Mata Uang Dunia dan Pemulihan Ekonomi

Kompas.com - 04/08/2009, 14:29 WIB
Editor

KOMPAS.com - Harapan pemulihan ekonomi bukan lagi spekulasi semata seperti sebelumnya. Tiga atau empat bulan yang lalu harapan pemulihan ekonomi cenderung bersifat demikian  karena masih banyak sektor-sektor ekonomi yang masih lesu. Dalam hal ini kami memaksudkan kondisi ekonomi AS sebagai negara ekonomi terbesar dunia.

Namun perlahan-lahan situasi mulai berubah, khususnya setelah musim laporan pendapatan korporasi AS. Perusahaan besar seperti Goldman Sachs, JPMorgan Chase, Bank of America, Inter, IBM, Google dan lain-lain melaporkan pendapatan yang lebih tinggi dari estimasi. Memang ada juga beberapa laporan perusahaan yang mengecewakan, namun secara keseluruhan laporan pendapatan  positif. 

Sektor perumahan AS sudah mulai lebih baik, sektor industri juga demikian meskipun masih mengalami penurunan namun sudah berada di laju lebih lambat. Tidak heran pelaku pasar terus memburu aset yang mengandung resiko seperti saham, mata uang dengan yield lebih tinggi dan komoditas.

Apakah pasar masih perlu bukti lebih jauh sehubungan  dengan pemulihan ekonomi di AS? jawabnya adalah ‘Iya’ dan salah satu data yang paling ditunggu-tunggu adalah data tenaga kerja AS di luar sektor pertanian yaitu Non farm payrolls. Data ini selalu ditunggu pelaku pasar karena sektor ini menjadi salah satu kekhawatiran besar dalam pemulihan ekonomi. Data ini selalu dapat mengubah sentimen pasar.

Data ini akan diumumkan pada hari Jumat (7/8/2009). Para analis seperti diberitakan Bloomberg memperkirakan angka pengangguran di AS mencapai 325.000 turun lebih besar dari bulan Juni di angka 467.000. Tingkat pengangguran diperkirakan 9,6 persen lebih tinggi dari sebelumnya 9,5 persen. Sektor tenaga kerja AS memang belum pulih sepenuhnya namun  pemangkasan yang dilakukan perusahaan sudah berada di laju lebih lambat. Bukti bahwa langkah pemerintah dengan stimulus ekonominya sudah mulai terlihat dampaknya.

Saat ini beberapa mata uang dunia sudah menembus level baru setelah sekian lama bergerak terbatas. Mata uang Inggris sudah menyentuh level 1,70 dollar AS sebelumnya bertahan di angka 1,66 dollar AS, mata uang tunggal Eropa, euro  menyentuh level 1,44 dollar AS dari sebelumnya bertahan di 1,42 dollar AS. Demikian juga dollar Australia, sentuh level tinggi baru di 0,84.

Keyakinan terhadap pulihnya ekonomi dari resesi tumbuh seiring kondisi fundamental yang lebih baik yang tercermin dari data ekonomi dan laporan pendapatan korporasi. Pelaku pasar tidak khawatir memburu mata uang lebih beresiko atau memiliki hasil imbal lebih tinggi seperti sterling, euro dan dollar Australia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk meneguhkan keyakinan ini maka data nonfarm payrolls akan menjadi poin penting apakah sentimen ini terus berlanjut atau mereda dulu untuk sementara. Sebagai pengingat, laporan aktual data bisa jadi berbeda dengan forecast analis sehingga pelaku pasar perlu berhati-hati. (JG/Head of Research and Analyst, PT Monex Investindo Futures)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.