Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Erick Thohir: Jangan Sampai BBM Subsidi untuk Nelayan Tradisional Dipakai Pemain Besar

Erick mengatakan, ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam mendorong nelayan tradisional lebih sejahtera.

Pertama, ia bilang, nelayan butuh kepastian untuk solar yang dibutuhkan. Pihaknya juga telah menawarkan nelayan untuk membentuk koperasi untuk menyaluran BBM subsidi.

"Koperasi ini dapat menjadikan tempat kami drop Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diperlukan. Jadi datanya juga detil dan jelas. Jangan sampai sudah di-drop tidak ke nelayan malah dipakai orang lain lagi," kata dia setelah acara Musyawarah Nasional IV Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Tahun 2022 (MUNAS IV KNTI 2022) di Jakarta, Selasa (19/7/2022).

Ia menambahkan, jangan sampai BBM subsidi untuk nelayan tidak tepat sasaran dan justru dinikmati oleh pemain-pemain besar.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina KNTI Riza Damanik mengatakan, sekitar 60 persen dari biaya melaut nelayan tradisional itu untuk kebutuhan BBM.

Tak hanya itu, Erick menyoroti bagaimana ibu-ibu nelayan dapat menjadi kekuatan ekonomi tambahan untuk para nelayan.

"PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar) itu sudah bekerja bersama ibu-ibu dengan total pembiayaan Rp 1,6 triliun. Padahal total pembiayaan PNM Mekaar ibu-ibu di desa yang jumlahnya Rp 40 triliun lebih, masih terlalu kecil. Mestinya, perlu ditingkatkan lagi ibu-ibu nelayan," imbuh dia.

"Kalau dibilang sulit, Rp 1,6 triliun sudah disalurkan, kalau mau. PNM Mekaar itu total nasabahnya sudah 12,7 juta. Jadi kalau sebanyak itu sudah mendapatkan berarti tidak sulit. Tinggal mau atau tidak," timpal dia.

Selain itu, mantan bos Inter Milan tersebut juga mendorong nelayan untuk mulai memikirkan opsi lain dalam mencari pendapatan, salah satunya adalah budidaya.

Sebab, menurut Erick, hal ini sebagai alternatif dan langkah antisipatif dalam pencarian ikan di laut yang kadang tidak dapat dipastikan hasilnya.

Lebih lanjut, nelayan juga diminta untuk dapat melihat kemungkinan-kemungkinan lain untuk meningkatkan hasil tangkapannya. Misalnya, nelayan dapat mulai menggunakan teknologi tenaga surya untuk mesin kapal atau menggunakan alat sensor untuk mengetahui keberadaan ikan.

Ia berharap dengan demikian, biaya pengeluaran yang diperlukan nelayan untuk melaut dapat ditekan.

"BUMN tengah berjuang menciptakan ekosistem usaha yang berpihak pada kesejahteraan nelayan, terutama nelayan kecil dan tradisional," tandas dia.

https://money.kompas.com/read/2022/07/19/173000926/erick-thohir--jangan-sampai-bbm-subsidi-untuk-nelayan-tradisional-dipakai

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Kemenkop-UKM Punya Waktu 2 Tahun untuk Bedakan Koperasi 'Close Loop' dan 'Open Loop'

Kemenkop-UKM Punya Waktu 2 Tahun untuk Bedakan Koperasi "Close Loop" dan "Open Loop"

Whats New
Simak Besaran Gaji Polisi Berpangkat Kompol, AKBP, dan Kombes

Simak Besaran Gaji Polisi Berpangkat Kompol, AKBP, dan Kombes

Work Smart
4 Lelang Rumah Murah di Tangerang, Nilai Limit Rp 100 Juta-Rp 200 Jutaan

4 Lelang Rumah Murah di Tangerang, Nilai Limit Rp 100 Juta-Rp 200 Jutaan

Spend Smart
Stok di AS Naik Drastis, Harga Minyak Dunia Anjlok 3 Persen

Stok di AS Naik Drastis, Harga Minyak Dunia Anjlok 3 Persen

Whats New
Daftar 10 Saham yang Paling Banyak Diborong Asing Kemarin

Daftar 10 Saham yang Paling Banyak Diborong Asing Kemarin

Whats New
Cara Dapat Diskon Tiket Kereta Api Khusus Alumni Unair

Cara Dapat Diskon Tiket Kereta Api Khusus Alumni Unair

Spend Smart
The Fed Kembali Naikkan Suku Bunga, Kali Ini Hanya 25 Bps

The Fed Kembali Naikkan Suku Bunga, Kali Ini Hanya 25 Bps

Whats New
Sinergi Dirjenbun Kementan dan Bupati Kediri Perkuat Pengembangan Perkebunan di Kediri

Sinergi Dirjenbun Kementan dan Bupati Kediri Perkuat Pengembangan Perkebunan di Kediri

Rilis
5,47 Juta Turis Asing Berkunjung Sepanjang 2022, Terbanyak dari Malaysia

5,47 Juta Turis Asing Berkunjung Sepanjang 2022, Terbanyak dari Malaysia

Whats New
Erick Thohir ke Himbara: Kerja Harus 'Sat Set', Dorong Digitalisasi

Erick Thohir ke Himbara: Kerja Harus "Sat Set", Dorong Digitalisasi

Whats New
Pergerakan IHSG Diproyeksi Stagnan, Cermati Saham-saham Berikut

Pergerakan IHSG Diproyeksi Stagnan, Cermati Saham-saham Berikut

Whats New
Catatan BPS, Pemerintah Harus Cermat Tetapkan Kebijakan agar Tak Kerek Inflasi

Catatan BPS, Pemerintah Harus Cermat Tetapkan Kebijakan agar Tak Kerek Inflasi

Whats New
Tekan Impor Susu, Erick Thohir Ajak Kerja Sama Frisian Flag

Tekan Impor Susu, Erick Thohir Ajak Kerja Sama Frisian Flag

Whats New
Bocoran Luhut soal Subsidi Motor Listrik dan Diskon PPN Mobil Listrik

Bocoran Luhut soal Subsidi Motor Listrik dan Diskon PPN Mobil Listrik

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+