Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

BNI Siap Bantu Tursinih yang Tak Bisa Cairkan Bansos gara-gara Tanda Titik di KTP

Penerima bansos, Tursinih (62), tidak dapat menggunakan kartu bansos yang berupa kartu debit BNI untuk mencairkan dananya. Padahal bansos ini sudah diterima sejak 21 Mei 2021.

Tursinih mengaku keluarganya telah menghubungi pihak BNI via telepon. Namun menurut pegawai Bank BNI yang dihubungi, bank tidak bisa meneruskan proses transaksi jika ada tanda baca titik di kartu ATM Tursinih. Sebab, komputer server bank tidak bisa membaca tanda titik di nama Tursinih.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo Budiprabowo mengatakan, berdasarkan penelusuran BNI, kejadian ini memang terjadi di Indramayu. Namun, bukan terjadi di kantor cabang BNI melainkan di e-Warong agen46 atau laku pandai BNI.

Oleh karenanya, pihak BNI tidak pernah menyarankan penerima bansos tersebut untuk menyelesaikan masalahnya dengan menghilangkan tanda titik di KTP melalui Dukcapil Pusat. Kendati demikian, BNI berkomitmen untuk segera membantu menyelesaikan kasus tersebut.

"Saat ini Kantor Cabang BNI Indramayu tengah mengupayakan untuk membantu langsung transaksi di E-Warong dari penerima bansos dimaksud," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (21/9/2022) malam.

Dia mengaku, selama ini BNI tidak pernah mendapati laporan kejadian yang serupa. Namun, dia mengimbau kepada penerima bansos lain apabila terjadi permasalahan serupa agar langsung mendatangi kantor cabang BNI terdekat atau menghubungi BNI Call 1500046.

"Selama penyaluran Bansos, kami tidak pernah menemukan masalah seperti kejadian ini pada sistem kami. Ketersaluran dana Bansos sampai ke penerima manfaat juga menjadi perhatian utama kami, khususnya dalam membantu pemerintah demi meringankan beban masyarakat di masa pemulihan ekonomi tahun ini," jelasnya.

Dalam menyalurkan bansos agar dapat diterima dnegan baik oleh penerima manfaat, BNI selalu berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten atau Kota, Dinas Sosial, Satuan Tugas COVID, Aparat Keamanan, hingga Pendamping Bansos.

Pasalnya, BNI berkomitmen untuk menyalurkan bantuan sosial atau Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan bansos program sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) agar diterima dengan baik oleh Keluarga Penerima Manfaat.

"Tentunya kami turut prihatin dengan kejadian tersebut, dan BNI berkomitmen untuk membantu menyelesaikan kejadian Ibu Turnisih secepatnya," ucap Okki.

Diberitakan sebelumnya, Seorang penerima bantuan sosial (bansos) asal Indramayu, Jawa Barat kebingungan lantaran kartu bansos berupa kartu debit BNI yang sudah dia terima setahun lalu tidak bisa dicairkan dananya karena tanda titik pada kartu tanda penduduk (KTP) miliknya.

Berdasarkan berita sebelumnya, Tursinih Bt. Darwa, itulah nama yang tertera pada KTP dan Kartu Keluarga milik penerima bansos asal Indramayu tersebut. Jika dicermati, terdapat tanda titik setelah 'Bt' yang dapat dibaca binti.

Tursinih (62) mestinya menerima bansos dari pemerintah sejak 21 Mei 2021, untuk kemudian bisa ditukarkan dengan beras dan telur di e-toko atau toko yang sudah bekerja sama dengan dinas sosial setempat.

Namun, alih-alih menerima bansos senilai Rp 180.000, kartu debit milik Tursinih tidak memiliki saldo. Baik e-toko maupun petugas Bansos di kecamatan mengatakan, kartu Tursinih selalu ditolak saat diproses karena pada nama di KTP Tursinih tertera tanda titik.

Tursinih mengaku keluarganya telah menghubungi pihak BNI via telepon. Namun menurut pegawai Bank BNI yang dihubungi, bank tidak bisa meneruskan proses transaksi jika ada tanda baca titik di kartu ATM Tursinih. Sebab, komputer server bank tidak bisa membaca tanda titik di nama Tursinih.

Pada Selasa (20/9/2022), Tursinih akhirnya mengajukan perubahan nama di KTP ke Dinas Penduduk dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Indramayu yang jarak dari rumahnya di Bongas sejauh 77 km atau lebih dari dua jam jarak tempuhnya dengan kendaraan.

https://money.kompas.com/read/2022/09/22/104700126/bni-siap-bantu-tursinih-yang-tak-bisa-cairkan-bansos-gara-gara-tanda-titik-di

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Cek Kendaraan Terkena Tilang Elektronik atau Tidak

Cara Cek Kendaraan Terkena Tilang Elektronik atau Tidak

Spend Smart
Daftar UMR Tegal 2023: Kota Tegal dan Kabupaten Tegal

Daftar UMR Tegal 2023: Kota Tegal dan Kabupaten Tegal

Work Smart
Sudah Impor, Harga Beras Tetap Mahal, Oknum Disalahkan

Sudah Impor, Harga Beras Tetap Mahal, Oknum Disalahkan

Whats New
Sumur Migas di Lepas Pantai Karawang Jawa Barat Siap Dioperasikan

Sumur Migas di Lepas Pantai Karawang Jawa Barat Siap Dioperasikan

Whats New
Pemkab Lamongan Salurkan BPJS Ketenagakerjaan kepada 8.000 Nelayan

Pemkab Lamongan Salurkan BPJS Ketenagakerjaan kepada 8.000 Nelayan

Whats New
Mentan SYL: Badan Karantina Pertanian Bukan Penjaga Pintu, Mereka 'Energizer' Ekspor dan Impor

Mentan SYL: Badan Karantina Pertanian Bukan Penjaga Pintu, Mereka "Energizer" Ekspor dan Impor

Rilis
Hampir Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Beroperasi Juli 2023

Hampir Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Beroperasi Juli 2023

Whats New
Ramai Belanja Pakai Voucher Dibatalkan Otomatis, Ini Penjelasan Tokopedia

Ramai Belanja Pakai Voucher Dibatalkan Otomatis, Ini Penjelasan Tokopedia

Whats New
Komisi IV DPR RI Sidak Pabrik Arang di Batam yang Bahan Bakunya dari Mangrove

Komisi IV DPR RI Sidak Pabrik Arang di Batam yang Bahan Bakunya dari Mangrove

Whats New
Anak Buah Luhut Tak Setuju soal Food Estate Humbahas Dianggap Gagal

Anak Buah Luhut Tak Setuju soal Food Estate Humbahas Dianggap Gagal

Whats New
Harga Tiket Kereta Api Dikeluhkan Mahal, KAI: Harganya Bersifat Fluktuatif, Menyesuaikan Permintaan Pelanggan

Harga Tiket Kereta Api Dikeluhkan Mahal, KAI: Harganya Bersifat Fluktuatif, Menyesuaikan Permintaan Pelanggan

Whats New
Food Estate Humbahas Dinilai Belum Optimal, Kementan: Bukan Lahan Tidak Subur, Tapi Butuh Perlakuan Khusus

Food Estate Humbahas Dinilai Belum Optimal, Kementan: Bukan Lahan Tidak Subur, Tapi Butuh Perlakuan Khusus

Whats New
BUMN Indofarma Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Simak Kualifikasinya

BUMN Indofarma Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Simak Kualifikasinya

Whats New
DPR RI Nilai Pengembangan Food Estate Humbahas Belum Optimal

DPR RI Nilai Pengembangan Food Estate Humbahas Belum Optimal

Whats New
Catat, Pengangguran, Korban PHK hingga Pekerja Bisa Ikut Program Kartu Prakerja

Catat, Pengangguran, Korban PHK hingga Pekerja Bisa Ikut Program Kartu Prakerja

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+