Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Menakar Langkah Menhub Mencari Operator Terminal Peti Kemas Patimban

Merespons ajakan ini, perusahaan pelayaran tersebut akan melakukan studi kelayakan terlebih dahulu.

Tidak dijelaskan berapa lama studi itu akan dilakukan dan kapan keputusan jadi tidak atau tidaknya mereka terlibat di pelabuhan yang terletak di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Apa yang dilakukan oleh BKS itu menarik dikomentari karena sepertinya yang bersangkutan mengalami kepanikan.

Jangan-jangan sampai konstruksi terminal peti kemas Pelabuhan Patimban selesai dikerjakan tidak ada yang dapat mengoperasikannya. Begitulah yang saya persepsi.

Tidak ada yang salah dengan apa yang dia lakukan. Dengan pinjaman dari pemerintah Jepang yang bernilai triliun rupiah untuk membangun pelabuhan Patimban, yang bersangkutan jelas berkepentingan mencarikan operator terminal untuk pelabuhan itu.

Dia harus berbuat sesuatu untuk itu, bagaimanapun caranya. Tidak dapat menemukan operator/mitra operator yang tepat, maka pelabuhan tersebut bisa jadi berakhir mangkrak.

Ihwal langkah “kepala ke kaki, kaki ke kepala” sang menteri dapat dilihat saat Pelabuhan Patimban akan bidding operator terminal kendaraan.

BKS melarang (kala itu) PT Pelabuhan Indonesia II ikut serta sehingga yang ikut penawaran hanya dua korsorsium, CT Corp dan Samudera Indonesia.

Praktik itu jelas melanggar aturan yang berlaku karena setidaknya harus ada tiga peserta dalam setiap proses bidding. Namun BKS tetap tancap gas.

Ketika hanya ada dua pihak yang bersaing, panitia lelang lantas menetapkan konsorsium CT Corp sebagai pemenang kendati dari sisi kekuatan jeroan (finansial dan pengalaman) konsorsium tandingan jauh lebih unggul.

Sekadar mengilas-balik, konsorsium CT Corp terdiri dari PT CT Corp Infrastruktur Indonesia, PT Indika Logistics & Support Services, PT U Connectivity Services dan PT Terminal Petikemas Surabaya. Semuanya kini tergabung dalam PT PPI.

Di balik CT Corp ada nama konglomerat Chairul Tanjung, di belakang Indika Logistics & Support Services ada Arsjad Rasjid serta Wahyu Trenggono di balik layar PT U Connectivity Services.

Dalam operasional terminal, PT PPI menunjuk pihak ketiga sebagai operator terminal kendaraan, dalam hal ini PT Toyota Tsusho Corporation, anggota Toyota Group.

Dengan melakukan pendelegasian pengelolaan terminal yang mereka kuasai, PPI sudah menjadi landlord alias induk semang. Tak jelas berapa duit PPI dapat dari aksi ini.

Diperkirakan model bisnis seperti ini akan diulang kembali penerapannya untuk pengelolaan terminal peti kemas dan terminal/dermaga lain yang ada dalam area pelabuhan Patimban.

Yang juga menarik dikomentari adalah pilihan mengundang Maersk Line untuk menjadi operator terminal peti kemas Pelabuhan Patimban.

Perusahaan ini salah satu pelayaran ternama di dunia sehingga tidak perlu diragukan bonafiditasnya.

Bagi perusahaan ini, bisnis kepelabuhan di Indonesia bukan sesuatu yang baru. Pada 2011, ketika pemerintah melelang terminal Kalibaru di Pelabuhan Tanjung Priok, pelayaran ini ikut serta melalui konsorsium PT Pelayaran Bintang Putih-AP Moller-Maersk Terminals (APM Terminals).

Setelah dievaluasi oleh Kementerian Perhubungan, konsorsium tersebut dinyatakan tidak lulus prakualifikasi.

Yang juga gugur dalam fase ini adalah PT Pelabuhan Indonesia IV. Sementara lima peserta tender yang lain (PT Pelindo II, konsorsium PT Pelabuhan Socah Madura-PSA PE Asia, konsorsium PT Pelindo I International Container Terminal Services-PT Sinar Rajawali Cemerlang, konsorsium 4848 Global System-Mitsui-Evergreen-Nusantara Infrastruktur, dan konsorsium PT Hutchison Port-Brilliant Permata Negara-PT Salam Pacific Indonesia Lines-Cosco Pacific Limited) melaju ke tahap berikutnya.

Kita semua tahu siapa kini yang menjadi operator New Priok Container Terminal (NPCT) 1, nama yang dilekatkan pada proyek itu setelah selesai konstruksinya.

Setelah sekian lama berselang, Maersk Line sekarang tengah dibujuk oleh BKS agar mau menjadi operator terminal peti kemas Pelabuhan Patimban.

Pertanyaan sederhana, apa dia tahu catatan sejarah itu? Memang, masa 11 tahun yang lalu berbeda jauh dengan tahun 2022, tetapi sejarah tidak boleh dilupakan.

Tidak lolos prakualifikasi tentulah ada sebabnya. Saya sedikit-banyak tahu hal itu, namun lebih baik tidak dibuka di sini. Saya tidak hendak menyudutkan Maersk Line.

Bagaimanapun perusahaan itu sudah menghubungkan Indonesia dengan pelabuhan-pelabuhan di luar negeri melalui perwakilan mereka di sini, pelayaran Bintang Putih. Karenanya perlu diapresiasi.

Sepertinya yang akan masuk sebagai operator terminal peti kemas, jika pelayaran Denmark itu serius, adalah anak usaha terminal mereka, APM Terminals. Kita tunggu saja akhir ceritanya.

Terakhir yang perlu dicatat, malah perlu dikritik, dari langkah Menhub BKS mencarikan operator terminal peti kemas khususnya dan Pelabuhan Patimban umumnya adalah kelalaiannya menangani aspek regulasi di pelabuhan itu.

Maksudnya begini. Sejak Pelabuhan Patimban dimulai pembangunan fisik pertamanya hingga fase sekarang (penyelesaian terminal peti kemas) tidak jelas siapa yang menjadi regulatornya. Regulator di sini mencakup aspek bisnis dan keselamatan atau safety.

Di sana memang ada regulator, yaitu Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Unit inilah yang mewakili pemerintah ketika operasional Pelabuhan Patimban diserahkan kepada PT PPI melalui perjanjian konsesi lebih-kurang dua tahun lalu.

Tetapi unit kerja ini terlalu kecil untuk mengurusi aspek keselamatan dan bisnis sekaligus. Mereka mewakili kantor yang lebih besar: Otoritas Pelabuhan dan Kantor Syahbandar Pelabuhan Tanjung Priok.

Menhub dinilai lalai sebab untuk pelabuhan sebesar Patimban, yang disebut-sebut setara, bahkan lebih besar dibanding Pelabuhan Tanjung Priok, KSOP yang ada jelas tidak akan bisa menangani aspek keselamatan dan bisnis kepelabuhan di sana.

Apalagi aspek regulasi itu memiliki cakupan yang luas seperti customs, immigration, quarantine (CIQ). Makin rumit sajalah tugas KSOP Patimban.

Di sela-sela tugasnya mencari calon operator terminal peti kemas Pelabuhan Patimban, sebaiknya BKS mulai memperhatikan juga sisi regulasi; tidak hanya menyibukan diri dengan kegiatan memasarkan terminal kepada calon investor.

Lucu aja kalau nanti operatornya sudah dapat, lalu ada masalah seputar regulasi, tetapi tidak bisa diselesaikan karena regulatornya underperformed.

https://money.kompas.com/read/2022/10/07/100003626/menakar-langkah-menhub-mencari-operator-terminal-peti-kemas-patimban

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenaker: BUMN Bisa Jadi Aktor Penting Terwujudnya Indonesia Emas di 2045

Kemenaker: BUMN Bisa Jadi Aktor Penting Terwujudnya Indonesia Emas di 2045

Rilis
Tumbuh 700 Persen, IBK Indonesia Catatkan Laba Bersih Rp 104 Miliar

Tumbuh 700 Persen, IBK Indonesia Catatkan Laba Bersih Rp 104 Miliar

Whats New
Mayora Group Bangun Pabrik Daur Ulang Plastik Berteknologi 'Food Grade' di Jombang

Mayora Group Bangun Pabrik Daur Ulang Plastik Berteknologi "Food Grade" di Jombang

Whats New
BRI Danareksa Sekuritas Bidik Jumlah Transaksi Bisnis Ritel Brokerage Tumbuh 48 Persen di 2023

BRI Danareksa Sekuritas Bidik Jumlah Transaksi Bisnis Ritel Brokerage Tumbuh 48 Persen di 2023

Whats New
Daftar 4 Bank dengan Aset Terbesar di Indonesia

Daftar 4 Bank dengan Aset Terbesar di Indonesia

Whats New
Berkat Dana Desa, Kemenkeu Sebut Jumlah Desa Tertinggal Turun Jadi 9.221

Berkat Dana Desa, Kemenkeu Sebut Jumlah Desa Tertinggal Turun Jadi 9.221

Whats New
Masuk Tahap Akhir, 99 Persen Nasabah Setuju Restrukturisasi Polis Jiwasraya

Masuk Tahap Akhir, 99 Persen Nasabah Setuju Restrukturisasi Polis Jiwasraya

Whats New
BUMN PT ASDP Buka Banyak Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

BUMN PT ASDP Buka Banyak Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Luhut: 2024 Tidak Ada Proyek Mangkrak, Termasuk 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Luhut: 2024 Tidak Ada Proyek Mangkrak, Termasuk 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Whats New
BRI Dapat Alokasi KUR dari Pemerintah Rp 270 Triliun di 2023

BRI Dapat Alokasi KUR dari Pemerintah Rp 270 Triliun di 2023

Whats New
Bos PLN Pastikan Indonesia Tidak Bakal Alami Pemadaman Listrik Massal Seperti Pakistan

Bos PLN Pastikan Indonesia Tidak Bakal Alami Pemadaman Listrik Massal Seperti Pakistan

Whats New
Tahun Ini Kemenkeu Alokasikan 'Hadiah' Rp 8 Triliun untuk Pemda Berkinerja Baik

Tahun Ini Kemenkeu Alokasikan "Hadiah" Rp 8 Triliun untuk Pemda Berkinerja Baik

Whats New
Pengusaha Optimistis Ekonomi RI 2023 Tumbuh Positif dan Mampu Buka Lapangan Kerja Baru

Pengusaha Optimistis Ekonomi RI 2023 Tumbuh Positif dan Mampu Buka Lapangan Kerja Baru

Whats New
LKPP Targetkan Transaksi e-Katalog 2023 Sebesar Rp 500 Triliun, Produk Impor Dibatasi

LKPP Targetkan Transaksi e-Katalog 2023 Sebesar Rp 500 Triliun, Produk Impor Dibatasi

Whats New
Pabrik Daur Ulang Sampah Plastik Bakal Dibangun di IKN, Luhut: Siapa Saja Kita Libatkan

Pabrik Daur Ulang Sampah Plastik Bakal Dibangun di IKN, Luhut: Siapa Saja Kita Libatkan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+