Resesi AS, Asia Tenggara Paling Menderita

Kompas.com - 23/01/2008, 12:14 WIB
Editor

WASHINGTON,SELASA - Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan Asia Tenggara akan menjadi wilayah yang paling mendapat pukulan di sektor ekspor akibat pelambatan ekonomi di Amerika Serikat (AS).

Menurut Deputy Director IMF untuk Asia Pasifik Steven Dunaway, Selasa (22/1) waktu setempat, resesi di AS akan diikuti dengan penurunan ekspor dari Asia, termasuk negara-negara di Asia Tenggara dan China. Berdasarkan pengalaman, sebutnya,  setiap 1 persen penurunan  pertumbuhan ekonomi AS, maka pertumbuhan ekonomi Asia juga akan turun 0,5-1 persen.

"Negara-negara Asia Tenggara aka menghadapi masa sulit dengan pelambanan ekonomi di AS dan juga akan mendapatkan persaingan dari China," ujarnya dalam forum ekonomi China di Woodrow Wilson International Center for Scholars di Washington.

Dikatakannya negara-negara Asia akan berkompetisi untuk memperebutkan kue yang makin kecil bila impor AS mengecil. Dia mengungkapkan kemungkinan China akan menurunkan harga untuk lebih meningkatkan daya saingnya. "Hal ini akan menambah tekanan terhadap negara-negara Asia Tenggara," ujarnya.(AFP/EDJ)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.