Kenaikan di Bursa Saham Hanya Ilusi?

Kompas.com - 17/08/2009, 09:58 WIB
Editor

KOMPAS.com - Pernyataan yang disampaikan oleh Bank Sentral Amerika setelah rapat kebijakan moneternya tanggal 12 Agustus lalu mengatakan, kondisi pasar keuangan sudah mulai membaik namun aktivitas ekonomi masih tetap lemah.

Seperti yang kita ketahui, beberapa minggu belakangan ini kondisi pasar keuangan amat bergairah, hampir seluruh pasar saham dunia naik tajam. Indeks saham Dow Jones sudah kembali berada di atas level 9000, melebihi level penutupan akhir tahun 2008, setelah sebelumnya pada awal Maret 2009 sempat terjerembab ke level 6500.

Namun apa yang terjadi di pasar saham tidak merefleksikan apa yang terjadi dengan perekonomian riil. Di AS sendiri ekonomi masih tetap lemah. Tingkat pengangguran masih tinggi yang berdampak pada belanja konsumen yang tetap tertekan. Data tingkat pengangguran yang terakhir masih tetap tinggi di kisaran 9,4 persen. Banyak ekonom memperkirakan angka ini masih akan terus bertambah hingga awal tahun 2010 di kisaran 10 persen.

Dengan tingkat pengangguran yang masih tinggi, berarti masih banyak perusahaan yang memberhentikan pekerjanya dan ini membuat masyarakat menjadi lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya karena potensi pemecatan yang membayangi.

Data penjualan ritel Amerika Serikat yang dirilis Hari Kamis malam menunjukkan penurunan penjualan sebesar 0,1 persen, yang artinya kondisi masyarakat yang membatasi belanja dan daya beli masyarakat yang turun tajam. Penjualan ritel berkontribusi hampir dua per tiga dari total perekonomian AS. Hal ini mengindikasikan bahwa ekonomi AS masih terpuruk.

Data lainnya yang juga mengindikasikan masih terpuruknya ekonomi AS adalah data aktivitas penyitaan rumah di AS yang melonjak 7 persen pada bulan Juli. Ini menandakan masih banyaknya rumah tangga yang tidak mampu membayar angsuran kredit rumahnya di AS akibat penurunan pendapatan atau bahkan kehilangan sumber pendapatannya.

Jadi kenaikkan bursa saham yang tajam ini hanyalah sebuah ilusi. Pemulihan baru berlangsung di sektor non riil. Masalah pada perekonomian riil masih menumpuk dan bila tidak ditangani dengan tepat akan mengakibatkan ekonomi akan kembali masuk ke resesi yang lebih dalam. Sepertinya pemerintah AS berusaha membangun citra bahwa ekonomi sudah mulai pulih melalui kenaikan bursa saham.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bila data-data fundamental ekonomi yang akan dirilis pada bulan-bulan mendatang masih akan menampilkan hasil yang buruk, sentimen bullish yang membayangi bursa saham akan hilang dan bursa saham dapat terkoreksi dalam. (AT/Senior Research And Analyst PT Monex Investindo Futures)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.