Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Berdiri 52 Tahun, TIKI Transformasikan Bisnisnya dengan Memaksimalkan Pemanfaatan Teknologi

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu perusahaan logistik di Tanah Air yaitu PT Citra Van Titipan Kilat (“TIKI”) mentransformasi bisnisnya dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan ketahanan bisnis yang berorientasi pada kenyamanan dan kepuasan pelanggan.

"Kami memiliki mobile aplikasi yang bernama TIKI yang tersedia di Android dan App Store, dimana seluruh transaksi mulai dari cek ongkir, booking, dan tracking dapat dilakukan di aplikasi TIKI. Dengan cara ini kami optimistis bisa menjadi mitra yang tangguh dan dapat diandalkan oleh para pelaku bisnis di berbagai situasi ekonomi di bidang logistik," ujar Direktur Utama PT Citra Van Titipan Kilat Yulina Hastuti dalam wawancara ekslusif virtual, Rabu (21/9/2022).

Lebih lanjut Yulina mengatakan, untuk penjemputan, TIKI memiliki fasilitas yaitu Jemputan Online atau dikenal dengan Jempol dimana kurir akan mengambil barang kiriman ke tempat yang telah ditentukan pengirim, dan tanpa dikenakan biaya atau gratis.

"Layanan ini bisa dipakai dengan memesan layanan Jempol yang terdapat di aplikasi TIKI," jelasnya.

Adapun di masa pandemi, TIKI tetap berinovasi meluncurkan beberapa produk dan layanan terbaru melihat kebutuhan jasa pengiriman yang semakin mendesak dan semakin menjadi pilar utama dalam menggerakan roda perekonomian masyarakat mengingat terjadinya pembatasan kegiatan masyarakat.

Kemudian di pertengahan tahun 2020 lalu, TIKI meresmikan peluncuran TIKI Jemput Antar atau disingkat TIKI Putar, yaitu layanan Instant courier dengan jaminan waktu pengantaran hingga 3 jam.

"Untuk tarifnya sangat kompetitif. Selama ini di pasaran, layanan Instant courier dikenakan tarif berdasarkan jarak antaran atau kilometer. Di TIKI, kami tidak memberlakukan sistem tarif seperti itu. Tarif TIKI Putar kami flat yaitu Rp 15.000 per 2 kilogram," jelas dia.

Sejak diluncurkan pada pertengahan tahun 2020, produk TIKI Putar ini memperoleh sambutan yang sangat baik dari para konsumen. TIKI juga saat ini telah memperluas cakupan layanan TIKI Putar yang pada awal peluncurannya baru berlaku untuk wilayah DKI Jakarta, hingga saat ini telah diperluas di kota-kota besar seperti Bandung, Mataram, dan Cirebon.

"Ke depannya, perusahaan kami juga berencana untuk terus memperluas lagi cakupan layanan city courier ini sehingga diharapkan dapat dinikmati oleh konsumen di kota-kota lainnya," paparnya.

Selain TIKI Putar, perusahaan juga meluncurkan TIKI Serlok atau TIKI Seller Online Booking di pertengahan tahun 2020.

Inisiatif ini diluncurkan karena melihat selama masa pandemi, semakin banyak orang yang mencoba mencari penghasilan dengan menjadi seller online. Seller online ini kebanyakan belum bergabung dengan market place besar dan lebih mengandalkan jaringan media sosial.

"Melalui TIKI Serlok ini, perusahaan ingin membantu usaha online mereka dengan memberikan kemudahan fasilitas dalam hal pengiriman. Dengan mendaftar menjadi anggota TIKI SERLOK, seller online akan mendapatkan diskon harga hingga sebesar 18 persen, fleksibilitas pembayaran H+2 menggunakan virtual account, fasilitas pick up gratis, hingga bonus dan rewarding seller," pungkasnya.

https://money.kompas.com/read/2022/09/22/123800626/berdiri-52-tahun-tiki-transformasikan-bisnisnya-dengan-memaksimalkan

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Pada 2027, Orang Tak Bisa Asal Beli Elpiji 3 Kg | 20 Persen Karyawan di Dunia Alami Kesepian

[POPULER MONEY] Pada 2027, Orang Tak Bisa Asal Beli Elpiji 3 Kg | 20 Persen Karyawan di Dunia Alami Kesepian

Whats New
Dalam Setahun Rupiah Melemah Hampir 10 Persen, Ekonom: Ini Tidak Baik untuk Perekonomian RI...

Dalam Setahun Rupiah Melemah Hampir 10 Persen, Ekonom: Ini Tidak Baik untuk Perekonomian RI...

Whats New
Bahaya Wacana Kenaikan Rasio Utang Pemerintah, Pajak Bisa Tambah Naik

Bahaya Wacana Kenaikan Rasio Utang Pemerintah, Pajak Bisa Tambah Naik

Whats New
Simak 10 Tips Investasi di Pasar Modal bagi Pemula

Simak 10 Tips Investasi di Pasar Modal bagi Pemula

Earn Smart
Pantau Dampak Pelemahan Rupiah, Kemenhub: Belum Ada Maskapai yang Mengeluh

Pantau Dampak Pelemahan Rupiah, Kemenhub: Belum Ada Maskapai yang Mengeluh

Whats New
Cara Cek Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak

Cara Cek Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak

Whats New
Pengamat: Starlink Harusnya Jadi Penyedia Akses bagi Operator Telekomunikasi...

Pengamat: Starlink Harusnya Jadi Penyedia Akses bagi Operator Telekomunikasi...

Whats New
Studi Ungkap 20 Persen Karyawan di Dunia Mengalami Kesepian, Ini Cara Mengatasinya

Studi Ungkap 20 Persen Karyawan di Dunia Mengalami Kesepian, Ini Cara Mengatasinya

Work Smart
PGN Sebut Penjualan Gas Bumi di Jawa Barat Mencapai 45 BBTUD

PGN Sebut Penjualan Gas Bumi di Jawa Barat Mencapai 45 BBTUD

Whats New
Kemenhub dan US Coast Guard Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan SDM KPLP

Kemenhub dan US Coast Guard Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan SDM KPLP

Whats New
Indonesia Disebut Berpotensi Jadi Pemimpin Produsen Hidrogen Regional, Ini Alasannya

Indonesia Disebut Berpotensi Jadi Pemimpin Produsen Hidrogen Regional, Ini Alasannya

Whats New
Kuota BBM Subsidi 2025 Diusulkan Naik Jadi 19,99 Juta KL

Kuota BBM Subsidi 2025 Diusulkan Naik Jadi 19,99 Juta KL

Whats New
Bos Superbank Akui Selektif  Jalin Kerja Sama Pembiayaan Lewat 'Fintech Lending'

Bos Superbank Akui Selektif Jalin Kerja Sama Pembiayaan Lewat "Fintech Lending"

Whats New
Sambangi Korsel, Pertamina Gas Jajaki Peluang Bisnis Jangka Panjang LNG Hub

Sambangi Korsel, Pertamina Gas Jajaki Peluang Bisnis Jangka Panjang LNG Hub

Whats New
Kata Sandiaga soal Banyaknya Keluhan Tiket Pesawat yang Mahal

Kata Sandiaga soal Banyaknya Keluhan Tiket Pesawat yang Mahal

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke