Salin Artikel

Mobil Mewah Dilarang Beli Pertalite, Organda: Harus Clear Kriteria dan Klasifikasi Kendaraannya

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah dan Pertamina masih membahas kriteria yang berhak membeli bahan bakar minyak (BBM) solar dan pertalite.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Shafruhan Sinungan meminta pemerintah dan Pertamina mengatur kategori pembeli BBM subsidi sejelas mungkin.

Sebab, jika kategori yang tidak diperbolehkan membeli BBM subsidi hanya sebatas kendaraan mewah maka masih terlalu luas penafsirannya.

"Jangan sampai kebijakan yang dibuat akhirnya konyol. Sebutan mewah ini seperti apa sih klasifikasinya? Tidak jelas (kendaraan mewah) itu masuk kategori apa," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/6/2022).

Dia menambahkan, jika kategori kendaraan mewah dilihat dari ukuran cubical centimeter (cc) kendaraan, tapi di sisi lain ada beberapa merek kendaraan yang memiliki cc kecil pun dapat dikatakan mobil mewah.

Untuk itu, selain dilihat dari ukuran cc kendaraan, pemerintah dan Pertamina juga perlu menegaskan lebih detail lagi klasifikasi kendaraan yang tergolong mewah.

"Justru cc kendaraan kecil pun banyak yang masuk klasifikasi kendaraan mewah. Yang di bawah 1.500 pun ada yang termasuk klasifikasi mewah," ucapnya.

Pasalnya, kendaraan pribadi ini jumlahnya sangat banyak dan terdiri dari berbagai merek dan jenis. Berbeda dengan angkutan umum yang sudah diatur kapasitas mesin, jenis kendaraan, hingga jumlahnya pun terdata di tiap wilayah.

Hal ini supaya ke depannya tidak menjadi multitafsir atau dijadikan celah yang dapat dimanfaatkan pengemudi-pengemudi yang nakal. Padahal seharusnya pengemudi ini tidak berhak membeli BBM subsidi.

"Pada prinsipnya kita mengertilah apa yang dibuat kebijakan oleh pemerintah tapi harus lebih clear kriteria dan klasifikasi kendaraannya," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, pembelian BBM bersubsidi yakni Solar dan Pertalite direncanakan bakal menggunakan aplikasi MyPertamina. Hal ini untuk memastikan penyaluran Solar dan Pertalite bisa tepat sasaran.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T Pertamina Irto Ginting mengatakan, rencana penggunaan MyPertamina dalam pembelian Solar dan Pertalite hingga saat ini masih terus dipersiapkan.

Terkait kriteria yang berhak membeli Solar dan Pertalite, menurutnya, saat ini Pertamina bersama pemerintah juga masih melakukan pembahasan untuk menentukan kriteria yang tepat.

"Jadi masih dalam proses, yang utama saat ini adalah penentuan kriteria penerima subsidi," ujarnya kepada Kompas.com, dikutip Kamis (2/6/2022).

Para pelanggan nantinya akan diminta untuk mengisi data diri di aplikasi MyPertamina. Kemudian data yang sudah masuk tersebut akan diverifikasi oleh pihak BPH Migas untuk memastikan bahwa pembeli Solar dan Pertalite memang merupakan pelanggan yang berhak.

Dengan demikian, mobil mewah tidak bisa lagi membeli BBM bersubsidi, terutama Pertalite. Mengingat Pertalite sudah menjadi Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), sehingga produksi dan penyaluran menjadi diawasi pemerintah, serta dapat disubsidi melalui pemberian kompensasi ke Pertamina.

Selain itu, harga Pertalite juga diatur oleh pemerintah, yang saat ini harga jualnya masih ditahan di tengah kenaikan harga minyak mentah, sehingga memiliki gap yang besar dengan harga keekonomiannya.

Adapun harga jual Pertalite ditetapkan sebesar Rp 7.650 per liter, sementara menurut perhitungan pemerintah harga keekonomian Pertalite mencapai Rp 12.556 per liter dengan asumsi harga minyak mentah di kisaran 100 dollar AS per barrel.

https://money.kompas.com/read/2022/06/03/163600626/mobil-mewah-dilarang-beli-pertalite-organda-harus-clear-kriteria-dan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Transisi ke EBT, KAI Pasang Solar Panel di Stasiun dan Perkantoran

Transisi ke EBT, KAI Pasang Solar Panel di Stasiun dan Perkantoran

Whats New
KawanCicil Fasilitasi Kredit Sindikasi dengan 12 BPR

KawanCicil Fasilitasi Kredit Sindikasi dengan 12 BPR

Rilis
Jokowi Sebut Tahun 2023 Akan Lebih Gelap, Akibat Perang Rusia-Ukraina

Jokowi Sebut Tahun 2023 Akan Lebih Gelap, Akibat Perang Rusia-Ukraina

Whats New
Raker dengan Komisi XI DPR, Bos Garuda Jelaskan Hasil PKPU

Raker dengan Komisi XI DPR, Bos Garuda Jelaskan Hasil PKPU

Whats New
Duduk Perkara Esteh Indonesia Somasi Konsumen Usai Kritik Produk Minumannya

Duduk Perkara Esteh Indonesia Somasi Konsumen Usai Kritik Produk Minumannya

Whats New
Menaker: Jika Pekerja Tidak Ikut Program Jamsostek, Tidak Ada Jalan Dapatkan BSU

Menaker: Jika Pekerja Tidak Ikut Program Jamsostek, Tidak Ada Jalan Dapatkan BSU

Whats New
Lowongan Kerja BCA untuk Lulusan S1 Fresh Graduate, Ini Persyaratannya

Lowongan Kerja BCA untuk Lulusan S1 Fresh Graduate, Ini Persyaratannya

Work Smart
Dirut Japfa Indonesia Handojo Santosa Tutup Usia

Dirut Japfa Indonesia Handojo Santosa Tutup Usia

Whats New
Suku Bunga Acuan BI Naik, Bank Mandiri Bersiap Kerek Bunga Kredit

Suku Bunga Acuan BI Naik, Bank Mandiri Bersiap Kerek Bunga Kredit

Whats New
Ini 6 Rute Penerbangan Baru di Bandara Juanda, Mulai September 2022

Ini 6 Rute Penerbangan Baru di Bandara Juanda, Mulai September 2022

Whats New
Banyak Daerah Sering Mati Listrik, Kebijakan Konversi ke Kompor Listrik Diminta Tak Dipaksakan

Banyak Daerah Sering Mati Listrik, Kebijakan Konversi ke Kompor Listrik Diminta Tak Dipaksakan

Whats New
IHSG Parkir di Zona Merah, Saham Energi Rontok

IHSG Parkir di Zona Merah, Saham Energi Rontok

Whats New
BSU Tahap III Cair, Ini Cara Daftar Akun dan Cara Cek Status via kemnaker.go.id

BSU Tahap III Cair, Ini Cara Daftar Akun dan Cara Cek Status via kemnaker.go.id

Whats New
Adu Tarif Listrik PLN Indonesia Vs TNB Malaysia, Lebih Murah Mana?

Adu Tarif Listrik PLN Indonesia Vs TNB Malaysia, Lebih Murah Mana?

Whats New
Minyakita Kembali Dikirim ke Maluku via Tol Laut, Kemenhub: Harga Jualnya Harus Lebih Murah

Minyakita Kembali Dikirim ke Maluku via Tol Laut, Kemenhub: Harga Jualnya Harus Lebih Murah

Rilis
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.