Pengesahan Akta TPI Tak Sesuai Prosedur

Kompas.com - 04/07/2010, 21:57 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Aidir Amin Daud menegaskan, pengesahan akta PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) pada 2005 dibatalkan karena proses penerbitannya tidak sesuai prosedur, yakni tidak melalui otoritas berwenang di Kementerian Hukum dan HAM.

"Surat keputusan pada 2005 itu prosedurnya tidak benar, tidak dikeluarkan oleh pejabat struktural yang mempunyai otoritas," kata Aidir saat dihubungi di Jakarta, Minggu (4/7/2010).

Dikatakannya, prosedur yang benar adalah permohonan pengesahan diajukan ke otoritas berwenang di Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) yang kemudian diterbitkan surat perintah kepada operator Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) yakni PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD) untuk diproses.

"Prosedur ini yang tidak dijalankan. Pengajuan pengesahan langsung ditujukan ke PT SRD, tidak melalui otoritas yang berwenang," kata Aidir.

Oleh karena itu, lanjutnya, Kemkumham, setelah melakukan penelitian berdasar perintah Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, akhirnya menerbitkan surat keputusan yang mencabut surat pengesahan akta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) tersebut.

"Surat pencabutan itu sah dan institusional," kata Aidir sekaligus menanggapi laporan pihak Hary Tanoesoedibjo ke Polda Metro Jaya bahwa surat Kemkumham tertanggal 8 Juni 2010 yang ditandatangani pelaksana harian Direktur Perdata tersebut diduga palsu. "Soal siapa yang menandatangani itu bukan urusan dia," tambah Aidir.

Ditanya apakah dengan terbitnya surat yang mencabut pengesahan akta TPI yang diajukan PT Berkah Karya Bersama (PT BKB), perusahaan grup Hary Tanoe yang memiliki 75 persen saham TPI, berarti kepemilikan TPI kembali ke Siti Hardijanti Rukmana (Mbak Tutut) dan grup, Aidir menyatakan, surat pencabutan itu hanya terkait prosedur, bukan substansi. "Kita tidak bicara soal itu (substansi). Kita bicara soal kesalahan prosedur," katanya.

Seperti diketahui, setelah keluarnya surat Kemkumham Nomor AHU.2.AH.03.04-114A yang mencabut surat keputusan Nomor C-07564.HT.01.04.TH.2005 mengenai pengesahan Akta TPI Nomor 16 tanggal 18 Maret 2005, Mbak Tutut dan grup mengklaim kepemilikan TPI kembali kepada mereka.

Mereka pun menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 Juni 2010 yang antara lain memutuskan pengangkatan komisaris dan direksi baru TPI. Duduk sebagai komisaris mantan Kepala Badan Intelijen Negara Syamsir Siregar dan Japto S Soerjosoemarno sebagai direktur utama. Akibatnya, saat ini terdapat direksi ganda TPI yang sama-sama mengklaim sebagai pihak yang sah.

Sengketa kepemilikan TPI saat ini juga sedang diproses di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menyusul gugatan yang dilayangkan Mbak Tutut terhadap PT BKB dan sejumlah pihak lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Jadwal dan Rute KA Bima 2022 relasi Surabaya-Jakarta PP

Update Jadwal dan Rute KA Bima 2022 relasi Surabaya-Jakarta PP

Spend Smart
Stabil, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Stabil, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Spend Smart
Berapa Biaya Transfer BCA ke BCA Syariah?

Berapa Biaya Transfer BCA ke BCA Syariah?

Spend Smart
Perbandingan Harga BBM di SPBU BP-AKR, Pertamina, Shell, dan Vivo

Perbandingan Harga BBM di SPBU BP-AKR, Pertamina, Shell, dan Vivo

Whats New
BSU Tahap 4 Cair Mulai Besok, Ini Cara Daftar Akun di Laman kemnaker.go.id

BSU Tahap 4 Cair Mulai Besok, Ini Cara Daftar Akun di Laman kemnaker.go.id

Whats New
Beredar Isu Kualitas Pertalite Menurun, Begini Proses 'Quality Control' BBM Pertamina

Beredar Isu Kualitas Pertalite Menurun, Begini Proses "Quality Control" BBM Pertamina

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Ditinjau Xi Jinping, Bagaimana Progresnya Saat Ini?

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Ditinjau Xi Jinping, Bagaimana Progresnya Saat Ini?

Whats New
Cek Harga SPBU Vivo Terbaru Per 1 Oktober, Revvo 89 Tak Naik tapi Habis 'Diserbu'

Cek Harga SPBU Vivo Terbaru Per 1 Oktober, Revvo 89 Tak Naik tapi Habis "Diserbu"

Whats New
Rincian Harga Terbaru BBM Pertamax, Revvo 92 dan Shell Super, Kini Hanya Selisih Rp 240-Rp 250 Per Liter

Rincian Harga Terbaru BBM Pertamax, Revvo 92 dan Shell Super, Kini Hanya Selisih Rp 240-Rp 250 Per Liter

Whats New
UMKM Mau Ekspor ke Belanda? Simak Potensi, Jenis Produk, dan Hal yang Perlu Dicermati

UMKM Mau Ekspor ke Belanda? Simak Potensi, Jenis Produk, dan Hal yang Perlu Dicermati

Smartpreneur
Saatnya Pasir Kuarsa Jadi Komoditas Ekspor Andalan Masa Krisis

Saatnya Pasir Kuarsa Jadi Komoditas Ekspor Andalan Masa Krisis

Whats New
Jadwal KRL Yogyakarta-Solo Berlaku Oktober 2022

Jadwal KRL Yogyakarta-Solo Berlaku Oktober 2022

Whats New
Jadwal Lengkap KRL Solo-Yogyakarta Hari Ini, 2 Oktober 2022

Jadwal Lengkap KRL Solo-Yogyakarta Hari Ini, 2 Oktober 2022

Whats New
Mudah, Begini Cara Top Up ShopeePay lewat BRImo dan ATM BRI

Mudah, Begini Cara Top Up ShopeePay lewat BRImo dan ATM BRI

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.