Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ada Dugaan Penyelewengan, Seluruh Dana Pensiun BUMN Diaudit

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebut jumlah dana pensiun BUMN yang diduga bermasalah mencapai jumlah yang fantastis. Ditaksir penyelewengan dana tersebut mencapai nilai triliunan rupiah.

“Lagi diaudit dan lagi diproses, tapi (jumlah dana) besar, triliunan (rupiah). Saat ini nanti saat diaudit dilihat mana-mana yang korupsi, mana yang enggak,” kata Arya di ICE-BSD Tangerang, Sabtu (14/1/2023).

Arya mengungkapkan, proses audit yang dilakukan memakan waktu yang lama. Dalam proses audit ini, nantinya akan dilaporkan mana-mana saja lembaga dana pensiun BUMN yang melakukan korupsi, dan mana yang tidak.

“Masih berlangsung (audit) sangat banyak dan besar yang diaudit, pasti enggak bisa buru-buru, audit seluruh dana pensiun,” ungkapnya pada Minggu (15/1/2023).

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir memanggil 41 direksi lembaga dana pensiun BUMN pekan lalu. Erick mengingatkan agar direksi-direksi tidak melakukan kesalahan dan belajar dari kasus Asabri dan Jiwasraya.

Mantan Presiden Inter Milan itu juga mengatakan, saat ini Indonesia sedang berusaha menarik kepercayaan investor. Oleh karena itu, kepercayaan terhadap perusahaan-perusahaan, utamanya BUMN harus dijaga.

“Hanya 35 persen saja perusahaan BUMN yang mampu mengelola dana pensiunnya dengan baik. Dari awal, saya memiliki kesepakatan dengan KPK, dan kita juga memprosesnya secara hukum di Kejaksaan. Saya mau bersih-bersih, mumpung masih ada waktu," kata Erick.

https://money.kompas.com/read/2023/01/16/113125926/ada-dugaan-penyelewengan-seluruh-dana-pensiun-bumn-diaudit

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Wapres Usul Bansos Dicabut Jika Penerimanya Main Judi Oline | Apakah Pedagang yang Tolak Pembayaran 'Cash' Melanggar Aturan?

[POPULER MONEY] Wapres Usul Bansos Dicabut Jika Penerimanya Main Judi Oline | Apakah Pedagang yang Tolak Pembayaran "Cash" Melanggar Aturan?

Whats New
Pemerintah Susun Peta Jalan Sawit Indonesia Emas 2045, Ini Manfaatnya

Pemerintah Susun Peta Jalan Sawit Indonesia Emas 2045, Ini Manfaatnya

Whats New
Mendag Temukan Keramik Impor Ilegal dari China Senilai Rp 79,8 Miliar

Mendag Temukan Keramik Impor Ilegal dari China Senilai Rp 79,8 Miliar

Whats New
Mendag Pastikan HET Minyak Goreng MinyaKita Naik Minggu Depan

Mendag Pastikan HET Minyak Goreng MinyaKita Naik Minggu Depan

Whats New
Impor Beras Bulog Kena Denda di Pelabuhan, Kok Bisa?

Impor Beras Bulog Kena Denda di Pelabuhan, Kok Bisa?

Whats New
Luhut Janji Bakal Tutup Tambang yang Langgar Aturan Lingkungan

Luhut Janji Bakal Tutup Tambang yang Langgar Aturan Lingkungan

Whats New
Luhut Bilang, Negara Akan Danai Makan Bergizi, Dimulai Rp 20 Triliun

Luhut Bilang, Negara Akan Danai Makan Bergizi, Dimulai Rp 20 Triliun

Whats New
Cara Mengatasi ATM BCA Terblokir Tanpa ke Bank, Cukup Buka HP

Cara Mengatasi ATM BCA Terblokir Tanpa ke Bank, Cukup Buka HP

Spend Smart
Ada Indikasi 'Fraud' Indofarma, Kementerian BUMN Bakal Tempuh Jalur Hukum

Ada Indikasi "Fraud" Indofarma, Kementerian BUMN Bakal Tempuh Jalur Hukum

Whats New
AS Mau Kembangkan Kendaraan Listrik, Luhut: Mustahil Bisa Tanpa Indonesia

AS Mau Kembangkan Kendaraan Listrik, Luhut: Mustahil Bisa Tanpa Indonesia

Whats New
5 Cara Blokir ATM BCA, Bisa dari HP Tanpa Perlu ke Bank

5 Cara Blokir ATM BCA, Bisa dari HP Tanpa Perlu ke Bank

Spend Smart
Asosiasi Sebut Kenaikan Cukai Hasil Tembakau Berpotensi Bikin Rokok Ilegal Marak

Asosiasi Sebut Kenaikan Cukai Hasil Tembakau Berpotensi Bikin Rokok Ilegal Marak

Whats New
Unilever Bakal Tebar Dividen Rp 2,9 Triliun, Cek Jadwalnya

Unilever Bakal Tebar Dividen Rp 2,9 Triliun, Cek Jadwalnya

Whats New
Industri Asuransi Umum Raup Pendapatan Premi Rp 32,7 Triliun hingga Kuartal I 2024

Industri Asuransi Umum Raup Pendapatan Premi Rp 32,7 Triliun hingga Kuartal I 2024

Whats New
Minat Investasi SBN 2024? Ini Jadwal Penerbitannya

Minat Investasi SBN 2024? Ini Jadwal Penerbitannya

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke