Tunggakan Pajak Rp 1,243 Triliun

Kompas.com - 05/08/2010, 07:14 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Sampai dengan 31 Juli 2010, tunggakan pajak perusahaan besar yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Satu mencapai Rp 1,243 triliun. Perusahaan penunggak berasal dari hampir semua sektor yang tercatat di kantor pelayanan pajak tersebut.

Mekar Satria Utama, Kepala KPP Wajib Pajak Besar (Large Taxpayer Office/LTO) Satu, menyampaikan hal itu dalam acara media tour di KPP Wajib Pajak Besar Satu di kawasan Gambir, Jakarta, Rabu (4/8/2010). ”Jumlah perusahaan yang menunggak kurang dari 5 persen,” katanya.

Wajib pajak yang terdaftar pada KPP Wajib Pajak Besar Satu terdiri dari 199 wajib pajak badan dan 574 wajib pajak perusahaan, yang tersebar dari Nanggroe Aceh Darussalam hingga Papua.

Adapun bidang usaha dari perusahaan tersebut meliputi minyak dan gas, pertambangan, serta perkebunan kelapa sawit.

Dengan demikian, jumlah penunggak pajak kurang dari 10 perusahaan. Satria Utama menolak menyebutkan perusahaan penunggak tersebut. Namun, ia menegaskan, KPP terus berupaya agar tunggakan pajak tersebut dapat dicairkan. ”Kalau saya bilang perusahaan bidang perikanan, nanti dibilang itu saja. Begitu juga kalau saya bilang perusahaan bidang perbankan. Jadi, saya katakan, tunggakan ada di hampir semua sektor,” ujar Satria Utama.

Menurut dia, nilai tunggakan pajak pada awal tahun 2010 sebesar Rp 1,6 triliun. Pada kurun Januari hingga Juli, terdapat penambahan tunggakan Rp 1,2 triliun.

Namun, ada juga pengurangan tunggakan karena pencairan atau pembayaran. Jumlah pencairan tunggakan lebih besar dibandingkan dengan target tahun 2010, sebesar Rp 993 miliar. ”Setelah penambahan dan pengurangan itu, saldo akhir tunggakan pajak di LTO Satu sebesar Rp 1,243 triliun,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Satria Utama mengatakan, target penerimaan pajak pada tahun 2010 sebesar Rp 81,8 triliun. Sampai dengan Juli, terealisasi Rp 47,119 triliun atau 57,66 persen. Jumlah itu terdiri dari Pajak Penghasilan (PPh) Rp 38,297 triliun, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Rp 8,608 triliun, dan pajak lainnya Rp 260 miliar. ”Jika dibandingkan dengan penerimaan pada kurun Januari-Juli 2009, terjadi pertumbuhan sekitar 37,25 persen,” ujarnya.

Kontribusi terbesar pajak oleh perusahaan besar pada tahun 2010 dibayarkan sektor pertambangan sebesar 40 persen, disusul sektor perbankan sebesar 23 persen.

Perusahaan yang tercatat sebagai wajib pajak besar di antaranya memenuhi kriteria yang ditilik dari aktiva, peredaran usaha yang dilakukan, penanaman modal asing, dan tercatat di bursa.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.