Salin Artikel

Industri Asuransi Perjalanan Canangkan Target Tinggi di 2022

JAKARTA, KOMPAS.com - Seiring dengan diizinkannya masyarakat untuk mudik, asuransi perjalanan mendapatkan angin segar tahun ini.

Dari katalis positif di awal tahun ini, bisnis asuransi perjalanan kemudian mematok target yang tinggi tahun ini.

Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo Diwe Novara misalnya mematok premi asuransi perjalanan pada tahun 2022 dapat tumbuh sebesar 125 persen.

"Tingginya antusiasme masyarakat untuk melakukan perjalanan ini juga memberikan dampak positif pada perolehan premi Travel Insurance dari Asuransi Jasindo. Hal ini merupakan prestasi tersendiri bagi produk Asuransi Perjalanan yang setelah dua tahun lalu secara berturut-turut mencatatkan kinerja yang kurang optimal akibat adanya pandemi virus Covid-19," kata dia kepada Kompas.com, Rabu (11/5/2022).

Untuk terus mendorong pertumbuhan preminya, ia menyebut, Jasindo juga sudah menyiapkan aplikasi mobile bagi nasabah perorangan. Saat ini, aplikasi mobile tersebut sedang dalam proses pendaftaran ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Dengan menyediakan produk travel insurance yang sesuai dengan kebutuhan pasar, kecepatan proses klaim, dan beragam diskon yang menarik, serta digitalisasi layanan tentunya akan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam memperoleh proteksi yang prima," urai dia.

Ia berharap, Asuransi Jasindo akan mendapatkan dampak positif atas tren meningkatnya mobilitas masyarakat yang sedang terjadi.

Melihat peluang yang sama, PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) baru saja meluncurkan produk asuransi perjalanan bertajuk Easy Trip. Ini adalah asuransi perjalanan yang bisa menemani mudik dan liburan para nasabah.

Direktur Operasional dan TI IFG Life Iskak Hendrawan mengatakan, inovasi produk ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memberikan perlindungan di setiap tahap kehidupan nasabah, sesuai tagline 'Protecting Life Progress'.

"Easy Trip merupakan wujud inovasi kami dengan memanfaatkan teknologi digital dalam memberikan perlindungan bagi nasabah dengan cara yang mudah agar mereka dapat merasa aman dalam perjalanan mudik mereka," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (28/4/2022).

Ia menjelaskan, produk ini mencakup semua jenis perjalanan, mulai dari perjalanan menggunakan mobil atau perjalanan darat, perjalanan laut, hingga perjalanan jauh menggunakan pesawat. Nasabah juga dapat mengatur sendiri masa perlindungannya, masa aktifnya, hingga uang pertanggungannya.

Sepenabuhan menanggapi potensi yang ada, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Bern Dwyanto juga berharap asuransi perjalanan akan tumbuh baik pada tahun 2022 ini.

"Secara spesifik tidak ditargetkan, namun diharapkan dapat mencapai angka Rp 500 miliar," ujar dia kepada Kompas.com, Rabu (11/5/2022).

Berdasarkan catatannya, estimasinya penerimaan premi asuransi perjalanan sejak Januari hingga Mei 2022 sebesar Rp 300 miliar.

Hasil tersebut diakui Bern masih jauh dari pendapatan premi asuransi perjalanan pada tahun 2019.

Ia bilang, jumlah premi yang berhasil dikumpulkan dari asuransi perjalanan pada tahun 2019 sebesar Rp 765 miliar.

Meskipun begitu, pendapatan premi dari asuransi perjalanan menunjukkan pertumbuhan dibandingkan dua tahun belakangan.

Ia menjelaskan, estimasi jumlah ini meningkat sekitar Rp 100 miliar dibandingkan momen mudik lebaran tahun 2021 yang ada di angka Rp 200 miliar.

Sementara, pada tahun 2020 premi asuransi perjalanan pada periode Januari hingga Maret pada saat Ramadhan ada di angka Rp 100 miliar.

Untuk mendongkrak kinerja asuransi perjalanan, Bern menyebut pentingnya kebijakan pemerintah untuk melonggarkan perjalanan domestik, maupun perjalanan luar negeri.

Selain itu, menurut dia asuransi perjalanan juga mampu meningkatkan kinerjanya dengan melakukan kerja sama dengan travel agent, kerja sama dengan maskapai penerbangan, dan kerja sama dengan agen perjalanan religius/keagamaan.

Dengan strategi itu, ia berharap pada tahun ini penerimaan premi dari asuransi perjalanan akan terus meningkat.

Namun demikian, ia menyadari asuransi perjalanan memang belum memiliki porsi yang besar dibandingkan jenis asuransi lainnya. Sedikit catatan, ia menyebut kontribusi asuransi perjalanan terhadap total premi industri asuransi umum memang tidak lebih dari 1 persen atau kurang lebih hanya 0,9 persen.

https://money.kompas.com/read/2022/05/12/131300026/industri-asuransi-perjalanan-canangkan-target-tinggi-di-2022

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Upaya Menteri ESDM Atasi Subsidi BBM Agar Tak 'Jebol'

Ini Upaya Menteri ESDM Atasi Subsidi BBM Agar Tak "Jebol"

Whats New
Tahun Depan Diperkirakan Stagflasi, Masyarakat Menengah ke Bawah Harus Waspada

Tahun Depan Diperkirakan Stagflasi, Masyarakat Menengah ke Bawah Harus Waspada

Whats New
Promo XL Axiata dalam Rangka HUT Ke-77 RI

Promo XL Axiata dalam Rangka HUT Ke-77 RI

Rilis
Bangun Infrastruktur Dasar IKN, Kementerian PUPR dapat Anggaran Rp 20,8 Triliun di 2023

Bangun Infrastruktur Dasar IKN, Kementerian PUPR dapat Anggaran Rp 20,8 Triliun di 2023

Whats New
Respons Pernyataan Ketua MPR, Sri Mulyani: Rasio Utang RI Sudah Turun Tajam

Respons Pernyataan Ketua MPR, Sri Mulyani: Rasio Utang RI Sudah Turun Tajam

Whats New
Jika Harga BBM Naik, Sri Mulyani: Penyaluran Bansos Mengikuti Desain Sebelumnya

Jika Harga BBM Naik, Sri Mulyani: Penyaluran Bansos Mengikuti Desain Sebelumnya

Whats New
Ketua DPR Sebut Belum Ada Usulan Kenaikan Harga BBM dari Pemerintah

Ketua DPR Sebut Belum Ada Usulan Kenaikan Harga BBM dari Pemerintah

Whats New
Pemerintah Targetkan Angka Kemiskinan Ekstrem 0 Persen pada 2024

Pemerintah Targetkan Angka Kemiskinan Ekstrem 0 Persen pada 2024

Whats New
Menkop: Harga Minyak Makan Merah Bisa Lebih Murah dari Minyak Goreng

Menkop: Harga Minyak Makan Merah Bisa Lebih Murah dari Minyak Goreng

Whats New
Menko Perekonomian: Tantangan Hiperinflasi Rasanya Dapat Kita Tangani

Menko Perekonomian: Tantangan Hiperinflasi Rasanya Dapat Kita Tangani

Whats New
Belanja Negara Tahun 2023 Capai Rp 993,2 Triliun, Untuk Apa Saja?

Belanja Negara Tahun 2023 Capai Rp 993,2 Triliun, Untuk Apa Saja?

Whats New
Cintai Produk Lokal UMKM, Blibli Luncurkan Kampanye Maju Tak Gentar Mendukung #PejuangLokal

Cintai Produk Lokal UMKM, Blibli Luncurkan Kampanye Maju Tak Gentar Mendukung #PejuangLokal

Rilis
Anggaran Infrastruktur 2023 Naik Jadi Rp 392 triliun

Anggaran Infrastruktur 2023 Naik Jadi Rp 392 triliun

Whats New
Anggaran Subsidi Energi Turun Tajam pada 2023, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Anggaran Subsidi Energi Turun Tajam pada 2023, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Whats New
BCA Raih 60 Penghargaan di Global Contact Center World Awards Asia Pacific

BCA Raih 60 Penghargaan di Global Contact Center World Awards Asia Pacific

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.