Reza, Tutup Kloset Kuasai 18 Negara

Kompas.com - 23/09/2008, 08:18 WIB
Editor

Tahun 1998 lalu, Fernanda Reza Muhammad terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari perusahaan kontraktor asing tempatnya bekerja karena terkena krisis moneter.

Karena itu, Reza memutar otak untuk mencari mata pencaharian baru. Ahirnya, dengan modal Rp 40 juta, dia mendirikan Deco Resion (DR), dan mulai memproduksi penutup kloset berbahan resin yang bening, sehingga di dalamnya bisa diberi hiasan kerang. Sebagai tempat kerja, Reza menggunakan tempat kosnya di Surabaya untuk memproduksi tutup kloset. "Saya hanya ingin mendirikan suatu perusahaan yang unik dan belum digeluti banyak orang," kata Reza.

Setelah itu, Reza menghubungi pabrikan perlengkapan kamar mandi terkemuka di Australia, Loo with a View melalui internet. Dia berhasil memikat Loo dengan menawarkan harga murah 50 dollar Australia. Sedangkan produk serupa di  Australia mencapai 225 dollar Australia.

Enam hari kemudian, Loo mengirim tenaga kontrol kualitas ke DR sekaligus mengajarkan proses pembuatan tutup kloset dari bahan resin. Tidak hanya itu, Loo juga memesan satu kontainer (isi 900-1.000  buah tutup kloset). Penjualannya ke pasar ekspor khususnya Australia dan Inggris mendapat respon positif dan terus meningkat.

Sukses Reza menarik distributor asal Singapura, In Trade Consultacy (ITC) yang menawarkan kerjasama, Reza dan DR-nya memproduksi, sedangkan pemasarannya diurus ITC. Dibawah bendera baru, yakni ITC Asia Pasific, produksi perusahaan meningkat tajam menjadi dua kontainer per  bulan dan tenaga kerjanya 50 orang.

Negara jajahannnya pun semakin luas merambah hingga 18 negara didunia, termasuk negara-negara kaya Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Bahrain dengan nilai 140 ribu per bulan. "Saat itu kami mengalami masa-masa keemasan," ujar pria usia 37 tahun ini.

Namun tahun 2003 pasar ITC menyusut karena terimbas dampak bom WTC dan bom bali I. Reza terpaksa melakukan efisiensi besarr-besaran, mengurangi kapasitas beberapa line produknya, dan mengurangi tenaga kerjanya hingga tinggal 10 orang. "Saat itu benar-benar masa sulit bagi saya. Namun, saya mencoba bangkit, pokoknya harus survive," kata alumni S2 Universitas Erlangga ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Reza harus berjuang keras untuk meraih masa kejayaannya kembali. Dia rajin mengikuti pameran internasional, melakukan personal selling, mengunjungi klien di negara tujuan, dan menggencarkan public relations. "Setidaknya saya tetap survive hingga kini. Dalam sebulan saya bisa menyelesaikan order 3 kontainer," ujar Reza.

Namun, bukan berarti semua kendala telah sirna. Reza mengaku, saat ini harga bahan baku terus melonjak dan keinginan pasar selalu berubah. Selain itu, pemadaman listrik yang dilakukan PLN akhir-akhir ini membuatnya terpaksa menelan kerugian. Pasalnya, ujar Reza, ketika produksi sedang berjalan tiba-tiba listrik mati sehingga menggagalkan proses produksi.

"Saya pernah diklaim konsumen gara-gara terlambat menyelesaikan order gara-gara listrik di tempat produksi mati tiga kali dalam satu minggu. Ya, sebaiknya pemerintah memperhatikan hal ini," kata Reza.

Kedepan, Reza ingin mengembangkan pemasaran produknya ke dalam negeri untuk menambah jaringan pemasaran. Menurut Reza, era sekarang bukan siapa yang besar yang bisa menguasai pasar, melainkan siapa yang cepat yang bisa menguasai pasar.

==================================================
Promosia Indonesia
Jl Dukuh Kupang X/6 Surabaya 60225
031-5687116/0811-325329



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Menikmati 2 Kota Tuan Rumah Olimpiade hingga Roh Gentayangan di Benteng Romawi Kuno

[KURASI KOMPASIANA] Menikmati 2 Kota Tuan Rumah Olimpiade hingga Roh Gentayangan di Benteng Romawi Kuno

Rilis
Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Himbara Siap Genjot Penyaluran Kredit

Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Himbara Siap Genjot Penyaluran Kredit

Whats New
Jakpro Gandeng PGN Bangun Infrastrktur Gas Bumi di Jakarta

Jakpro Gandeng PGN Bangun Infrastrktur Gas Bumi di Jakarta

Rilis
Sambut Ultah Ke-12, Tokopedia Dorong Percepatan Digitalisasi UMKM

Sambut Ultah Ke-12, Tokopedia Dorong Percepatan Digitalisasi UMKM

Whats New
Bank BUMN Pede Kredit Bisa Tumbuh hingga 7 Persen

Bank BUMN Pede Kredit Bisa Tumbuh hingga 7 Persen

Whats New
RI Keluar dari Resesi, OJK Bakal Dorong Pemda Salurkan KUR Pertanian

RI Keluar dari Resesi, OJK Bakal Dorong Pemda Salurkan KUR Pertanian

Whats New
Varian Delta Tekan Ekonomi Kuartal III, Pemerintah Andalkan Kuartal IV

Varian Delta Tekan Ekonomi Kuartal III, Pemerintah Andalkan Kuartal IV

Whats New
Bagaimana Tahapan Penyusunan APBN?

Bagaimana Tahapan Penyusunan APBN?

Whats New
Chatib Basri Ungkap Solusi Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal III 2021

Chatib Basri Ungkap Solusi Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal III 2021

Whats New
Ekonomi RI Tumbuh 7,07 Persen, Mendag: Konsumsi Membaik ke Masa Sebelum Pandemi

Ekonomi RI Tumbuh 7,07 Persen, Mendag: Konsumsi Membaik ke Masa Sebelum Pandemi

Whats New
Meski Dihantam Varian Delta, Sri Mulyani Pede Ekonomi Kuartal III Sentuh 5,7 Persen

Meski Dihantam Varian Delta, Sri Mulyani Pede Ekonomi Kuartal III Sentuh 5,7 Persen

Whats New
Menteri Pertanian: Penyaluran KUR 2021 Sudah Terserap Rp 43,60 Triliun

Menteri Pertanian: Penyaluran KUR 2021 Sudah Terserap Rp 43,60 Triliun

Whats New
Menkop Teten Sebut Sektor UMKM Hampir Normal Seperti Sebelum Pandemi

Menkop Teten Sebut Sektor UMKM Hampir Normal Seperti Sebelum Pandemi

Whats New
Tekan Penyebaran Covid-19, Kemenperin Pantau Operasional Industri Manufaktur

Tekan Penyebaran Covid-19, Kemenperin Pantau Operasional Industri Manufaktur

Whats New
Gandeng PTPP, BPKH Bangun Rumah Indonesia di Mekkah

Gandeng PTPP, BPKH Bangun Rumah Indonesia di Mekkah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X