Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ditjen Pajak Sudah Terima 10,6 Juta Laporan SPT Tahunan

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Dwi Astuti mengatakan, sampai dengan 29 Maret 2023, Ditjen Pajak sudah menerima 10,6 juta laporan SPT Tahunan.

"Atau 54,92 persen dari angka kepatuhan SPT Tahunan 2023," kata dia kepada Kompas.com, Kamis (30/3/2023).

Jika dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu, Dwi Menambah, jumlah SPT Tahunan yang sudah dilaporkan tumbuh 4,21 persen.

Mengingat batas waktu pelaporan yang kian dekat, Dwi mengingatkan kepada para wajib pajak untuk melaporkan SPT Tahunan.

Sebagai informasi, batas akhir waktu pelaporan SPT Tahunan bagi wajib pajak orang pribadi yakni pada Jumat (31/3/2023), sementara untuk wajib pajak badan pada 30 April 2023.

"DJP mengimbau kepada masyarakat Wajib Pajak agar segera melaporkan SPT Tahunan sebelum batas waktu pelaporan," ucap Dwi.

Apabila tidak melaporkan SPT Tahunan setelah batas waktu yang ditentukan, wajib pajak akan dikenakan sanksi berupa denda. Hal ini sebagaimana tercantum dalam UU KUP Pasal 7.

Besaran denda untuk keterlambatan pelaporan SPT yakni Rp 100.000 untuk wajib pajak pribadi dan Rp 1.000.000 untuk wajib pajak badan usaha.

Adapun pelaporan SPT Tahunan diwajibkan untuk yang penghasilannya di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Adapun PTKP yang ditentukan pemerintah yakni Rp 4,5 juta per bulan atau Rp 54 juta per tahun.

Ketentuan PTKP diatur di dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 101/PMK.010/2016 tentang Penyesuaian Besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak.

https://money.kompas.com/read/2023/03/30/170802126/ditjen-pajak-sudah-terima-106-juta-laporan-spt-tahunan

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke