Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Hingga 2022, OJK Terima 29 Pengaduan Konsumen soal Kasus Gagal Bayar TaniFund

Kepala Departemen Perlindungan Konsumen OJK Agus Fajri Zam mengatakan, layanan konsumen itu terdiri dari 30 layanan konsumen mengenai kasus Santara dan 145 layanan konsumen mengenai TaniFund.

Dia merincikan seluruh layanan konsumen terkait Santara di 2022 berupa layanan informasi. Sementara untuk layanan konsumen terkait TaniFund di 2022 terdiri dari 20 pengaduan serta sisanya berupa pertanyaan dan informasi.

Sebagai informasi, layanan konsumen di APPK terdiri dari 3 kategori, yaitu informasi, pertanyaan, dan pengaduan. Tidak semua layanan konsumen yang masuk ke APPK disebut pengaduan karena untuk menyampaikan aduan konsumen harus memberikan identitas, kronologi kejadian, dan bukti lain yang dapat menguatkan pengaduan.

"Ini data yang tercatat di APPK (mulai Januari-Desember 2022). Memang bisa saja konsumen menyampaikan pengaduan lewat berbagai media atau instansi," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (28/12/2022).

Kasus gagal bayar TaniFund

Berdasarkan data layanan konsumen di APPK mulai tahun 2021, total layanan konsumen terkait Santara dan TaniFund berjumlah 256 layanan. Namun hanya 29 layanan yang masuk ke kategori pengaduan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ke-29 layanan pengaduan itu semuanya terkait kasus gagal bayar TaniFund. Sementara untuk kasus Santara sejak 2021 tidak ada pengaduan yang masuk ke APPK sama sekali.

"Yang masuk kategori pengaduan tercatat 29 tapi yang masih on (dalam proses penyelesaian) sebanyak 2 pengaduan. Yang mengadu adalah dalam posisi lender bukan sebagai borrower. Semuanya TaniFund," jelasnya.

Kebanyakan konsumen sekadar bertanya

Selain melalui APPK, OJK juga menampung layanan konsumen melalui kanal lain, seperti Contact Center 157, WhatsApp, Instagram, Facebook, website, email, YouTube, maupun surat.

Dikutip dari Kontan.co,id, Contact Center 157 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerima 254 panggilan masuk terkait kasus TaniFund dan Santara.

Per 1 Januari hingga 25 Desember 2022 terdapat 254 panggilan masuk terkait nasabah Santara milik Mardigu Wowiek dan nasabah gagal bayar TaniFund yang mengadukan melalui contact center OJK yang terbagi menjadi 215 pertanyaan, 12 informasi, dan 27 pengaduan.

"Biasanya masyarakat hanya sekadar bertanya saja mengenai kondisi yang tengah terjadi. Belum sampai ke tahap penyampaian aduan, sebab kalau pengaduan ada beberapa syarat," ujar Agus saat media briefing di Plataran Menteng, Jakarta, Senin (26/12/2022).

Ketidakjelasan mengenai pengaduan atau pertanyaan ini memang acap kali terjadi. Agus bilang, masyarakat biasanya hanya sekadar bertanya mengenai permasalahan yang sedang terjadi dan ingin mengkonfirmasi apakah permasalahan itu benar terjadi atau tidak.

"Apabila masyarakat melakukan pengaduan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seperti bukti, identitas, dan kronologi kejadian," ungkapnya.


Penyelesaian kasus Santara dan gagal bayar TaniFund

Diberitakan Kontan.co.id, OJK telah memberikan sanksi berupa perintah tindakan tertentu kepada PT Santara Daya Inspiratama pada 19 Desember 2022 berdasarkan surat nomor S-231/D.04/2022 tanggal 8 November 2022.

Perintah tindakan itu berupa Santara dilarang untuk menambah jumlah penerbit yang melakukan penawaran efek di penyelenggara dan dilarang untuk menambah pemodal sebelum seluruh efek penerbit yang berada di bawah pengawasan PT Santara Daya Inspiratama telah didaftarkan pada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan terdistribusi kepada seluruh pemodal.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Yunita Linda Sari menyampaikan, pengenaan perintah tindakan tertentu tersebut dikarenakan PT Santara Daya Inspiratama melanggar pasal 40 ayat (4) dan angka (8) POJK Nomor 57/POJK.04/2020 tentang Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi (POJK 57).

"Santara diberikan waktu sampai 8 Mei 2023 untuk melakukan proses pendaftaran efek penerbit pada KSEI dan mendistribusikan efek penerbit tersebut kepada pemodal, serta menyelesaikan seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan kepatuhan OJK," ujar Yunita.

Sementara TaniFund, berdasarkan laporan KONTAN pada 6 Desember 2022, platform peer-to-peer (P2P) lending TaniFund tengah menghadapi permasalahan gagal bayar kepada investornya yang berjumlah sekitar 128 investor. Gagal bayar ini ditaksir mencapai total nilai investasi sebesar kurang lebih Rp 14 miliar.

"Tanifund telah melanggar ketentuan yang diatur dalam POJK No.6/POJK.07/2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan," tandas Hardi Syahputra Purba, Kuasa Hukum korban gagal bayar atau lender TaniFund.

https://money.kompas.com/read/2022/12/28/110000526/hingga-2022-ojk-terima-29-pengaduan-konsumen-soal-kasus-gagal-bayar-tanifund

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke