Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bisnis Ponselnya Remuk Redam, BlackBerry Terjun ke Otomotif

KOMPAS.com - Sempat merajai pasar ponsel pintar di sejumlah negara, termasuk Indonesia, BlackBerry kini tidak ada lagi gaungnya. Masa kejayaannya sudah habis.

BlackBerry pernah berjaya dalam industri smartphone setelah sukses menyingkirkan Nokia. Pada tahun 2008, perusahaan ini bernilai 84 miliar dollar AS. Produk-produknya pun digemari banyak orang.

Saking jayanya, Mike Lazaridis dan Jim Balsillie yang adalah mantan co CEO BlackBerry, perusahaan yang sebelumnya bernama Research in Motion (RIM), meremehkan kedatangan Apple iPhone yang diperkenalkan Steve Jobs di tahun 2007.

Yang terjadi belakangan, ketenaran ponsel BlackBerry malah digilas iPhone. Nasibnya kian suram setelah dikangkangi ponsel-ponsel pintar berbasis Android yang sebelumnya juga diremehkan manajemen BlackBerry.

BlackBerry percaya diri dengan tampilan khasnya berupa keypad Qwerty dan meremehkan Apple dan ponsel Android yang mengandalkan layar sentuh (touchscreen). Namun tren pasar berbalik arah.

RIM memutuskan merilis BlackBerry Storm dengan navigasi layar sentuh yang dulunya sempat diledeknya. Namun semua upaya manajemen sudah terlambat. BlackBerry sudah terlanjur jatuh dan sulit bangkit kembali di bisnis ponsel.

Beralih ke otomotif

Saat ini, bisnis ponsel BlackBerry bisa dikatakan gagal total. Lantaran nyaris sudah tak ada lagi harapan, paten ponselnya dijual kepada Catapult IP Innovations Inc. senilai 600 juta dollar AS.

Paten-paten tersebut termasuk paten legasinya untuk mobile device atau perangkat mobile, serta kategori messaging and wireless networking alias layanan pesan dan jaringan nirkabel.

Bernasib tak mujur di bisnis handphone, BlackBerry kini fokus terjun ke industri otomotif. Bukan sebagai pembuat mobil maupun suku cadangnya, melainkan sebagai produsen pengembang perangkat lunak alias Internet of things atau IoT pada kendaraan.

Dikutip dari laman resmi perusahaan, perangkat lunak tersebut yakni QNX yang diklaim sudah ditanam di lebih dari 215 juta kendaraan dari berbagai pabrikan otomotif.

QNX sendiri merupakan perangkat lunak untuk keselamatan berkendara. Di industri yang sama, perusahaan ini bersaing dengan Aptiv, Denso, Ford, GM, Hyundai, LG Electronics, Magna, dan Volvo.

BlackBerry bahkan menyebut kalau QNX merupakan pemimpin pasar IoT otomotif, di mana perangkat ini sudah digunakan di BMW, Bosch, Honda, Mercedez, Toyota, hingga Visteon.

Menurut situs perusahaan, BlackBerry memprediksi bisa meraup pendapatan sekitar 560 juta dollar AS di kuartal pertama tahun 2023.

“BlackBerry akan terus menjadi pemimpin pasar. Kendaraan otonom di masa mendatang akan terhubung dengan pengembangan kota pintar. Sehingga dua pasar utama yang dilayani saat ini, IoT dan keamanan siber, akan saling bergantung, dan pertumbuhan kami di industri otomotif akan mempercepat bisnis perangkat lunak kami," ucap John Chen, CEO BlackBerry.

Teranyar, BlackBerry ikut mengembangkan IoT pada sederet merek mobil listrik. Salah satunya kokpit cerdas pada sedan full listrik pertama produksi usaha patungan Renault-Jiangling.

Kokpit digital pada Yi menampilkan desain layar dual-linked dengan instrumentasi LCD penuh dan konsol tengah yang luas.

kokpit cerdas itu menampilkan segudang fitur seperti In-Vehicle Infotainment (IVI), Voice and Gesture Recognition, Advanced Driver Assistance System (ADAS), serta Head-Up Display (HUD).

Kokpit pada kendaraan listrik Renault itu juga akan mendapatkan fungsi augmented reality, kecerdasan buatan, dan hologram serta kontrol untuk lampu sekitar dan kursi cerdas.

Kokpit juga memungkinkan tingkat personalisasi yang signifikan baik untuk pengemudi maupun penumpang.

https://money.kompas.com/read/2022/08/15/092359226/bisnis-ponselnya-remuk-redam-blackberry-terjun-ke-otomotif

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nasabah Wanaartha Life Ajukan PKPU, Tim Likuidasi: Bukan Berarti Mereka Tak Percaya

Nasabah Wanaartha Life Ajukan PKPU, Tim Likuidasi: Bukan Berarti Mereka Tak Percaya

Whats New
Seller Shopee Jual Minyakita di Atas HET, Manajemen: Kami akan Turunkan

Seller Shopee Jual Minyakita di Atas HET, Manajemen: Kami akan Turunkan

Whats New
Dukung Ekosistem Ekonomi Digital, Bank Jago: Yang Diperlukan adalah Keberanian dan Keberpihakan

Dukung Ekosistem Ekonomi Digital, Bank Jago: Yang Diperlukan adalah Keberanian dan Keberpihakan

Whats New
DPR Singgung Kementan Klaim Beras Surplus, Bapanas: 6 Bulan Terakhir Defisit

DPR Singgung Kementan Klaim Beras Surplus, Bapanas: 6 Bulan Terakhir Defisit

Whats New
Soal 'Reshuffle' Kabinet, Mendag Zulhas: Saya Urusannya Cabai, Beras, Minyak Goreng

Soal "Reshuffle" Kabinet, Mendag Zulhas: Saya Urusannya Cabai, Beras, Minyak Goreng

Whats New
Cegah Kelangkaan Minyakita, Mendag Zulhas: Kita Tambah Stok 50 Persen, Jadi 450.000 Ton

Cegah Kelangkaan Minyakita, Mendag Zulhas: Kita Tambah Stok 50 Persen, Jadi 450.000 Ton

Whats New
IHSG Ditutup Melemah, Ini Saham yang Jadi 'Top Losers' LQ45

IHSG Ditutup Melemah, Ini Saham yang Jadi "Top Losers" LQ45

Whats New
Bahlil: Cari Investor Susah, yang Ada Harus Dikawal dengan Baik

Bahlil: Cari Investor Susah, yang Ada Harus Dikawal dengan Baik

Whats New
Cegah Kerugian Negara, BPK Mulai Audit Keuangan BUMN

Cegah Kerugian Negara, BPK Mulai Audit Keuangan BUMN

Whats New
9 Emiten Indonesia Masuk Daftar ASEAN Asset Class

9 Emiten Indonesia Masuk Daftar ASEAN Asset Class

Whats New
BRI Telah Salurkan KUR Rp 909 Triliun Selama 2015-2022

BRI Telah Salurkan KUR Rp 909 Triliun Selama 2015-2022

Whats New
PIP Catat Realisasi Pembiyaan Ultra Mikro Capai Rp 8,13 Triliun di 2022

PIP Catat Realisasi Pembiyaan Ultra Mikro Capai Rp 8,13 Triliun di 2022

Whats New
Dinas TPHP Kalteng Sebut Food Estate Bantu Tumbuhkan Indeks Pertanian dan Ekonomi Petani

Dinas TPHP Kalteng Sebut Food Estate Bantu Tumbuhkan Indeks Pertanian dan Ekonomi Petani

Rilis
Sandiaga: Presiden Minta Target Kunjungan Wisatawan di 2023 Terpenuhi dengan Penyelenggaraan Event-event Berkualitas

Sandiaga: Presiden Minta Target Kunjungan Wisatawan di 2023 Terpenuhi dengan Penyelenggaraan Event-event Berkualitas

Whats New
Update Rekrutmen CASN 2023: Instansi Diminta Mendata Kebutuhan Formasi

Update Rekrutmen CASN 2023: Instansi Diminta Mendata Kebutuhan Formasi

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+