Salin Artikel

Risiko Global Meningkat, Bos OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan Harus Waspada

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meminta pelaku sektor jasa keuangan untuk waspada seiring meningkatnya risiko global. Ketidakpastian kondisi ekonomi global yang masih terus berlangsung akan berpengaruh pada perekonomian Indonesia.

Saat ini perekonomian dunia terngah menghadapi episode baru yakni normalisasi kebijakan fiskal dan moneter di Amerika Serikat (AS), usai Bank Sentral AS atau Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin.

"Ini tidak boleh kita anggap enteng, belum pernah dalam 24 tahun terakhir The Fed menaikkan 75 basis poin," ujar Wimboh dalam acara Pertemuan Nasional Pengawasan Market Conduct SJK, Kamis (7/7/2022).

Ia menjelaskan, imbas dari kenaikan suku bunga AS yang agresif itu membuat keluarnya dana asing (capital outflow) dari negara-negara emerging market, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat kurs rupiah pun melemah menjadi hampir rmenyentuh Rp 15.000 per dollar AS.

Di sisi lain, ekonomi AS juga terancam mengalami resesi karena kebijakan suku bunga agresif untuk menekan lonjakan inflasi. Jika negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu mengalami resesi ekonomi, tentu bakal berdampak pada ekonomi global, tak terkecuali RI.

Risiko global juga terjadi karena terganggunya rantai pasok global akibat perang Rusia dan Ukraina, terutama pada pasokan komoditas energi yang menjadi terbatas. Beberapa negara bahkan telah mengalami hyperinflation, seperti Turki yang inflasinya mencapai 78,6 persen dan Argentina 58 persen.

"Kita perlu waspada karena dampak ketidakpastian ekonomi global, di mana kita juga tidak tahu kapan konflik politik Rusia-Ukraina selesai. Ini harus tetap kita waspadai dan stay alert mengenai hal ini," jelas dia.

Pada perekonomian domestik, lanjut Wimboh, inflasi mengalami peningkatan meski tak setinggi dibandingkan negara lainnya. Laju inflasi Juni 2022 tercatat sebesar 4,35 persen (year on year/yoy) atau yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Ia mengatakan, seiring meningkatnya laju inflasi Indonesia, para pemangku kepentingan, termasuk OJK harus mampu merespons kondisi ekonomi global dengan kebijakan yang tepat.

"Ini tentunya tidak boleh anggap enteng, sehingga seluruh pemangku kepentingan harus bagaimana bisa mendesain kebijakan-kebijakan kita, terutama juga koordinasi dengan Bank Indonesia dan Kemenkeu dalam mendesain berbagai kebijakan," paparnya.

Kendati demikian, dari sisi kredit perbankan nasional tercatat tetp tumbuh sebesar 9,03 persen secara tahunan (yoy) dan 4,23 persen secara bulanan (mtm). Begitu pula pada sektor Industri Keuangan Non-Bank yang masih melanjutkan tren positif.

Pada Mei 2022, premi asuransi umum tumbuh 15,12 persen (yoy), meski premi asuransi jiwa tercatat terkontraksi -4,11 persen (yoy). Sementara piutang pembiayaan tercatat sebesar Rp 379 triliun dengan pertumbuhan sebesar 4,5 persen (yoy).

https://money.kompas.com/read/2022/07/07/164600726/risiko-global-meningkat-bos-ojk-sebut-sektor-jasa-keuangan-harus-waspada

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Analis Proyeksi Tren Pelemahan IHSG Masih Berlanjut Hari Ini

Dua Analis Proyeksi Tren Pelemahan IHSG Masih Berlanjut Hari Ini

Whats New
Dibayangi Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi, Harga Minyak Mentah Dunia Variatif

Dibayangi Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi, Harga Minyak Mentah Dunia Variatif

Whats New
Pemanfaatan Data 'Real Time' Mampu Tingkatkan Daya Saing Perusahaan

Pemanfaatan Data "Real Time" Mampu Tingkatkan Daya Saing Perusahaan

Whats New
Lowongan Kerja BUMN Sucofindo untuk S1 Teknik, Ini Persyaratannya

Lowongan Kerja BUMN Sucofindo untuk S1 Teknik, Ini Persyaratannya

Whats New
Bunga Simpanan Sudah Naik, BTPN Ancang-ancang Naikkan Suku Bunga Kredit

Bunga Simpanan Sudah Naik, BTPN Ancang-ancang Naikkan Suku Bunga Kredit

Whats New
Hadapi Tantangan Global 2023, Industri Perbankan RI Masih Aman? Ini Kata Bos BTPN

Hadapi Tantangan Global 2023, Industri Perbankan RI Masih Aman? Ini Kata Bos BTPN

Whats New
Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Ini Jurus Kementerian PUPR

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Ini Jurus Kementerian PUPR

Whats New
Jokowi Sebut Indonesia Berhasil Menjaga Inflasi 2022, Apa itu Inflasi? Simak Penyebab dan Dampaknya

Jokowi Sebut Indonesia Berhasil Menjaga Inflasi 2022, Apa itu Inflasi? Simak Penyebab dan Dampaknya

Whats New
Diminta Jokowi 'Eman-Eman' Gunakan Uang Negara, Ini Respons Sri Mulyani

Diminta Jokowi 'Eman-Eman' Gunakan Uang Negara, Ini Respons Sri Mulyani

Whats New
Simak, Ini Ketentuan Pemberian Cuti di Luar Tanggungan Negara bagi PNS

Simak, Ini Ketentuan Pemberian Cuti di Luar Tanggungan Negara bagi PNS

Whats New
[POPULER MONEY] Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh 5 Persen 2023 | Jokowi Minta Sri Mulyani Hemat APBN

[POPULER MONEY] Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh 5 Persen 2023 | Jokowi Minta Sri Mulyani Hemat APBN

Whats New
RI Bidik Ekspor Produk Biomassa Cangkang Sawit ke  Jepang

RI Bidik Ekspor Produk Biomassa Cangkang Sawit ke Jepang

Whats New
Cara Top Up DANA lewat BSI Mobile dan ATM BSI dengan Mudah

Cara Top Up DANA lewat BSI Mobile dan ATM BSI dengan Mudah

Spend Smart
Kemenaker Dorong Perusahaan Segera Daftarkan Pekerjanya yang Belum Terdaftar Jamsostek

Kemenaker Dorong Perusahaan Segera Daftarkan Pekerjanya yang Belum Terdaftar Jamsostek

Whats New
Mie Sedaap Ditarik di Hong Kong, Ini Kata BPOM

Mie Sedaap Ditarik di Hong Kong, Ini Kata BPOM

Whats New
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.