Salin Artikel

Variatif, Harga Minyak Mentah Masih di Bawah 100 Dollar AS

Pergerakan harga minyak mentah didukung berbagai sentimen antara lain investor mempertimbangkan pembicaraan kesepakatan nuklir AS-Iran dan potensi penurunan permintaan akibat perlambatan ekonomi.

Mengutip Bloomberg, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) mencapai 90 dollar AS per barrel atau turun 0,24 persen setelah sempat menguat pada akhir pekan lalu. Sementara itu, minyak mentah jenis Brent naik 1,8 persen menjadi 96,65 dollar AS per barrel.

Ketidakpastian seputar pasokan Iran membantu minyak mentah melayang lebih tinggi di pasar di mana kekurangan telah diperburuk oleh sanksi terhadap energi Rusia.

Sebuah rancangan teks untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 telah diajukan oleh Uni Eropa, dan AS dan Iran memiliki waktu berminggu-minggu untuk memutuskan apakah akan menerimanya, pejabat Eropa yang mengetahui negosiasi tersebut mengatakan pada hari Senin.

Rebecca Babin, pedagang energi senior di CIBC Private Wealth Management mengatakan, pembicaraan seputar kemungkinan kembalinya pasokan Iran terus membuat pasar bingung.

“Pada saat yang sama, volume perdagangan tetap cukup hangat dan tidak perlu banyak menggerakkan pasar saat ini," ujar Rebecca.

Data yang dirilis selama akhir pekan menunjukkan impor minyak mentah China naik pada Juli dari level terendah dalam empat tahun karena aktivitas perjalanan dan transportasi membaik setelah pembatasan Covid-19 mereda.

Sementara itu, Goldman Sachs Group Inc. memangkas perkiraan harga jangka pendeknya. Bank sebelumnya memprediksi 140 dollar AS per barrel untuk Brent pada kuartal ketiga, tetapi sekarang menjadi 110 dollar AS per barrel.

“Harga minyak turun, tapi tidak tersalurkan. Kami berharap pasar minyak akan tetap dalam defisit yang tidak berkelanjutan dengan harga saat ini,” kata Damien Courvalin, mengatakan dalam catatan 7 Agustus.

Harga minyak mentah telah bergejolak pada tahun 2022, melonjak di bulan-bulan pembukaan tahun ini setelah invasi Rusia ke Ukraina. Namun, tenggelam dari Juni karena kekhawatiran perlambatan global semakin meningkat. Di sisi lain, inflasi yang meningkat telah mendorong bank sentral, termasuk Federal Reserve, untuk menaikkan suku bunga.

https://money.kompas.com/read/2022/08/09/080400226/variatif-harga-minyak-mentah-masih-di-bawah-100-dollar-as

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bursa Asia Cerah, IHSG Ditutup Melemah

Bursa Asia Cerah, IHSG Ditutup Melemah

Whats New
Jokowi: RI Jadi Titik Terang di Tengah Gelapnya Ekonomi Global, Tapi Tetap Perlu Waspada

Jokowi: RI Jadi Titik Terang di Tengah Gelapnya Ekonomi Global, Tapi Tetap Perlu Waspada

Whats New
PUPR Siapkan 200 Unit Rumah Risha untuk Korban Gempa Cianjur

PUPR Siapkan 200 Unit Rumah Risha untuk Korban Gempa Cianjur

Whats New
Harga BBM Non-subsidi Pertamina Naik, Bandingkan dengan Shell dan BP-AKR

Harga BBM Non-subsidi Pertamina Naik, Bandingkan dengan Shell dan BP-AKR

Whats New
GoTo Sedang Fokus Efisiensi, Kerja Sama dengan TBS Energi Tetap Berjalan Baik

GoTo Sedang Fokus Efisiensi, Kerja Sama dengan TBS Energi Tetap Berjalan Baik

Whats New
Inflasi Turun, Daya Beli Petani Naik pada November 2022

Inflasi Turun, Daya Beli Petani Naik pada November 2022

Whats New
Hadapi Tantangan Ekonomi Global 2023, Ini 5 Bauran Kebijakan BI

Hadapi Tantangan Ekonomi Global 2023, Ini 5 Bauran Kebijakan BI

Whats New
BPS Ungkap Harga Beras, Tahu, Tempe, Telur Ayam Ras Masih Naik per November 2022

BPS Ungkap Harga Beras, Tahu, Tempe, Telur Ayam Ras Masih Naik per November 2022

Whats New
Program Penanaman Bakau di Tahura Ngurah Rai Bali Milik QNET Raih Penghargaan ISDA 2022

Program Penanaman Bakau di Tahura Ngurah Rai Bali Milik QNET Raih Penghargaan ISDA 2022

Rilis
Utang Indonesia Capai Rp 7.496 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman

Utang Indonesia Capai Rp 7.496 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman

Whats New
4 Hari Berturut-turut Saham GOTO Sentuh ARB, Masih Akan Melemah Lagi?

4 Hari Berturut-turut Saham GOTO Sentuh ARB, Masih Akan Melemah Lagi?

Whats New
Platform Pesan-Antar Makanan DoorDash Bakal PHK 1.250 Karyawannya

Platform Pesan-Antar Makanan DoorDash Bakal PHK 1.250 Karyawannya

Whats New
Kementerian PUPR: 1.400 Hektar Lahan di IKN Nusantara Diminati Banyak Investor

Kementerian PUPR: 1.400 Hektar Lahan di IKN Nusantara Diminati Banyak Investor

Whats New
Di Depan Jokowi, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI dalam Tren Pemulihan Berkat Kerja Keras APBN

Di Depan Jokowi, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI dalam Tren Pemulihan Berkat Kerja Keras APBN

Whats New
Saham Teknologi Lagi-lagi Rontok, IHSG Sesi I Ditutup Melemah

Saham Teknologi Lagi-lagi Rontok, IHSG Sesi I Ditutup Melemah

Whats New
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.