Apa yang Harus Ditanyakan kepada Wedding Planner?

Kompas.com - 18/03/2009, 15:39 WIB
Editor

KOMPAS.com — Perencana pernikahan atau wedding planner bisa jadi sangat membantu pasangan yang akan menikah dalam merencanakan resepsi. Namun, bisa jadi, justru hal yang paling disesali jika visinya tak sama. Berikut beberapa hal yang perlu ditanyakan kepada perencana pernikahan untuk memastikan bahwa Anda dan mereka memiliki ide pikiran yang sama.

1. Apakah Anda pernah bekerja dengan vendor-vendor atau pun gedung yang saya ingini? Apa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing tempat tersebut?
Pertanyaan ini akan memberikan sekilas tentang selera dan cara pandang si perencana pernikahan. Jika mereka tak suka dengan pilihan Anda dan menawarkan yang jauh berbeda dengan pilihan Anda, kemungkinan terbesar mereka tidak cocok dengan Anda. Namun, jika mereka menawarkan opsi lain yang lebih bagus, lebih murah, dan memberikan ide yang sejalan dengan ide Anda, ini bisa jadi ‘jodoh’-nya. Biarpun ia menyukai dan setuju dengan semua pilihan Anda, sebaiknya ketahui alasan ia menyukainya untuk melihat apakah memang ia paham tentang apa yang ia lakukan.

2. Kira-kira sudah berapa kali Anda menangani pernikahan yang memiliki budget sama dengan saya?
Penting untuk diketahui, apakah si perencana pernikahan ini sanggup menjalani dan membantu Anda supaya biaya-biaya tidak membengkak. Jika ia hanya terbiasa menangani klien yang memiliki anggaran dua kali lipat dari anggaran Anda, bisa jadi mereka tak memiliki hubungan dengan vendor-vendor yang sesuai dengan kisaran anggaran Anda.

3. Siapa vendor florist, band, katering, dan penyedia jasa lainnya yang paling Anda senangi?
Cek portofolio hasil kerjanya di pernikahan-pernikahan sebelumnya. Ini akan memberikan Anda bayangan untuk membayangkan hasil kerjanya.

4. Sejauh mana saya bisa ikut ambil andil dalam pernikahan ini? Apa saja yang akan menjadi kewajiban saya?
Sebelum acara dimulai, Anda perlu tahu apa saja yang menjadi bagian Anda dan perlu diketahui keputusan terakhir ada di tangan siapa. Apakah ada di tangan Anda, ibu Anda, mertua, atau justru si perencana pernikahan?

5. Rata-rata, berapa banyak acara pernikahan yang Anda tangani dalam sebulan? Berapa banyak staf yang dimiliki dan apa saja kualifikasi mereka?
Banyak pekerja perencana pernikahan melakukannya hanya sebagai hobi, jadi penting untuk memastikan mereka merancang pernikahan Anda serius. Semakin sering dan semakin banyak acara pernikahan yang ia lakukan, semakin banyak pula pengalaman dan hal-hal pencegahan yang ia ketahui. Namun, perlu dilihat pula, pada bulan pernikahan Anda, berapa banyak acara yang ia tangani? Kalau banyak, hati-hati, takutnya ia bisa kurang konsentrasi pada acara Anda.

6. Seberapa sering Anda ingin bertemu dengan saya sebelum pernikahan? Dari pukul berapa hingga pukul berapa Anda akan bekerja pada hari pernikahan nanti?
Jika komunikasi yang sering penting untuk Anda, maka jangan pilih planner yang berpikir bahwa dengan bertelepon tiga kali seminggu saja cukup untuk menyelenggarakan pernikahan. Jika perencana pernikahan ini memiliki struktur perusahaan yang rumit, pastikan siapa yang akan menangani pernikahan Anda. Langsung dengan si atasan atau kepada asistennya?

7. Boleh saya lihat daftar vendor dan klien-klien Anda? Keberatankah Anda jika saya menghubungi beberapa dari mereka?
Referensi dari klien amat penting. Lihat seberapa banyak pujian yang datang dari mereka tentang si perencana pernikahan. Para vendor tak memiliki ikatan yang kuat dengan si perencana dan mereka bisa lebih leluasa mengobservasi si perencana pernikahan. Para vendor juga bisa membandingkan si perencana pernikahan dengan yang lainnya.

8. Berapa biaya jasa yang Anda kenakan? Apakah ada tarif rata? Apakah ada biaya-biaya tambahan? Apa saja biaya-biaya yang harus saya tanggung?
Ketahuilah, sejak awal biaya-biaya apa saja yang akan dikenakan pada Anda. Tiap perencana pernikahan memiliki metode penarifan berbeda.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X