Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Sanofi Diakuisisi Kalbe Farma, 32 Karyawan Menolak Melanjutkan Hubungan Kerja

Kuasa hukum pegawai-pegawai tersebut, Sholakudin menjelaskan, kliennya memilih untuk tidak melanjutkan hubungan kerja, seiring dengan diambilnya 80 persen saham dari Sanofi Aventis Participations dan Hoechst GMBH oleh PT Kalbe Farma Tbk.

Para karyawan tersebut meyakini akan terdapat berbagai perubahan mendasar dalam operasional Sanofi Indonesia. Salah satu aspek yang disoroti ialah terkait perubahan besaran atau penghitungan upah pekerja.

"Artinya akan terjadi perubahan besar dalam setiap kebijakan-kebijakannya, bukan hanya dari sistem marketing-nya saja, tapi kebijakan ke karyawannya juga, termasuk gaji dan lain-lain, meskipun itu enggak diungkap sekarang, tinggal tunggu waktu aja," tutur dia kepada Kompas.com, dikutip Jumat (30/9/2022).

"Standar Operasional Perusahaan pasti berubah. Antara Sanofi yang dulunya pemegang saham Sanofi yang menganut ke Prancis, tahu sendiri Kalbe pasti menganut ke kita, standarnya juga berubah," tambah Sholakudin.

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, 32 karyawan yang diwakilkan oleh Sholakudin menyatakan tidak bersedia melanjutkan hubungan kerja. Mereka pun menuntut hak-hak pekerja yang sesuai dengan ketentuan Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Ciptakerja Bab IV Ketenagakerjaan pasal 156 dengan dasar hitungan pasal 157.

Adapun hak-hak pekerja yang dimaksud ialah surat kesepakatan pengakhiran hubungan kerja, surat keterangan kerja, dan hak pesangon. Selain itu, mereka pun menuntut hak pensiun atas karyawan yang telah memenuhi syarat sesuai peraturan berlaku.

"Para perkerja ini rata-rata sudah 10 tahun bekerja. Ini yang harus dipikirkan. Ada yang 12 tahun bahkan ada yang 26 tahun. Bagi yang umurnya sudah mencapai 50 tahun, harusnya kan udah dikasih pesangon dan pensiun," tuturnya.

Terkait dengan tuntutan tersebut, Sholakudin mengatakan pihaknya telah mengundang pihak Sanofi Indonesia untuk melakukan perundingan bipartit atau musyawarah. Ini dilakukan untuk mencapai mufakat dalam penyelesaian permasalahan tersebut.

Namun ia menyebut pihak Sanofi Indonesia tidak memberikan jawaban. Bahkan sampai dengan tanggal undangan ditentukan, Sanofi tidak merespons.

Terkait dengan tuntutan ini, Kompas.com sudah mencoba menghubungi pihak Sanofi Indonesia. Namun sampai berita ini dimuat, Kompas.com masih belum mendapatkan jawaban dari yang bersangkutan.

Sebagai informasi, Kalbe Farma segera menuntaskan proses akuisisi PT Aventis Pharma atau Sanofi Indonesia pada Oktober mendatang. Kalbe Farma berencana mengambilalih 80 persen saham Sanofi Indonesia dengan membeli kepemilikan saham Sanofi Aventis Participations dan Hoechst GMBH.

https://money.kompas.com/read/2022/09/30/150711326/sanofi-diakuisisi-kalbe-farma-32-karyawan-menolak-melanjutkan-hubungan-kerja

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IFG Targetkan Proses Migrasi Polis Jiwasraya Bisa Rampung Tahun Ini

IFG Targetkan Proses Migrasi Polis Jiwasraya Bisa Rampung Tahun Ini

Whats New
Imbas Merosotnya Bisnis Penjualan Ventilator, Philips akan PHK 6.000 Karyawannya

Imbas Merosotnya Bisnis Penjualan Ventilator, Philips akan PHK 6.000 Karyawannya

Whats New
Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat meski IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat meski IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Whats New
Menteri Teten: Inkubator Wirausaha Penting untuk Mengembangkan Usaha

Menteri Teten: Inkubator Wirausaha Penting untuk Mengembangkan Usaha

Whats New
Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Mentan SYL: Januari-Maret Ada Overstock 3 Juta Ton

Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Mentan SYL: Januari-Maret Ada Overstock 3 Juta Ton

Whats New
Kelanjutan Kasus Wanaartha Life, 600 Nasabah yang Mewakili 1.400 Polis Sudah Daftar ke Tim Likuidasi

Kelanjutan Kasus Wanaartha Life, 600 Nasabah yang Mewakili 1.400 Polis Sudah Daftar ke Tim Likuidasi

Whats New
Minyakita Langka, ID Food Minta Produsen Genjot Produksi

Minyakita Langka, ID Food Minta Produsen Genjot Produksi

Whats New
Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 1.202 Triliun di 2022, Paling Banyak Segmen Korporasi

Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 1.202 Triliun di 2022, Paling Banyak Segmen Korporasi

Whats New
Papan Pemantauan Khusus akan Meluncur Tahun Ini

Papan Pemantauan Khusus akan Meluncur Tahun Ini

Whats New
Dipanggil Jokowi ke Istana, Buwas: Bahas Harga Beras, Bukan 'Reshuffle'

Dipanggil Jokowi ke Istana, Buwas: Bahas Harga Beras, Bukan "Reshuffle"

Whats New
Berbagi Kebahagiaan, PUBG Mobile Indonesia Salurkan Bantuan untuk 7 Yayasan Sosial

Berbagi Kebahagiaan, PUBG Mobile Indonesia Salurkan Bantuan untuk 7 Yayasan Sosial

Rilis
PIP Targetkan Penyaluran Pembiayaan Ultra Mikro Capai 2,2 Juta Debitur di 2023

PIP Targetkan Penyaluran Pembiayaan Ultra Mikro Capai 2,2 Juta Debitur di 2023

Whats New
Lewat Pendampingan Melekat, Sinar Mas Dukung UMKM Naik Kelas

Lewat Pendampingan Melekat, Sinar Mas Dukung UMKM Naik Kelas

Rilis
Menko Airlangga Bantah Implementasi B35 Bikin Minyakita Langka

Menko Airlangga Bantah Implementasi B35 Bikin Minyakita Langka

Whats New
Cek, Ini Tarif Listrik per-kWh yang Berlaku pada Februari 2023

Cek, Ini Tarif Listrik per-kWh yang Berlaku pada Februari 2023

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+