Dilebur Jadi Argo Parahyangan

Kompas.com - 27/04/2010, 11:22 WIB
Editor

BANDUNG, KOMPAS - PT Kereta Api akhirnya melebur dua rangkaian angkutan yang sebelumnya melayani rute Bandung-Jakarta, yakni KA Argogede dan KA Parahyangan, menjadi satu yaitu KA Argo Parahyangan. Keputusan ini diharapkan mampu mengakomodasi desakan masyarakat terutama pengguna kelas bisnis yang masih menghendaki dijalankannya KA Parahyangan.

"Setelah melalui berbagai kajian, direksi memutuskan mengakomodasi meluncurkan KA Argo Parahyangan untuk melayani jurusan Bandung-Jakarta. Ini juga setelah munculnya desakan dari berbagai lapisan masyarakat yang menyayangkan dihentikannya pengoperasian KA Parahyangan," ujar Kepala Humas PT KA Daerah Operasi II Bandung, Bambang Setyo Prayitno, Senin (26/4) di Bandung.

Sebelumnya, PT KA mengambil kebijakan menghentikan pengoperasian KA Parahyangan mulai Selasa (27/4). Alasannya, tingkat okupansi angkutan yang telah melayani konsumen Bandung-Jakarta sejak Juli 1971 tersebut sangat rendah, yakni berkisar 50-60 persen, sehingga tidak memenuhi biaya operasional. "Komposisi Argo Parahyangan ialah empat kereta eksekutif dan dua kereta bisnis. Untuk keberangkatan reguler, kami akan menjalankan tujuh kereta setiap hari, dan dua kereta fakultatif," ujar Bambang.

Keberangkatan reguler dari Stasiun Bandung, yakni pukul 05.30, 06.30, 11.30, 13.30, 14.35, 16.30, dan 20.05. Adapun kereta yang diberangkatkan dalam kondisi tertentu (fakultatif), yaitu pukul 04.00 (setiap Senin) dan pukul 08.45 (setiap Jumat, Sabtu dan Minggu).

Dari Stasiun Gambir, KA Argo Parahyangan berangkat pukul 05.45, 09.15, 11.30, 16.16, 17.40, 19.00, dan 20.25. Untuk KA fakultatif, yakni pada pukul 08.30 (setiap Senin) dan 13.30 (setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu).

Bambang menyebutkan, harga tiket KA Argo Parahyangan untuk kelas eksekutif Rp 50.000 untuk Selasa, Rabu, dan Kamis, sementara pada Jumat, Sabtu, Minggu, Senin, dan hari libur Rp 65.000. Untuk kelas bisnis, tiket dijual Rp 30.000 setiap hari.

Kesempatan berkurang

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, tanggapan masyarakat pengguna KA menyoal rencana pengoperasian KA Argo Parahyangan sangat beragam. Tiko Susanto (35), pegawai salah satu bank BUMN di Jakarta asal Kiaracondong, Bandung, menilai, kebijakan tersebut sudah tepat. "Bagi saya, yang penting masih ada KA yang melayani angkutan Bandung-Jakarta," ujar Tiko, pengguna KA Parahyangan.

Lain lagi pendapat Kusmaryana (54), buruh pabrik elektronik di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Kesempatan bagi dia naik KA akan berkurang karena jumlah kereta kelas bisnis berkurang dari sebelumnya empat kereta di KA Parahyangan menjadi tinggal dua kereta.

Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno menilai, salah satu langkah PT KA mengoperasikan KA Argo Parahyangan adalah untuk menjaga ikon KA Parahyangan yang telah menjadi legenda angkutan KA Bandung-Jakarta.

Terlebih, poros tersebut sangat strategis karena menghubungkan dua kota besar yang punya aktivitas ekonomi sangat tinggi. "PT KA harus diberi subsidi BBM agar bisa bersaing secara kompetitif dengan angkutan jalan raya," urai Djoko. (GRE)



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.