overstock 3 Juta Ton

Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Mentan SYL: Januari-Maret Ada Overstock 3 Juta Ton

Whats New
Kelanjutan Kasus Wanaartha Life, 600 Nasabah yang Mewakili 1.400 Polis Sudah Daftar ke Tim Likuidasi

Kelanjutan Kasus Wanaartha Life, 600 Nasabah yang Mewakili 1.400 Polis Sudah Daftar ke Tim Likuidasi

Whats New
Minyakita Langka, ID Food Minta Produsen Genjot Produksi

Minyakita Langka, ID Food Minta Produsen Genjot Produksi

Whats New
Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 1.202 Triliun di 2022, Paling Banyak Segmen Korporasi

Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 1.202 Triliun di 2022, Paling Banyak Segmen Korporasi

Whats New
Papan Pemantauan Khusus akan Meluncur Tahun Ini

Papan Pemantauan Khusus akan Meluncur Tahun Ini

Whats New
Dipanggil Jokowi ke Istana, Buwas: Bahas Harga Beras, Bukan 'Reshuffle'

Dipanggil Jokowi ke Istana, Buwas: Bahas Harga Beras, Bukan "Reshuffle"

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+