Penganut Sunda Wiwitan Masih Bertahan di Cimahi

Kompas.com - 24/06/2009, 01:42 WIB
Editor

Aliran kepercayaan Sunda Wiwitan masih bertahan dan memiliki penganut setia di wilayah Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat.

Pewarta Antara, Selasa berkesempatan mengunjungi komunitas Sunda Wiwitan di  Kampung Cireundeu, Leuwigajah, Cimahi yang  tampak  tak berbeda dengan kampung pada umumnya, terutama bentuk fisik bangunan rumahnya.

Namun dari segi keunikannya, warga kampung ini masih mengonsumsi singkong sebagai makanan pokok dan mayoritas masih menjalankan ajaran Pangeran Madrais dari Cigugur, Kuningan itu.

Tradisi yang masih berlangsung dikalangan komunitas Sunda Wiwitan yaitu menggelar  upacara Saka 1 Sura secara rutin.

Secara fisik Cireundeu memanglah kampung biasa, namun  karena ketatnya menjalankan tradisi karuhun, kampung ini akhirnya dikukuhkan secara de fakta sebagai kampung adat.

Sebagian besar warga Cireundeu masih memegang teguh ajaran yang juga dikenal agama Jawa Sunda yang dibawa Pangeran Madrais dari Cigugur, Kuningan.

Satu hal yang mencolok dari kegiatan adat masyarakat Cireundeu adalah rutinitas menggelar hajat peringatan tahun baru Saka 1 Sura.

Kepercayaan ini dikenal juga sebagai Cara Karuhun Urang (tradisi nenek moyang), agama Sunda Wiwitan, ajaran Madrais atau agama Cigugur. Mereka percaya pada Tuhan, dan teguh menjaga kepercayaan serta menjaga jatidiri Sunda mereka agar tidak berubah.

Falsafah hidup masyarakat Cireundeu belum banyak berubah sejak puluhan tahun lalu, dan mereka masih memegang ajaran moral tentang bagaimana membawa diri dalam hidup ini.

Menurut Abah Emen, Ketua Kampung Adat Cireundeu, ritual 1 Sura yang rutin digelar sejak kala, merupakan salah satu simbol dari falsafah tersebut. Upacara suraan, demikian warga Cireundeu menyebutnya, memiliki makna yang dalam. Bahwa manusia itu harus memahami bila ia hidup berdampingan dengan mahluk hidup lainnya.

Halaman:


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X