Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kembangkan Karier Pekerja, Bank Mandiri Raih Peringkat 1 Top Companies 2024 Versi LinkedIn

KOMPAS.com - Bank Mandiri menempati posisi pertama Top Companies 2024 di Indonesia versi platform berjejaring profesional dan bisnis LinkedIn. 

Top Companies ketiga yang dirilis LinkedIn tersebut menyoroti 15 tempat kerja terbaik di Indonesia untuk mengembangkan karier. 

LinkedIn menggunakan metodologi yang mengamati berbagai aspek kemajuan karier, seperti peluang karyawan dipromosikan dan penambahan keahlian baru sebagai bahan pertimbangan untuk memberikan penilaian. 

Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Rohan Hafas mengapresiasi penilaian yang diberikan LinkedIn. 

Menurutnya, posisi pertama Mandiri dalam Top Companies merupakan pengakuan sekaligus menunjukkan bukti keseriusan perseroan sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang memiliki visi jangka panjang sebagai penyedia layanan terbaik di Tanah Air. 

Rohan mengatakan, predikat posisi pertama tersebut juga menunjukkan bahwa Bank Mandiri memiliki daya saing kuat dengan perusahaan top global lainnya. 

“Pengakuan ini menjadi pemantik bagi Bank Mandiri untuk terus memperkuat peran sebagai agen pembangunan," katanya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (19/4/2024).

Saat ini, jumlah karyawan Bank Mandiri atau Mandirian mencapai 38.000 orang pegawai organik dengan tingkat keterikatan karyawan Bank Mandiri mencapai 89,65 persen.

Keberhasilan Bank Mandiri menjadi tempat kerja terbaik untuk mengembangkan karier tak lepas dari keyakinan perseroan bahwa Mandirian merupakan pendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan dalam mengemban tanggung jawab untuk menciptakan inovasi. 

Hal tersebut sejalan dengan rencana dan target jangka panjang bisnis Bank Mandiri.

Oleh karena itu, kata Rohan, Bank Mandiri akan terus mendorong serta mengakselerasi pengembangan talenta unggul perbankan secara menyeluruh. 

Proses pengembangan itu dimulai dari rekrutmen yang transparan, program pelatihan dan pengembangan karier, penilaian kinerja yang adil, sistem remunerasi berbasis kinerja, hingga nantinya pegawai akan menjalankan purna tugas. 

Di samping itu, untuk mencapai “Net Zero Emissions (NZE) in Operations by 2030”, seluruh pegawai Bank Mandiri berperan aktif untuk bertransformasi melaksanakan aktivitas operasional yang ramah lingkungan. 

Sepanjang 2023, Bank Mandiri telah melakukan internalisasi budaya kerja berkelanjutan dalam bentuk, antara lain mandatory E-Learning ESG Awareness Level 1 kepada 27.844 Mandirian; e-campaign rutin di 57.000 perangkat kantor berupa desktop wallpaper.

Tak hanya itu, Bank Mandiri juga melaksanakan Forum Diskusi Internal terkait “Road to NZE” dan “Peranan Pasar Karbon” yang menjangkau seluruh Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Bank Mandiri serta Perusahaan Anak; sosialisasi ESG (ESG Awareness) kepada calon pegawai Bank Mandiri (5 batch ODP). 

Adapun data LinkedIn yang digunakan sebagai penilaian didasarkan pada delapan pilar yang teruji membantu kemajuan karier.

Kedelapan pilar tersebut, yakni kemampuan untuk maju; perkembangan keahlian; stabilitas perusahaan; peluang eksternal; afinitas perusahaan, keragaman gender; latar belakang pendidikan dan kehadiran karyawan di negara tersebut.

Untuk memenuhi syarat, perusahaan harus memiliki minimal 500 karyawan per 31 Desember 2023. 

Berdasarkan data LinkedIn, syarat pemberian Top Companies adalah tidak boleh ada pengurangan karyawan lebih dari 10 persen selama periode waktu metodologi.

Keputusan tersebut diambil tim LinkedIn News berdasarkan laporan perusahaan atau sumber media yang terpercaya. 

Hanya perusahaan induk yang mendapatkan peringkat dalam daftar yang bisa masuk kriteria penilai atau anak perusahaan dengan kepemilikan mayoritas saham. Data tersebut kemudian digabungkan dengan skor perusahaan induknya. 

Kerangka waktu metodologi dimulai pada 1 Januari 2023 hingga 31 Desember 2023.

https://money.kompas.com/read/2024/04/19/122831026/kembangkan-karier-pekerja-bank-mandiri-raih-peringkat-1-top-companies-2024

Terkini Lainnya

AI Jadi 'Sephia' di Tempat Kerja: Benci tapi Rindu

AI Jadi "Sephia" di Tempat Kerja: Benci tapi Rindu

Whats New
P2MI: Masyarakat Jangan Lagi Termakan Pesan Berantai soal Daftar Makanan dan Bumbu Masak Tidak Halal

P2MI: Masyarakat Jangan Lagi Termakan Pesan Berantai soal Daftar Makanan dan Bumbu Masak Tidak Halal

Whats New
Strategi Pupuk Indonesia Tingkatkan Penyerapan Pupuk Bersubsidi

Strategi Pupuk Indonesia Tingkatkan Penyerapan Pupuk Bersubsidi

Whats New
PYFA Resmi Akuisisi 100 Persen Saham Perusahaan Farmasi Australia

PYFA Resmi Akuisisi 100 Persen Saham Perusahaan Farmasi Australia

Whats New
Waspada, Ini 15 Ciri-ciri Atasan Pelaku 'Micromanagement'

Waspada, Ini 15 Ciri-ciri Atasan Pelaku "Micromanagement"

Work Smart
Gandeng Baznas, Mitratel Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terluar Indonesia

Gandeng Baznas, Mitratel Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terluar Indonesia

Whats New
Pemerintah Bangun Pipa Gas Bumi Cirebon-Semarang II Senilai Rp 3 Triliun

Pemerintah Bangun Pipa Gas Bumi Cirebon-Semarang II Senilai Rp 3 Triliun

Whats New
Rupiah Melemah Lagi di Atas 16.400, Simak Kurs Dollar AS di 5 Bank Besar Indonesia

Rupiah Melemah Lagi di Atas 16.400, Simak Kurs Dollar AS di 5 Bank Besar Indonesia

Whats New
Bea Cukai Tahan Ribuan Kontainer, ERP Jadi Solusi Tepat bagi Importir

Bea Cukai Tahan Ribuan Kontainer, ERP Jadi Solusi Tepat bagi Importir

Whats New
PLN IP Pakai Limbah Uang Kertas Jadi Bahan Bakar PLTU Bengkayang

PLN IP Pakai Limbah Uang Kertas Jadi Bahan Bakar PLTU Bengkayang

Whats New
Ini 5 Bandara dengan Trafik Tertinggi Saat Penerbangan Haji 2024

Ini 5 Bandara dengan Trafik Tertinggi Saat Penerbangan Haji 2024

Whats New
Bos Pupuk: 56 Persen Petani yang Terdaftar di e-RDKK Belum Menebus Pupuk Subsidi

Bos Pupuk: 56 Persen Petani yang Terdaftar di e-RDKK Belum Menebus Pupuk Subsidi

Whats New
Satu Data Perkebunan, Strategi Kunci Capai Perkebunan yang Berkelanjutan

Satu Data Perkebunan, Strategi Kunci Capai Perkebunan yang Berkelanjutan

Whats New
Usai Cetak Rekor 'Marketing Sales' pada 2023, CTRA Bakal Tebar Dividen Rp 389 Miliar

Usai Cetak Rekor "Marketing Sales" pada 2023, CTRA Bakal Tebar Dividen Rp 389 Miliar

Whats New
Nasib OVO Setelah Superbank Masuk ke Ekosistem Grab

Nasib OVO Setelah Superbank Masuk ke Ekosistem Grab

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke