Bapepam: Demi Negara, Rp 6,7 Triliun Ongkos yang Murah

Kompas.com - 20/11/2009, 17:04 WIB
EditorEdj

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan masih konsisten dalam menghadapi macetnya dana investor pada produk kontrak pengelolaan dana terbitan PT Antaboga Delta Sekuritas Indonesia.

Ketua Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany berpendapat, negara memang seharusnya tak perlu menggelontorkan sejumlah dana talangan kepada nasabah Bank Century. Setidaknya ada dua alasan utama yang menguatkan hal itu.

Pertama, UU Pasar Modal mengatur bahwa Bapepam-LK hanya melindungi aset investor dalam produk yang diatur oleh aturan Bapepam, dan tersimpan dalam Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Nah, aturan main kontrak pengelolaan dana (KPD) di luar ketentuan itu karena merupakan kesepakatan di antara dua pihak tanpa campur tangan Bapepam-LK. Kemudian, penyelesaian harus melalui peradilan umum, apabila terjadi persengketaan. Lagipula, "KPD itu barang palsu, dan uangnya dibawa lari oleh Robert Tantular. Ini murni tindakan pidana," ucap Fuad di Jakarta, Jumat (20/11).

Kedua, Fuad menilai, jumlah dana nasabah yang hilang masih tergolong kecil. Itu juga tidak berdampak sistemik pada industri pasar modal dan keuangan. Fuad mengaku, pendapat itu sudah pernah disampaikan pada rapat dengar pendapat dengan pemerintah, sebelum pemerintah memberikan dana talangan bagi Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun.

Namun, setelah Bank Indonesia (BI) menyodorkan data mengenai kondisi pasar yang berpotensi mengakibatkan tutupnya Bank Century bisa berdampak sistemik, Fuad pun harus rela jika pendapatnya tak diterima. Bahkan, dia mendukung keputusan itu, dengan mempertimbangkan kepercayaan masyarakat terhadap industri keuangan dan pasar modal. "Uang senilai Rp 6,7 triliun untuk menyelamatkan ekonomi negara sebetulnya murah. Bandingkan dengan Amerika Serikat yang harus mengucurkan Rp 300 triliun untuk menyelamatkan satu bank. Indonesia hanya Rp 6,7 triliun, tapi sudah ribut," ujar Fuad.

Kendati demikian, Fuad membantah turut menandatangani surat keputusan dana talangan Bank Century. Sebab, kebijakan itu hanya bisa diputuskan oleh Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) yang ketika itu beranggotakan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Mantan Gubernur BI Boediono. (Ade Jun Firdaus/Kontan)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tunda Rencana IPO 2 Anak Usaha, Pelindo: Kami Masih Punya Dana Besar

Tunda Rencana IPO 2 Anak Usaha, Pelindo: Kami Masih Punya Dana Besar

Whats New
Cerita Penjual Masker Pasar Pramuka: Dulu Sehari Bisa Jual Berkarton-karton, Kini 10 Boks Saja Sudah Lumayan...

Cerita Penjual Masker Pasar Pramuka: Dulu Sehari Bisa Jual Berkarton-karton, Kini 10 Boks Saja Sudah Lumayan...

Work Smart
Disetujui Jokowi, Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik

Disetujui Jokowi, Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik

Whats New
Gandeng Digidata, Bank BJB Permudah Verifikasi Calon Nasabah

Gandeng Digidata, Bank BJB Permudah Verifikasi Calon Nasabah

Whats New
Subsidi Gaji Rp 1 Juta untuk Pekerja Segera Cair, Ini Kriteria dan Cara Cek Penerimanya

Subsidi Gaji Rp 1 Juta untuk Pekerja Segera Cair, Ini Kriteria dan Cara Cek Penerimanya

Whats New
Kalbe Bakal Tebar Dividen Rp 35 Per Saham

Kalbe Bakal Tebar Dividen Rp 35 Per Saham

Whats New
CT Tunjuk Mantan Direktur BRI Indra Utoyo sebagai Dirut Allo Bank

CT Tunjuk Mantan Direktur BRI Indra Utoyo sebagai Dirut Allo Bank

Whats New
Pasar Data Center Tumbuh Pesat, Telkom Hadirkan NeutraDC

Pasar Data Center Tumbuh Pesat, Telkom Hadirkan NeutraDC

Whats New
Bank Dunia Gelontorkan Rp 441 Triliun Buat Tangani Krisis Pangan, Ini 4 Prioritasnya

Bank Dunia Gelontorkan Rp 441 Triliun Buat Tangani Krisis Pangan, Ini 4 Prioritasnya

Whats New
IHSG Berakhir di Zona Hijau, Rupiah Masih Melemah

IHSG Berakhir di Zona Hijau, Rupiah Masih Melemah

Whats New
Dunia Bergejolak, Sri Mulyani Proyeksi Inflasi 2022 Dekati 4 Persen

Dunia Bergejolak, Sri Mulyani Proyeksi Inflasi 2022 Dekati 4 Persen

Whats New
Anggaran Subsidi Energi Bengkak, Harga Pertalite Tetap Tidak Naik

Anggaran Subsidi Energi Bengkak, Harga Pertalite Tetap Tidak Naik

Whats New
Niat Cuma Bantu Suami, Istri Ojol Ini Tak Menyangka Bisnisnya Malah Sukses

Niat Cuma Bantu Suami, Istri Ojol Ini Tak Menyangka Bisnisnya Malah Sukses

Smartpreneur
Harga Minyak Dunia Bergejolak, Anggaran Subsidi Energi Bengkak Jadi Rp 443,6 Triliun

Harga Minyak Dunia Bergejolak, Anggaran Subsidi Energi Bengkak Jadi Rp 443,6 Triliun

Whats New
Punya Growth Mindset Saat Bekerja, Pentingkah?

Punya Growth Mindset Saat Bekerja, Pentingkah?

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.