Salin Artikel

Neraca Dagang RI Surplus Selama 24 Bulan, Kontribusi Ekspor Kawasan Berikat dan KITE Capai 40 Persen

Surplus terjadi lantaran nilai ekspor yang lebih tinggi dibanding nilai impor. Direktur Fasilitas Kepabeanan Kementerian Keuangan, Untung Basuki mengatakan, tingginya surplus juga disumbang oleh nilai ekspor pada kawasan berikat (KB) dan KITE.

Tercatat, kawasan tersebut berkontribusi sebesar 40 persen dari total ekspor nasional.

"Kita tahu pertumbuhan ekonomi kita didukung oleh besarnya ekspor nasional meskipun ada isu ekspor yang terkait komoditas. Tapi paling tidak kontribusi kawasan berikat dan KITE untuk ekspor nasional ini kurang lebih sekitar 40 persen," kata Untung dalam diskusi daring, Kamis (2/6/2022).

Sepanjang tahun 2021, kontribusi ekspor komoditas nonmigas di kawasan berikat dan KITE mencapai 41,27 persen, dengan rincian sebesar 38,78 persen di bulan November 2021 dan 48,78 persen di Desember 2022.

Ekspor nonmigas nasional pada kawasan itu mencapai 20,61 miliar dollar AS di Desember 2021 dan mencapai 213,87 miliar dollar AS sepanjang 2021. Sementara itu, kontribusi agregat di tahun 2020 mencapai 40,24 persen.

"Dengan kita menjaga performance dari kawasan berikat dan KITE ini yang berorientasi ekspor dengan kontribusi sekitar 40 persen, maka peran kita adalah bagaimana menjaga ekonomi kita tetap tumbuh," ucap Untung.

Adapun kawasan berikat merupakan tempat penimbunan barang impor dalam daerah pabean yang akan diolah dan diekspor.

Pemerintah memberikan fasilitas fiskal untuk setiap pemasukan barang di kawasan, seperti bea masuk ditangguhkan, serta PPh impor, PPN, PPnBM, dan PPN barang dari lokal tidak dipungut.


Sementara Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) adalah insentif fiskal yang diberikan pemerintah berupa pembebasan/pengembalian bea masuk kepada barang impor (bahan baku) yang akan diolah dan diekspor.

Untung menuturkan, insentif fiskal pada kawasan berikat dan KITE ini menciptakan nilai tambah. Hal tersebut terlihat dari rasio bulanan ekspor impor di kawasan, yang mencapai 3,09 pada November 2021.

"Rasionya 3,9 poin (mtm). Artinya kalau kita mengimpor 1 barang, maka ketika diekspor menjadi 3,9. Ini artinya ada nilai tambah. Inilah kawasan berikat penting bagi kawasan ekspor nasional di mana ada pengolahan nilai tambah yang kita harapkan," sebut Untung.

https://money.kompas.com/read/2022/06/02/141500926/neraca-dagang-ri-surplus-selama-24-bulan-kontribusi-ekspor-kawasan-berikat-dan

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut: Jika Kurs Rupiah Tembus Rp 16.000, Bukan karena Ekonomi RI Enggak Bagus

Luhut: Jika Kurs Rupiah Tembus Rp 16.000, Bukan karena Ekonomi RI Enggak Bagus

Whats New
Kalah Gugatan soal Nikel di WTO, Indonesia Akan Terus Jalankan Hilirisasi

Kalah Gugatan soal Nikel di WTO, Indonesia Akan Terus Jalankan Hilirisasi

Whats New
Tekan Emisi Karbon, BCA Tanam 1.000 Bibit Pohon Durian di Gunung Sasak

Tekan Emisi Karbon, BCA Tanam 1.000 Bibit Pohon Durian di Gunung Sasak

Whats New
Maksimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Kemenperin Permudah Aturan Verifikasi TKDN

Maksimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Kemenperin Permudah Aturan Verifikasi TKDN

Whats New
Petakan Masalah Pangan di RI, BPS Akan Lakukan Sensus Pertanian pada 2023

Petakan Masalah Pangan di RI, BPS Akan Lakukan Sensus Pertanian pada 2023

Whats New
Bersertifikasi TKDN, UMK Diharapkan Tak Lagi Jual Produk Impor

Bersertifikasi TKDN, UMK Diharapkan Tak Lagi Jual Produk Impor

Whats New
Ombudsman RI: Kementan Dinyatakan Lakukan Maladministrasi Terkait Pendataan Kartu Tani untuk Penerima Pupuk Bersubsidi

Ombudsman RI: Kementan Dinyatakan Lakukan Maladministrasi Terkait Pendataan Kartu Tani untuk Penerima Pupuk Bersubsidi

Whats New
Diminta Mundur, Karyawan Jiwasraya Tuntut Hak Dipenuhi

Diminta Mundur, Karyawan Jiwasraya Tuntut Hak Dipenuhi

Whats New
BPJS Orang Kaya Tidak Dibedakan, Begini Penjelasan Menkes

BPJS Orang Kaya Tidak Dibedakan, Begini Penjelasan Menkes

Whats New
PMI Program IJEPA Akan Dapat Pelatihan Bahasa Jepang

PMI Program IJEPA Akan Dapat Pelatihan Bahasa Jepang

Whats New
Ini Kriteria Perusahaan yang Masuk Papan Ekonomi Baru Bursa Efek Indonesia

Ini Kriteria Perusahaan yang Masuk Papan Ekonomi Baru Bursa Efek Indonesia

Whats New
RUU EBT Atur Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

RUU EBT Atur Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Whats New
Pengusaha: Bukan soal Angka Upah, tapi Perubahan Regulasi yang Ganggu Iklim Investasi

Pengusaha: Bukan soal Angka Upah, tapi Perubahan Regulasi yang Ganggu Iklim Investasi

Whats New
Kemenko Perekonomian: Jumlah Startup Indonesia Peringkat 6 Besar Dunia

Kemenko Perekonomian: Jumlah Startup Indonesia Peringkat 6 Besar Dunia

Whats New
Survei Litbang 'Kompas': Bandung Jadi Kota Metropolitan dengan Indeks Literasi Ekonomi Digital Tertinggi

Survei Litbang "Kompas": Bandung Jadi Kota Metropolitan dengan Indeks Literasi Ekonomi Digital Tertinggi

Whats New
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.