Redenominasi Cuma Wacana

Kompas.com - 04/08/2010, 08:06 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com Bank Indonesia belum akan menerapkan redenominasi, atau penyederhanaan dan penyetaraan nilai rupiah, dalam waktu dekat. Redenominasi membutuhkan komitmen nasional serta waktu dan persiapan yang cukup panjang. Hingga kini redenominasi baru pada tahap kajian.

Wakil Presiden Boediono di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (3/8/2010), menegaskan, kalaupun kajian tersebut sudah diselesaikan, masih panjang jalan untuk menggunakan hasil kajian itu menjadi kebijakan.

”Studi itu berlanjut, belum selesai, belum tahu berapa lama. Kalau sudah ada hasil definitif, nanti dilaporkan ke pemerintah, kemudian dibahas, ada wacana publik. Prosesnya panjang untuk membuat studi itu menjadi policy,” ujar Wapres.

Oleh karena itu, Wapres mengimbau semua pihak untuk menjaga ketenangan dan kestabilan situasi ekonomi dan moneter.

Menurut Wapres, redenominasi bukan berarti menandakan perekonomian memburuk. Redenominasi justru dilakukan pada saat perekonomian dalam kondisi yang baik.

Potensi inflasi saat ini, menurut Wapres, justru lebih menjadi perhatian pemerintah. Berkaitan dengan upaya menjaga tingkat inflasi tersebut, pemerintah kini mendorong kelancaran arus suplai bahan-bahan kebutuhan pokok masyarakat. Kenaikan harga menjelang bulan puasa dan Lebaran akan bersifat sementara dan terkendali.

Pernyataan senada disampaikan oleh Pjs Gubernur BI Darmin Nasution. Dijelaskan, saat ini BI masih melakukan riset mengenai redenominasi dan secara aktif akan berdiskusi dengan sejumlah pihak untuk mencari masukan. Hasil kajian yang dilakukan BI akan diserahkan kepada pihak-pihak terkait agar dapat menjadi komitmen nasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Darmin menambahkan, BI menilai, keberhasilan redenominasi sangat ditentukan oleh berbagai hal yang saat ini tengah dikaji, sebagaimana yang telah dilakukan oleh beberapa negara yang berhasil melakukannya.

Redenominasi biasanya dilakukan pada saat ekspektasi inflasi berada di kisaran rendah dan pergerakannya stabil, kondisi ekonomi yang stabil dan menuju ke arah yang lebih sehat, ada jaminan stabilitas harga, serta adanya kebutuhan dan kesiapan masyarakat.

Menanggapi keresahan dan pro-kontra mengenai redenominasi yang berkembang selama beberapa hari terakhir, Darmin menegaskan, redenominasi sama sekali tidak merugikan masyarakat.

Halaman:
Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Hippi Sebut Putusan MK soal UU Cipta Kerja Tak Pengaruhi Iklim Investasi, Ini Sebabnya

    Hippi Sebut Putusan MK soal UU Cipta Kerja Tak Pengaruhi Iklim Investasi, Ini Sebabnya

    Whats New
    Pahami Periode Tanggal Tagihan Listrik 2021 agar Tak Kena Denda

    Pahami Periode Tanggal Tagihan Listrik 2021 agar Tak Kena Denda

    Spend Smart
    Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

    Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

    Spend Smart
    KSEI Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Syaratnya

    KSEI Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Syaratnya

    Work Smart
    Omicron Bayangi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

    Omicron Bayangi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

    Whats New
    Sejarah Hari Korpri yang Diperingati PNS Setiap 29 November

    Sejarah Hari Korpri yang Diperingati PNS Setiap 29 November

    Whats New
    Tolak UMP 2022, Hari Ini Buruh Kembali Berdemo

    Tolak UMP 2022, Hari Ini Buruh Kembali Berdemo

    Whats New
    Ini Alasan Pemerintah Tak Berlakukan 'Lockdown' Hadapi Varian Omicron

    Ini Alasan Pemerintah Tak Berlakukan "Lockdown" Hadapi Varian Omicron

    Whats New
    Kembangkan Wirausaha Muda, Ini yang Dilakukan Bank Mandiri

    Kembangkan Wirausaha Muda, Ini yang Dilakukan Bank Mandiri

    Smartpreneur
    [POPULER MONEY] Daftar 8 Negara yang Dilarang Masuk Indonesia | Varian Baru Covid-19 Bikin Bursa Rontok

    [POPULER MONEY] Daftar 8 Negara yang Dilarang Masuk Indonesia | Varian Baru Covid-19 Bikin Bursa Rontok

    Whats New
    Cegah Omicron, WNI yang Baru Kunjungi 11 Negara Ini Wajib Karantina 14 Hari

    Cegah Omicron, WNI yang Baru Kunjungi 11 Negara Ini Wajib Karantina 14 Hari

    Whats New
    Cara Bisnis Pertashop: Syarat, Modal, Lahan, dan Cara Daftarnya

    Cara Bisnis Pertashop: Syarat, Modal, Lahan, dan Cara Daftarnya

    Earn Smart
    Penjelasan Lengkap Luhut soal Pengetatan Perjalanan Masuk Indonesia

    Penjelasan Lengkap Luhut soal Pengetatan Perjalanan Masuk Indonesia

    Whats New
    Potensi Nilai Ekspor Cangkang Sawit ke Jepang Capai 12 Juta Dollar AS

    Potensi Nilai Ekspor Cangkang Sawit ke Jepang Capai 12 Juta Dollar AS

    Whats New
    Termasuk Hongkong, WNA yang Singgah di 11 Negara Ini Dilarang Masuk RI

    Termasuk Hongkong, WNA yang Singgah di 11 Negara Ini Dilarang Masuk RI

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.