Kebahagiaan Seorang Murid Philip Kotler

Kompas.com - 27/05/2009, 09:22 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua puluh lima tahun lalu, Lukas Widjaja adalah mahasiswa Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) di Menteng, Jakarta. Lukas tentu tidak membayangkan pada 25 tahun yang akan datang, ia akan menemui salah seorang gurunya, yang kemudian sekarang menjadi the father of modern marketing, Prof Philip Kotler.

Pertemuan itu terlaksana saat dinner yang diselenggarakan Kompas Gramedia di Restoran Casa D’Oro di Hotel Indonesia Kempinski, Selasa malam. Kesempatan itu rupanya tidak disia-siakan oleh sang mahasiswa tersebut.

Kepada profesornya, Lukas yang sekarang menjabat sebagai Pemimpin Perusahaan PT Kompas Media Nusantara (KMN), yang menerbitkan harian Kompas, tadi malam, memperlihatkan buku yang ia beli pada 1984 berjudul The Principles of Marketing, terbitan tahun 1983.

“Saya enggak pernah membayangkan bakal bertemu beliau. Saya senang sekali,” kata Lukas sambil sumringah setelah Kotler membubuhkan tanda tangan di bukunya itu di sela-sela jamuan makan malam itu. Penandatanganan buku disaksikan CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo dan Direktur Jenderal Pemasaran Depbudpar Sapta Nirwandar.

“Dia sempat nunjukin fotonya yang masih muda,” kata Lukas. Dalam bukunya tersebut memang terpampang foto kecil Kotler sewaktu masih muda.

Kotler tampaknya senang dengan kehadiran Lukas yang membawa bukunya itu. Ia sempat bertanya apakah buku itu disimpan begitu saja atau dipakai. Kotler lalu bertanya, ”Siapa namamu?”, lalu dijawab, ”Lukas”. Kotler lalu membubuhkan tanda tangannya.

Di rumahnya, kata Lukas, ia memiliki perpustakaan kecil dan ia mengaku termasuk orang yang rajin merawat buku-buku lama.

Seusai meneken buku itu, Kotler sempat memperlihatkan bukunya tersebut kepada hadirin makan malam itu sambil tersenyum.

Malam itu, Kotler yang pagi harinya baru tiba dari Amerika Serikat tampak segar bugar di usianya yang ke-78 tahun. Kehadirannya di Indonesia antara lain untuk merayakan ulang tahunnya yang diselenggarakan bersama oleh Kompas Gramedia, Marplus Inc, dan BRI Prioritas.

Nia Niscaya, salah seorang direktur di Depbudpar, yang duduk di seberang Kotler pada malam itu, memberikan kesan positif mengenai Kotler. ”Orangnya hangat, sangat energetik, dan enak berbicara dengan beliau,” katanya.

Pagi ini, setelah launching buku Kompas 100 dan pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Philip Kotler akan menjadi pembicara pada executive roundtables class di ballroom Hotel Indonesia Kempinski.

Saat pidato di launching buku itu, Kotler sempat menjelaskan kejadian tadi malam saat menandatangani bukunya 25 tahun lalu. ”Saya lihat bukunya dipakai, bukan disimpan. Jadi, saya mau tanda tangan,” katanya, disambut senyum hadirin.

Kotler mengatakan, berbeda dengan geometri yang bisa tahan 100 tahun, teori marketing harus di-update paling tidak dalam lima tahun.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X