DPD: KEK Harus Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Kompas.com - 29/12/2009, 13:47 WIB
EditorEdj

JAKARTA, KOMPAS.com — Dewan Perwakilan Daerah RI berharap, kawasan ekonomi khusus harus mampu menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah dan pusat melalui kemudahan fiskal dan non-fiskal.

Daerah-daerah yang mengajukan diri, asalkan memenuhi kriteria, seperti infrastruktur yang baik, memiliki posisi yang berdekatan dengan jalur perdagangan internasional, harus difasilitasi.

Selain itu, DPD juga mendorong provinsi-provinsi yang berdekatan dengan negara-negara sahabat terdekat, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Brunei Darussalam, agar lebih membuka diri dan membangun interaksi untuk menarik peluang investasi.

"Banyak kemungkinan relasi kerja sama yang potensial antara negara-negara sahabat dengan provinsi-provinsi di Indonesia. Misalnya, Riau, Sumbar, Sumsel, Kalbar, dan Kalteng berpotensi menjadi tujuan investasi pengusaha Singapura dan Malaysia," ujar Ketua DPD RI Irman Gusman, Selasa (29/12/2009) di Gedung DPD, Jakarta, ketika menyampaikan Catatan DPD RI Menyambut Tahun 2010.

Terkait sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan, DPD mencatat, Kabinet Indonesia Bersatu belum berhasil mengoptimalkan sektor ini dalam mengurangi kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatkan daya saing ekonomi. Pada tahun 2009 ini, rata-rata pertumbuhan di sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan hanya mencapai kisaran 3,5 persen.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manfaatkan Ceker Ayam Jadi Sepatu, Bisnis Ini Bisa Bertahan di Tengah Pandemi

Manfaatkan Ceker Ayam Jadi Sepatu, Bisnis Ini Bisa Bertahan di Tengah Pandemi

Whats New
Curhatan Sri Mulyani, Sulitnya Membuat Kebijakan Ditengah Pandemi

Curhatan Sri Mulyani, Sulitnya Membuat Kebijakan Ditengah Pandemi

Whats New
Menteri Edhy Bantah Terlibat Tentukan Eksportir Benih Lobster

Menteri Edhy Bantah Terlibat Tentukan Eksportir Benih Lobster

Whats New
Presiden Marah soal Anggaran Kesehatan, Datanya Benarkah?

Presiden Marah soal Anggaran Kesehatan, Datanya Benarkah?

Whats New
Tesla Jadi Perusahaan Otomotif Paling Bernilai di Dunia, Kekayaan Elon Musk Naik 21 Miliar Dollar AS

Tesla Jadi Perusahaan Otomotif Paling Bernilai di Dunia, Kekayaan Elon Musk Naik 21 Miliar Dollar AS

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Membedah Pajak Netflix | Cerita Pekerja Proyek | 'Body Shaming' di Sekitar Kita

[POPULER DI KOMPASIANA] Membedah Pajak Netflix | Cerita Pekerja Proyek | "Body Shaming" di Sekitar Kita

Rilis
Sinar Mas Beri Edukasi Lingkungan kepada Masyarakat melalui Festival Hijau BSD City ke-17

Sinar Mas Beri Edukasi Lingkungan kepada Masyarakat melalui Festival Hijau BSD City ke-17

Rilis
Menko Airlangga Optimistis Pemulihan Ekonomi Makin Cepat pada Kuartal III-2020

Menko Airlangga Optimistis Pemulihan Ekonomi Makin Cepat pada Kuartal III-2020

Whats New
Mengenal Eigendom, Bukti Kepemikan Tanah Warisan Belanda

Mengenal Eigendom, Bukti Kepemikan Tanah Warisan Belanda

Whats New
OJK Disarankan Jadi Pengawas Pasar Modal dan Industri Keuangan Non-bank Saja

OJK Disarankan Jadi Pengawas Pasar Modal dan Industri Keuangan Non-bank Saja

Whats New
Tips Karier Sukses, Begini Cara Dekat dengan Atasan Tanpa Menjilat

Tips Karier Sukses, Begini Cara Dekat dengan Atasan Tanpa Menjilat

Work Smart
Kementan Alokasikan 15.320 Ton Pupuk Subsidi untuk Bulukumba

Kementan Alokasikan 15.320 Ton Pupuk Subsidi untuk Bulukumba

Rilis
Negara-Negara Ini Jalankan Sistem Pengawasan Bank di Bawah Bank Sentral

Negara-Negara Ini Jalankan Sistem Pengawasan Bank di Bawah Bank Sentral

Whats New
Persaingan Antar-bank BUMN yang Jadi Sorotan Erick Thohir

Persaingan Antar-bank BUMN yang Jadi Sorotan Erick Thohir

Whats New
Dihantam Pandemi, Maskapai Air France Pangkas 7.500 Karyawan

Dihantam Pandemi, Maskapai Air France Pangkas 7.500 Karyawan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X