Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Apa yang Membuat Qatar Begitu Kaya Raya?

KOMPAS.com - Perhatian masyarakat dunia kini tertuju pada Qatar, sebuah negara yang relatif sangat kecil di kawasan Teluk, Timur Tengah. Negara ini jadi tuan rumah penyelenggara Piala Dunia.

Qatar juga dikenal sebagai negara yang kaya raya. Pada 2021, pendapatan per kapita negara ini mencapai 61.276 dollar AS atau setara dengan Rp 960,04 juta (kurs Rp 15.674).

Nilai pendapatan per kapita Qatar ini 14 kali lipat lebih tinggi dibandingkan Indonesia yang memiliki pendapatan per kapita 4.291 dollar AS. Pendapatan per kapita Qatar bahkan lebih tinggi dibandingkan Jepang.

Negara ini sejatinya baru merdeka dari Inggris pada 1971 dan tak lama kemudian menemukan salah satu cadangan gas alam cair (LNG) terbesar di dunia, nomor tiga setelah Rusia dan Iran. 

Dengan cadangan LNG mencapai 900 triliun kaki kubik, Qatar yang dulunya hanya berupa kampung nelayan kumuh di Teluk Persia ini menjelma menjadi eksportir LNG terbesar di dunia. Selain LNG, negara ini juga kaya akan minyak bumi. 

Mengapa Qatar kaya raya?

Ada sejumlah alasan mengapa Qatar relatif kaya raya, terlepas dari kekayaan minyak dan gas di perut bumi, mengingat banyak negara yang juga kaya minyak namun relatif masih melarat.

Berikut beberapa alasan betapa makmurnya Qatar sebagaimana dilansir dari Qatarofw:

1. Kaya migas tapi penduduk sangat sedikit

Mengapa Qatar sangat kaya? Jawaban paling mudah tentulah karena negara ini memiliki cadangan migas raksasa. Namun bukan hanya itu, penduduk Qatar relatif sangat sedikit.

Qatar adalah negara anggota OPEC paling kecil dari sisi luas wilayah dan jumlah penduduk. Di mana 55 persen PDB negara ini bergantung pada minyak. Sementara jumlah penduduk Qatar hanya 2,9 juta.

Penduduk yang sedikit memudahkan distribusi dollar yang begitu besar dari penjualan minyak secara merata. Memastikan penduduknya mendapatkan sejumlah besar infrastruktur dan pelayanan publik secara gratis.

2. Menginvestasikan uang dari minyak

Qatar bukanlah tipe negara kaya minyak yang melakukan banyak pemborosan tanpa memikirkan masa depannya, terutama saat ini cadangan migasnya mulai menipis.

Negara ini banyak berinvestasi dari uang penjualan minyak. Pemerintah Qatar mendirikan Qatar Investment Authority (QIA), di mana investasinya disebar ke hampir seluruh negara di dunia.

Sejak dibentuk pada tahun 2005, QIA sukses melipatgandakan asetnya sebesar 335 miliar dollar AS dari seluruh portofolio investasinya di berbagai belahan dunia.

3. Negara mandiri

Qatar adalah salah satu negara di dunia yang relatif sangat mendiri. Bahkan saat diembargo, negara kecil di Teluk Arab itu kian mandiri, lepas dari ketergantungan negara-negara lain.

Embargo diterapkan empat negaranya yakni Arab Saudi, Bahrain, Mesir dan United Arab Emirat. Mereka menuduh Qatar yang kaya gas, mendukung terorisme. Negara itu telah menyangkal dengan tegas.

Namun, di tengah embargo negara-negara Teluk itu, ekonomi Qatar malah tetap kokoh dan bahkan bisa lebih baik dibanding negara-negara Teluk lainnya.

Negara kaya dengan gas yang dulu sangat bergantung pada impor bahan makanan itu pun kini mulai mengandalkan pasokan bahan makanannya pada pertanian dalam negeri.

Rangking Economist Intelligence Unit menyebutkan, Qatar menempati posisi teratas di Timur Tengah dan peringkat ke-13 dunia untuk ketahanan pangan dalam Indeks Keamanan Pangan Global.

https://money.kompas.com/read/2022/11/22/203945426/apa-yang-membuat-qatar-begitu-kaya-raya

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tahun Ini Kemenkeu Alokasikan 'Hadiah' Rp 8 Triliun untuk Pemda Berkinerja Baik

Tahun Ini Kemenkeu Alokasikan "Hadiah" Rp 8 Triliun untuk Pemda Berkinerja Baik

Whats New
Pengusaha Optimistis Ekonomi RI 2023 Tumbuh Positif dan Mampu Buka Lapangan Kerja Baru

Pengusaha Optimistis Ekonomi RI 2023 Tumbuh Positif dan Mampu Buka Lapangan Kerja Baru

Whats New
LKPP Targetkan Transaksi e-Katalog 2023 Sebesar Rp 500 Triliun, Produk Impor Dibatasi

LKPP Targetkan Transaksi e-Katalog 2023 Sebesar Rp 500 Triliun, Produk Impor Dibatasi

Whats New
Pabrik Daur Ulang Sampah Plastik Bakal Dibangun di IKN, Luhut: Siapa Saja Kita Libatkan

Pabrik Daur Ulang Sampah Plastik Bakal Dibangun di IKN, Luhut: Siapa Saja Kita Libatkan

Whats New
Cara Cek Perkiraan Keberangkatan Haji Indonesia secara Online

Cara Cek Perkiraan Keberangkatan Haji Indonesia secara Online

Work Smart
Zoom PHK Massal 1.300 Karyawan, CEO Pangkas Gaji 98 Persen

Zoom PHK Massal 1.300 Karyawan, CEO Pangkas Gaji 98 Persen

Whats New
KemenkopUKM Fasilitasi Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual untuk Merek Dagang UMKM

KemenkopUKM Fasilitasi Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual untuk Merek Dagang UMKM

Rilis
Fitch Ratings Perkirakan Ekonomi China Tumbuh 5 Persen Tahun Ini

Fitch Ratings Perkirakan Ekonomi China Tumbuh 5 Persen Tahun Ini

Whats New
Badai Perusahaan Teknologi Berlanjut, eBay Bakal Pangkas 4 Persen Karyawannya

Badai Perusahaan Teknologi Berlanjut, eBay Bakal Pangkas 4 Persen Karyawannya

Whats New
Melihat Pergerakan Saham 4 Emiten yang Baru Melantai Hari Ini, Ada yang Terkena ARA dan ARB

Melihat Pergerakan Saham 4 Emiten yang Baru Melantai Hari Ini, Ada yang Terkena ARA dan ARB

Whats New
Diresmikan Wapres, PSN Jambaran-Tiung Biru Bakal Pasok Gas untuk Jatim dan Jateng

Diresmikan Wapres, PSN Jambaran-Tiung Biru Bakal Pasok Gas untuk Jatim dan Jateng

Whats New
Satgas Pangan Masih Telusuri Dugaan Adanya Mafia Beras yang Ditemukan Bulog

Satgas Pangan Masih Telusuri Dugaan Adanya Mafia Beras yang Ditemukan Bulog

Whats New
Luhut: Sampah di Jakarta Hampir 8.000 Ton Per Hari, tapi Daya Tampung Bantargebang Cuma 2.000 Ton

Luhut: Sampah di Jakarta Hampir 8.000 Ton Per Hari, tapi Daya Tampung Bantargebang Cuma 2.000 Ton

Whats New
Disentil Jokowi Soal Perlindungan Konsumen, OJK Bakal Benahi 'Market Conduct' sampai Pelayanan

Disentil Jokowi Soal Perlindungan Konsumen, OJK Bakal Benahi "Market Conduct" sampai Pelayanan

Whats New
GoTo Tambah Jumlah Komisaris dan Direktur, Ada Nama Mantan Gubernur BI

GoTo Tambah Jumlah Komisaris dan Direktur, Ada Nama Mantan Gubernur BI

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+