Penganut Sunda Wiwitan Masih Bertahan di Cimahi

Kompas.com - 24/06/2009, 01:42 WIB
Editor

Baik dengan lingkungan, tumbuhan, hewan, angin, laut, gunung, tanah, air, api, kayu, dan langit.

"Karena itulah manusia harus mengenal dirinya sendiri, tahu apa yang dia rasakan untuk kemudian belajar merasakan apa yang orang lain dan mahluk hidup lain rasakan," katanya.

Selain itu masyarakat cireundeu menghormati leluhur mereka dengan tidak memakan nasi melainkan singkong.

Pangeran Madrais pernah berkata, jika orang Cireundeu tidak mau terkena bencana maka pantang makan nasi, ujar Abah Emen.

Sekarang terbukti, dimana orang lain bingung memikirkan harga beras yang makin naik, warga sini adem ayem saja karena singkongnya pun hasil kebun sendiri.

Sunda punya tahun, bahasa, aksara, adat, budaya dan kepercayaan. Jika seorang yang mengaku orang Sunda tidak menonjolkan jatidiri Sundanya dan malah menjalankan tradisi oranglain, maka dia tak pantas disebut orang Sunda.

Tradisi penjajah didalami, ditekuni tapi kepercayaan yang asli dari kebudayaan kita sendiri bahkan tidak dikenali. Kalau kata peribahasa seperti "moro julang ngaleupaskeun peusing", kata Abah Emen.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X