Dijadikan "Pemanis", Tessa Tolak Jadi Cawabup

Kompas.com - 26/04/2010, 12:55 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Pedangdut yang juga anggota Fraksi Partai Gerindra, Tessa Mariska, mengaku sempat ditawari menjadi calon wakil bupati Lampung Tengah. Namun, karena belum siap kalah, ia pun menolak tawaran itu.

Tessa mengakui bahwa tawaran menjadi calon wakil bupati atau cawabup datang dari salah satu calon bupati Lampung Tengah sejak dua bulan lalu. "Tapi jujur sekarang aku masih menyelesaikan S2 aku, dan aku belum punya bekal. Lagian aku juga enggak siap kalah," kata Tessa saat ditemui di Kuningan Village Futsal, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

Menurut Tessa, popularitasnya sebagai pedangdut saja tidak cukup. "Popularitas keartisan saja enggak cukup, kita juga harus punya duit minimal Rp 10 M (miliar) meskipun hanya menjadi calon wakil bupati," kata Tessa.

Walaupun menggandeng sponsor bisa dicapai, Tessa enggan melakukannya. "Bisa aja lewat sponsor. Tapi, begitu kita naik, kita harus memikirkan cara mengembalikan pinjamannya, dan itu ngembalikannya dengan cara kasih proyek atau kontrak politik. Aku enggak mau kalau akhirnya cuma jadi alat politik saja karena sebelumnya kita pakai duit mereka," tekan Tessa.

Oleh karena itu, Tessa pun menolak tawaran calon dari parpol tersebut. "Aku bilang ke orangnya, 'Pak Heri, aku enggak bisa, nanti saja lima tahun lagi'. Malah orangnya bilang 'coba saja, Mbak, kan bukan untuk jadi orang nomor satunya, tapi buat orang nomor dua. Buat jadi pemanis saja'. Nah aku enggak mau jadi pemanis," ungkap Tessa menirukan jawabannya.

Tak cuma itu, Tessa juga tidak sanggup jika ia harus menetap di Lampung Tengah. "Kalau wakil bupati itu kan harus stay di Lampung Tengah, kecuali kalau gubernur. Nah, itu juga yang bikin aku enggak bisa," ujar Tessa.

"Lagi pula, papa dan mamaku lagi sakit di Bekasi. Papaku stroke, mamaku diabetes, sementara aku anak paling kecil di rumah yang belum punya suami. Jadi, aku harus jaga papa-mamaku," sambungnya.

Namun, jujur, Tessa menginginkan posisi sebagai wakil bupati. "Kalau dari dalam hati, aku mau banget, apalagi buat memajukan pariwisata. Cuma aku sadar diri, uang aku belum cukup banyak dan daripada aku kalah duluan karena itu sudah pasti jor-joran, ya. Lagi pula, pengalaman politik aku baru banget, seperti anak baru kemarin. Jadi, aku belum pantas banget. Jadi, ya enggaklah," paparnya. (FAN)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X