Pemerintah Larang Impor Udang Vanamae

Kompas.com - 24/12/2009, 08:09 WIB
EditorEdj

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk mencegah merebaknya virus berbahaya yang dibawa produk udang Penaeus vanamae dari pasar global, Departemen Perdagangan serta Departemen Kelautan dan Perikanan (atau DKP) melarang impor spesies udang tersebut hingga enam bulan mendatang.

Keputusan itu tertuang dalam Peraturan Bersama Nomor 64/M-DAG/PER/12/2009 dan PB.03/MEN/2009 tanggal 23 Desember 2009 tentang Larangan Sementara Impor Udang Spesies Tertentu ke Wilayah Indonesia.

"Peraturan Bersama ini diterbitkan untuk melindungi kesehatan masyarakat dan sumber daya hayati nasional serta mencegah masuk dan meluasnya virus yang berbahaya tersebut ke Indonesia," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, dalam siaran persnya, Rabu (23/12/2009).

Larangan sementara impor udang itu mencakup udang beku, yaitu udang kecil dan udang biasa dari spesies Penaeus vanamae dengan nomor HS ex. 0306.13.00.00 dan udang tidak beku (segar atau dingin), yaitu udang kecil dan udang biasa dari spesies Penaeus vanamae berkode HS ex. 0306.23.30.00.

Wakil Ketua Umum Gabungan Perusahaan Perikanan Indonesia (Gappindo) Johannes Kitono menyambut baik langkah dua instansi pemerintah tersebut. Pasalnya, melalui larangan ini, konsumen dan industri udang dalam negeri terlindungi dari penyebaran virus berbahaya. “Pemerintah memang harus tegas kalau berbahaya bagi konsumen dan industri,” ungkapnya.

Berdasarkan data Badan Kesehatan Hewan Dunia atau Office International des Epizooties (OIE), ada tujuh penyakit virus pada udang yang berbahaya bagi kesehatan dan harus diwaspadai dalam sistem perdagangan. Penyakit itu di antaranya Taura Syndrom Virus (TSV), White Spot Syndrom Virus (WSSV) dan Tetrahedral Baculovirosis (Baculovirus Penaei). (Raymond Reynaldi/Kontan)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.