Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Harga Kedelai Masih Mahal, Zulhas Minta Bulog Impor 350.000 Ton dari AS

Kedelai impor ini, dijelaskan dia, akan dibeli dengan harga Rp 11.000-Rp 12.000 per kilogram dan akan dijual dengan harga Rp 10.000-Rp 11.000 per kilogram ke konsumen.

Menurut Zulhas, siasat ini untuk mengurangi dampaknya harga kedelai yang mahal.

"Kedelai memang naik tapi sebentar lagi turun, kita sudah perintahkan Bulog untuk impor dari AS 350.000 ton. Nah pemerintah akan memberikan subsidi Rp 1.000 per kilogram untuk menutup selisih harga. Belinya Rp 12.000 nanti dijual Rp 11.000 dikurangi Rp 1.000. Kalau beli Rp 11.000 yah jualnya Rp 10.000," ujarnya saat meninjau kebutuhan pokok di ritel Hypermart Puri Indah Jakarta, Kamis (8/12/2022).

Zulhas juga mengatakan, naiknya harga kedelai seiring dengan tren komoditas pangan dunia yang meningkat.

Sementara itu Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menilai harga kedelai akan turun jika negara penghasil kedelai berkualitas masuk ke musim panen. Hal ini pun membuat stok aman sehingga jika ada permintaan stok lagi tidak terlalu sulit mendapatkannya.

"Ini kan sebentar lagi panen nih di luar (negeri). Ketika di luar akan panen harga akan berangsur turun jadi semua importir nunggu harga turun sehingga stok dia aman," imbuh Arief.

Walau demikian, Arief menambahkan, pihaknya tetap akan duduk bersama dan saling berkoordinasi baik dari pemerintah hingga asosiasi perajin tempe tahu untuk mencari jalan keluar apa yang cocok ketika harga kedelai tetap tinggi.

"Iya termasuk membahas subsidi apakah dilanjut apa tidak. Kita akan duduk bersama. Pak Mendag (Zulhas) juga bilang akan duduk bersama," pungkas dia.

Mengutip dari info panel harga Badan Pangan Nasional, harga kedelai biji kering (impor) per tanggal 1 Desember 2022 dibanderol Rp 14.480 per kilogram.

Keesokan harinya harga kedelai naik menjadi Rp 14.530 per kilogram. Hingga per 8 Desember 2022 dibanderol menjadi Rp 14.850 per kilogram.

https://money.kompas.com/read/2022/12/08/124800526/harga-kedelai-masih-mahal-zulhas-minta-bulog-impor-350.000-ton-dari-as

Terkini Lainnya

Tantangan Menuju Kesetaraan Gender di Perusahaan pada Era Kartini Masa Kini

Tantangan Menuju Kesetaraan Gender di Perusahaan pada Era Kartini Masa Kini

Work Smart
Bantuan Pesantren dan Pendidikan Islam Kemenag Sudah Dibuka, Ini Daftarnya

Bantuan Pesantren dan Pendidikan Islam Kemenag Sudah Dibuka, Ini Daftarnya

Whats New
Tanggung Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh, KAI Minta Bantuan Pemerintah

Tanggung Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh, KAI Minta Bantuan Pemerintah

Whats New
Tiket Kereta Go Show adalah Apa? Ini Pengertian dan Cara Belinya

Tiket Kereta Go Show adalah Apa? Ini Pengertian dan Cara Belinya

Whats New
OJK Bagikan Tips Kelola Keuangan Buat Ibu-ibu di Tengah Tren Pelemahan Rupiah

OJK Bagikan Tips Kelola Keuangan Buat Ibu-ibu di Tengah Tren Pelemahan Rupiah

Whats New
Pj Gubernur Jateng Apresiasi Mentan Amran yang Gerak Cepat Atasi Permasalahan Petani

Pj Gubernur Jateng Apresiasi Mentan Amran yang Gerak Cepat Atasi Permasalahan Petani

Whats New
LPEI dan Diaspora Indonesia Kerja Sama Buka Akses Pasar UKM Indonesia ke Kanada

LPEI dan Diaspora Indonesia Kerja Sama Buka Akses Pasar UKM Indonesia ke Kanada

Whats New
Unilever Tarik Es Krim Magnum Almond di Inggris, Bagaimana dengan Indonesia?

Unilever Tarik Es Krim Magnum Almond di Inggris, Bagaimana dengan Indonesia?

Whats New
Simak 5 Cara Merapikan Kondisi Keuangan Setelah Libur Lebaran

Simak 5 Cara Merapikan Kondisi Keuangan Setelah Libur Lebaran

Earn Smart
Studi Kelayakan Kereta Cepat ke Surabaya Digarap China, KAI: Kita Enggak Ikut

Studi Kelayakan Kereta Cepat ke Surabaya Digarap China, KAI: Kita Enggak Ikut

Whats New
Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Bisa Berimbas ke Harga Barang Elektronik

Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Bisa Berimbas ke Harga Barang Elektronik

Whats New
Pendaftaran UM-PTKIN 2024 Sudah Dibuka, Ini Link, Jadwal, hingga Alurnya

Pendaftaran UM-PTKIN 2024 Sudah Dibuka, Ini Link, Jadwal, hingga Alurnya

Whats New
Rincian Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 23 April 2024

Rincian Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 23 April 2024

Spend Smart
Pembentukan Badan Penerimaan Negara Masuk Dokumen Rencana Kerja Pemerintah 2025

Pembentukan Badan Penerimaan Negara Masuk Dokumen Rencana Kerja Pemerintah 2025

Whats New
Neraca Dagang RI Kembali Surplus, BI: Positif Topang Ketahanan Eksternal Ekonomi

Neraca Dagang RI Kembali Surplus, BI: Positif Topang Ketahanan Eksternal Ekonomi

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke