Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Harga Minyak Mentah Dunia Naik Usai OPEC+ Umumkan Pemangkasan Produksi 2 Juta Barrel Per Hari

Mengutip CNBC, patokan internasional minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan pada harga 92,82 dollar AS per barrel selama transaksi Rabu sore di London, atau naik sekitar 1,1 persen. Sementara itu, minyak berjangka West Texas Intermediate AS, menguat 1 persen pada level 87,37 dollar AS per barrel.

Dalam pertemuan yang diagendakan pada Rabu, OPEC+ setuju untuk memangkas produksi minyak mentah mereka untuk mendorong pemulihan harga. Hal ini dilakukan, cenderung mengabaikan permintaan AS untuk meningkatkan produksi untuk membantu ekonomi global.

Pertemuan yang dilangsungkan di Wina Austria ini merupakan yang pertama secara tatap muka. Sementara pemangkasan produksi minyak dilakukan menjadi yang terbesar sejak pandemi Covid-19 melanda di tahun 2020. Pemangkasan produksi minyak sebesar 2 juta barrel per hari akan diberlakukan mulai November 2022.

Pada awal Juni 2022, harga minyak mentah dunia sempat jatuh di level 80 dollar AS per barrel, di tengah meningkatnya proyeksi akan resesi ekonomi global yang melanda. Pemotongan produksi untuk November adalah upaya untuk membalikkan penurunan ini. OPEC+ akan mengadakan pertemuan berikutnya pada 4 Desember 2022 mendatang.

Di sisi lain, Gedung Putih tampaknya sedikit kecewa dengan keputusan OPEC+ ini. Pasalnya, beberapa kali Presiden AS Joe Bidden meminta untuk menaikkan jumlah pasokan. Biden juga telah mengarahkan Departemen Energi untuk melepaskan 10 juta barrel lagi dari Cadangan Minyak Strategis bulan depan.

“Kecewa dengan keputusan picik OPEC+ untuk memangkas kuota produksi sementara ekonomi global menghadapi dampak negatif lanjutan dari invasi Putin ke Ukraina,” mengutip pernyataan Gedung Putih.

“Mengingat tindakan hari ini, Administrasi Biden juga akan berkonsultasi dengan Kongres tentang alat dan otoritas tambahan untuk mengurangi kontrol OPEC atas harga energi,” lanjut pernyataan dari Gedung Putih.

Sekretaris Jenderal OPEC Haitham Al Ghais mengatakan, keputusan kelompok itu untuk memberlakukan pengurangan produksi yang cukup dalam, adalah untuk memberikan keamanan dan stabilitas ke pasar energi.

“Semuanya memiliki harga. Keamanan energi juga memiliki harga,” kata Ghais.

Stephen Brennock, seorang analis senior di PVM Oil Associates di London mengatakan, dampak sebenarnya dari pengurangan pasokan di bulan November akan terbatas, dengan pengurangan sepihak oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak dan Kuwait.

Dia bilang, dalam satu atau dua bulan ke depan pasar energi menghadapi ketidakpastian, terlebih banyak sanksi Eropa terhadap produsen non-OPEC Rusia, termasuk pada asuransi pengiriman, batas harga, serta upaya mengurangi impor minyak bumi.

“Misi OPEC adalah memastikan penetapan harga yang memadai bagi konsumen dan produsen. Namun keputusan untuk mengurangi produksi saat ini bertentangan dengan tujuan ini,” ujar Brennock.

“Persediaan yang sudah ketat akan menjadi tekanan bagi konsumen. Langkah ini hanya menguntungkan produsen. Singkatnya, OPEC+ memprioritaskan harga di atas stabilitas pada saat ketidakpastian besar di pasar minyak,” lanjut Brennock.

https://money.kompas.com/read/2022/10/06/070800126/harga-minyak-mentah-dunia-naik-usai-opec-umumkan-pemangkasan-produksi-2-juta

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohi Pasang Target Investasi Kementerian BUMN Rp 127 Triliun

Erick Thohi Pasang Target Investasi Kementerian BUMN Rp 127 Triliun

Whats New
BPS: Pengaruh Kenaikan Tarif Cukai ke Inflasi Rokok Bertahan Lama

BPS: Pengaruh Kenaikan Tarif Cukai ke Inflasi Rokok Bertahan Lama

Whats New
Schneider Electric Targetkan 40 Persen Pemimpin Perempuan di Tingkat Manajemen

Schneider Electric Targetkan 40 Persen Pemimpin Perempuan di Tingkat Manajemen

Whats New
Pasca-penerbitan UU PPSK, PDB Sektor Koperasi Ditargetkan Minimal Mencapai 7 Persen

Pasca-penerbitan UU PPSK, PDB Sektor Koperasi Ditargetkan Minimal Mencapai 7 Persen

Whats New
Kementerian ATR: Sudah 101 Juta Bidang Tanah Terdaftar

Kementerian ATR: Sudah 101 Juta Bidang Tanah Terdaftar

Whats New
Cek Harga BBM di SPBU Pertamina per 1 Februari 2023, Ada yang Naik

Cek Harga BBM di SPBU Pertamina per 1 Februari 2023, Ada yang Naik

Spend Smart
Laba Bersih BSI 2022 Capai Rp 4,26 Triliun, Dirut: Dampak Positif Merger

Laba Bersih BSI 2022 Capai Rp 4,26 Triliun, Dirut: Dampak Positif Merger

Whats New
Petani di Kalteng Berhasil Panen Perdana, Food Estate Disebut Mulai Hasilkan Manfaat

Petani di Kalteng Berhasil Panen Perdana, Food Estate Disebut Mulai Hasilkan Manfaat

Rilis
Penerapan Pengawasan Koperasi Sektor Jasa Keuangan dalam UU P2SK

Penerapan Pengawasan Koperasi Sektor Jasa Keuangan dalam UU P2SK

Whats New
Menaker Dorong Terciptanya Kerja Layak Bagi Tenaga Kerja RI di Palestina

Menaker Dorong Terciptanya Kerja Layak Bagi Tenaga Kerja RI di Palestina

Whats New
Erick Thohir: Dalam 9 Bulan Terakhir 7,5 Juta Pengunjung Datang ke Sarinah

Erick Thohir: Dalam 9 Bulan Terakhir 7,5 Juta Pengunjung Datang ke Sarinah

Whats New
Tiket Gratis Masuk Ancol pada 3 Februari 2023, Ini Cara Mendapatkannya

Tiket Gratis Masuk Ancol pada 3 Februari 2023, Ini Cara Mendapatkannya

Whats New
Pertamina Geothermal IPO, Pasang Harga Awal Rp 820 - Rp 945 per Saham

Pertamina Geothermal IPO, Pasang Harga Awal Rp 820 - Rp 945 per Saham

Whats New
Cerita Petani Food Estate Humbahas: Benih Bawang Putih yang Dikasih, Mati...

Cerita Petani Food Estate Humbahas: Benih Bawang Putih yang Dikasih, Mati...

Whats New
Syarat, Biaya, dan Cara Membuat Paspor Umroh

Syarat, Biaya, dan Cara Membuat Paspor Umroh

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+