Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Perangi Rentenir, OJK Gelontorkan Rp 4,4 Triliun ke UMK

Program K/PMR merupakan upaya OJK memberikan kredit ke pelaku UMK melalui lembaga jasa keuangan formal dengan dengan proses cepat, mudah, dan berbiaya rendah agar UMK ini tidak menggunakan kredit dari renternir atau lintah darat yang bunganya sangat tinggi.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, program kredit ultra mikro ini telah diimplementasikan di 76 Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dari total 450 TPAKD dengan 107 skema model pembiayaan.

Adapun 76 TPAKD tersebut di antaranya ada di Palu, Lombok, Malang, Semarang, Tangerang, Bantul, Banyumas, Banyuwangi, Brebes, Cirebon, Florest Timur, Gunungkidul, Kebumen, Lombok, Lampung, Kediri, Bandung, dan Tapanuli Utara.

"Program ini dilatarbelakangi dengan maraknya penawaran kredit atau pembiayaan yang dilakukan oleh entitas ilegal, dulu disebut lintah darat atau rentenir," ujarnya saat konferensi pers virtual, Jumat (7/10/2022).

Penyaluran pembiayaan K/PMR ini disalurkan oleh pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) setempat, pemerintah kota/kabupaten, hingga pemerintah provinsi. Sementara OJK bertugas untuk menghubungkan antara PUJK dengan pelaku UMK yang membutuhkan pendanaan usaha.

Bahkan, dia bilang, beberapa pemerintah daerah ini membantu pemberian kredit ke UMK dengan bunga 0 persen agar warganya tidak terjerat lintah darat.

"Kalau kita berbicara dengan pemda, pemkot, pemprov soal program ini mereka semua sangat tertarik. Mereka kadang-kadang oke deh PUJK bisa support berapa nanti kami dari pemda bisa jg support. Ini kolaborasi yang luar biasa," ucapnya.

Friderica mengungkapkan, hingga saat ini praktik renternir ini masih banyak di daerah-daerah. Hal ini karena renternir mampu menjangkau pelaku usaha di pasar-pasar untuk menawarkan pendanaan.

Selain itu, renternir menawarkan proses pinjaman dana yang cepat, mudah, dan tanpa agunan meski bunga yang dipatok ke peminjam sangat besar.

Hal inilah yang membuat renternir masih beroperasi di daerah-daerah karena mayoritas masyarakatnya sulit menjangkau layanan jasa keuangan formal.

"Di daerah masih banyak, kenapa sih? Jadi mereka itu yang masuk ke pasar-pasar, orangnya (peminjam) cukup di lapaknya saja. Mereka mendatangi mbok-mbok dan tanya butuh pendanaan gak. Jadi mereka memang langsung masuk ke masyarakat," ungkapnya.

Oleh karena itu, melalui program K/PMR OJK mengajak PUJK untuk memberikan kredit yang murah dan terjangkau untuk pelaku usaha kecil hingga ultra mikro dengan proses yang lebih mudah.

Dengan cara tersebut maka PUJK dapat menyaingi renternir sehingga mereka tidak memiliki peluang untuk memenangkan pasar pembiayaan UMK di daerah-daerah.

Sebagai informasi, program K/PMR ini memiliki tiga skema generic model yang telah disusun, yaitu kredit atau pembiayaan proses cepat, kredit atau pembiayaan berbiaya rendah, dan kredit atau pembiayaan cepat dan berbiaya rendah.

https://money.kompas.com/read/2022/10/07/174000326/perangi-rentenir-ojk-gelontorkan-rp-4-4-triliun-ke-umk

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Penerapan 'Product Market Fit' dalam Startup?

Bagaimana Penerapan "Product Market Fit" dalam Startup?

Whats New
Nasib Zoom, Dulu Jadi Pelopor 'Meeting Online' Saat Pandemi Covid-19, Kini PHK 1.300 Karyawan...

Nasib Zoom, Dulu Jadi Pelopor "Meeting Online" Saat Pandemi Covid-19, Kini PHK 1.300 Karyawan...

Whats New
Melesat 29,11 Persen, Bank DKI Kantongi Laba Bersih Rp 939,11 Miliar di 2022

Melesat 29,11 Persen, Bank DKI Kantongi Laba Bersih Rp 939,11 Miliar di 2022

Rilis
Aprindo: Tutupnya Gerai Makanan dan Minuman adalah Keniscayaan karena Tidak Adaptif

Aprindo: Tutupnya Gerai Makanan dan Minuman adalah Keniscayaan karena Tidak Adaptif

Whats New
Fluktuatif, IHSG Sesi I Ditutup Naik Tipis

Fluktuatif, IHSG Sesi I Ditutup Naik Tipis

Whats New
Persiapan Ramadhan 2023, Bapanas Minta Bulog dan ID Food Percepat Impor Daging Sapi

Persiapan Ramadhan 2023, Bapanas Minta Bulog dan ID Food Percepat Impor Daging Sapi

Whats New
IBK Indonesia Akan Right Issue Senilai Rp 1,2 Triliun

IBK Indonesia Akan Right Issue Senilai Rp 1,2 Triliun

Whats New
Nasabah Keluhkan Aplikasi M-BCA Error, BCA: Kini Sudah Normal

Nasabah Keluhkan Aplikasi M-BCA Error, BCA: Kini Sudah Normal

Whats New
Aprindo Bantah Gerai Transmart Tutup karena Bangkrut

Aprindo Bantah Gerai Transmart Tutup karena Bangkrut

Whats New
Gelar IPO, Hillcon Kelebihan Permintaan 1,3 Kali

Gelar IPO, Hillcon Kelebihan Permintaan 1,3 Kali

Whats New
Cerita dari Negeri Kaya Sawit, Harga Minyak Goreng yang Terus Digoreng

Cerita dari Negeri Kaya Sawit, Harga Minyak Goreng yang Terus Digoreng

Whats New
Aprindo Bantah Ritel Jadi Penyebab Minyakita Langka

Aprindo Bantah Ritel Jadi Penyebab Minyakita Langka

Whats New
Kreditur Tolak Putusan Perdamaian, Bos Garuda: Kami Belum Menerima Pemberitahuan Resmi dari Pengadilan

Kreditur Tolak Putusan Perdamaian, Bos Garuda: Kami Belum Menerima Pemberitahuan Resmi dari Pengadilan

Whats New
Terbukti Mengemplang Pajak, Perusahaan di Bantul Kena Denda Rp 93,56 Miliar

Terbukti Mengemplang Pajak, Perusahaan di Bantul Kena Denda Rp 93,56 Miliar

Whats New
Dapat Restu Luhut, Tarif Baru Masuk Borobudur Diperkirakan Rp 150.000

Dapat Restu Luhut, Tarif Baru Masuk Borobudur Diperkirakan Rp 150.000

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+