BI Izinkan Perbankan Investasi di Sukuk

Kompas.com - 21/08/2008, 15:14 WIB
Editor

JAKARTA, KAMIS — Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Siti Fadjrijah mengatakan, BI telah dan sedang melakukan sejumlah perubahan peraturan sehingga perbankan konvensional dan perbankan syariah dapat melakukan investasi pada obligasi syariah atau sukuk. "Bank konvensional sudah tidak bermasalah untuk membeli sukuk dengan tujuan investasi. Bank syariah juga tidak bermasalah karena PBI nomor 7/13/PBI/2005 sedang dalam proses revisi. Jadi, bank syariah sudah boleh melakukan pembelian dan berinvestasi di sukuk," katanya di Jakarta, Kamis (21/8).

Dijelaskannya, BI telah mencabut PBI nomor 5/12/PBI dan Surat Edaran nomor 5/23/DPNP tahun 2003 yang menyatakan bahwa obligasi syariah tidak termasuk dalam trading book kecuali untuk tujuan kebutuhan likuiditas. PBI itu, lanjutnya, telah diganti dengan PBI nomor 9/13/PBI tahun 2007 dan surat edaran telah diganti dengan nomor 9/33/DPNP tanggal 18 Desember 2007.

"Sehingga bank umum konvensional dapat memiliki surat berharga syariah tidak hanya untuk tujuan kebutuhan likuiditas, tetapi juga dapat diperdagangkan," kata Siti.

Mengenai ketentuan kepemilikan sukuk oleh perbankan syariah, Siti menjelaskan, BI sedang dalam proses merevisi ketentuan yang terdapat dalam PBI No 8/21/PBI/2006 tentang kualitas aktiva bank umum syariah dan PBI No 7/13/PBI/2005 tentang KPMM bank umum syariah. "Sehingga perbankan syariah dapat memiliki surat berharga syariah tidak hanya untuk tujuan investasi, tetapi dapat juga dipindahtangankan sesuai dengan kelaziman dan mekanisme yang berlaku di pasar sekunder," katanya.

Kebijakan BI ini terkait dengan rencana pemerintah menerbitkan surat berharga syariah negara (SBSN) domestik pada Agustus 2008 dengan target indikatif Rp 5 triliun. Perbankan, termasuk perbankan syariah, diperkirakan akan menjadi salah satu investor utama SBSN.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Whats New
Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Rilis
Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Whats New
Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Whats New
Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

BrandzView
Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Spend Smart
Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan 'Panic Buying'

Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan "Panic Buying"

Whats New
Alfamart: Jangan 'Panic Buying' Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Alfamart: Jangan "Panic Buying" Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Whats New
Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Work Smart
Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Whats New
Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Whats New
Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Whats New
Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Whats New
Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.