Mbak Tutut Setuju, Berkah Tolak Intervensi

Kompas.com - 03/09/2010, 08:26 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Sengketa kepemilikan PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) terus bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam kesempatan ini, para pihak, baik penggugat, Siti Hardiyanti Rukamana, dan tergugat, PT Berkah Karya Bersama, memberikan tanggapannya atas permohonan intervensi mantan Dirut PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD), Yohanes Waworuntu.

Judiati Setyoningsih, selaku kuasa hukum Mbak Tutut menyatakan setuju atas permohonan intervensi Yohanes. Pasalnya, Yohanes dinilai pihak yang mengetahui seluk-beluk pemblokiran akses sistem administrasi badan hukum (sisminbakum). "Seandainya majelis mengabulkan untuk masuk sebagai pihak dalam perkara ini, tentunya semua lebih jelas bagi majelis dalam memeriksa perkara ini," katanya, Kamis (2/9/2010).

Judiati juga menilai Yohannes merupakan pihak yang berkepentingan dalam perkara. Terkait tudingan Mbak Tutut terhadap Berkah telah melakukan perbuatan melawan hukum bersama dengan SRD yang secara tidak patut mengambilalih 75 persen kepemilikan saham Mbak Tutut di TPI. "Itu dengan adanya fakta kejanggalan dalam akses sisminbakum yang diblokir saat Mbak Tutut mendafatarkan hasil RUPSLB tertanggal 17 Maret 2005" katanya.

Sementara itu, jawaban sebaliknya datang dari Berkah atas permohonan intervensi Yohanes. Eko Prasetio selaku kuasa hukum Berkah menolak intervensi Yohanes yang diwakilkan oleh Eggi Sudjana selaku kuasa hukumnya.

Ada dua hal alasan Berkah menolak intervensi itu, yakni pertama surat kuasa Yohanes selaku pihak yang mewakili SRD tidak sah. Mengingat Yohanes sudah tidak lagi menjabat Dirut SRD dan Pengadilan pun sudah mengeluarkan penetapan yang menolak permohonan Eggi Sudjana selaku kuasa SRD pada 30 Juni lalu. Alasan kedua, Yohanes bukan pihak yang berkepentingan dalam perkara ini.

Rencananya, majelis hakim yang diketuai Hakim Tjokorda Rae Suamba bakal mengeluarakan putusan terkait pengajuan intervensi Yohanes pada Rabu (22/9/2010). (Yudho Winarto/Kontan)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ekspor Produk Halal RI Baru 3,8 Persen Total Pasar Produk Halal Dunia

Ekspor Produk Halal RI Baru 3,8 Persen Total Pasar Produk Halal Dunia

Whats New
Menaker Ida Ingatkan Penerima BSU: Gunakan untuk Hal Bermanfaat, Bukan untuk yang Tidak Perlu

Menaker Ida Ingatkan Penerima BSU: Gunakan untuk Hal Bermanfaat, Bukan untuk yang Tidak Perlu

Whats New
Menperin: Setiap Rp 1 Belanja Produk Lokal Sumbang Perekonomian Nasional Rp 2,2

Menperin: Setiap Rp 1 Belanja Produk Lokal Sumbang Perekonomian Nasional Rp 2,2

Whats New
Apa Benar Pertalite Boros Setelah Naik Harga, Ini Hasil Pengujian Lemigas

Apa Benar Pertalite Boros Setelah Naik Harga, Ini Hasil Pengujian Lemigas

Whats New
[POPULER MONEY] Produk Mie Sedaap Ditarik di Singapura | Waspada Penipuan Kripto 'Pig Butchering'

[POPULER MONEY] Produk Mie Sedaap Ditarik di Singapura | Waspada Penipuan Kripto "Pig Butchering"

Whats New
Soal Demo Pekerja Bongkar Muat di Pelabuhan Kendari, Ini Respons Kemenhub

Soal Demo Pekerja Bongkar Muat di Pelabuhan Kendari, Ini Respons Kemenhub

Rilis
Disorot New York Times, Berapa Anggaran Jumbo Polri dari APBN?

Disorot New York Times, Berapa Anggaran Jumbo Polri dari APBN?

Whats New
Jelang KTT G20, Relokasi PLTG Grati Ditarget Rampung Akhir Oktober 2022

Jelang KTT G20, Relokasi PLTG Grati Ditarget Rampung Akhir Oktober 2022

Whats New
KAI Minta Calon Penumpang Kereta Api Penuhi Syarat Perjalanan

KAI Minta Calon Penumpang Kereta Api Penuhi Syarat Perjalanan

Whats New
Jelang KTT G20 Bali, Simak Hal-hal Penting Berikut Ini

Jelang KTT G20 Bali, Simak Hal-hal Penting Berikut Ini

Whats New
Sandiaga Uno: Produksi Rendang di Eropa Bisa Mempercepat Kebangkitan Ekonomi RI

Sandiaga Uno: Produksi Rendang di Eropa Bisa Mempercepat Kebangkitan Ekonomi RI

Whats New
Sumitomo Corporation Investasi Rp 270 Triliun Garap Proyek PLTA Kayan IKN 9.000 MW

Sumitomo Corporation Investasi Rp 270 Triliun Garap Proyek PLTA Kayan IKN 9.000 MW

Whats New
Produsen Beras Buyung Poetra Sembada Targetkan Buka 80 Toko hingga Akhir Tahun

Produsen Beras Buyung Poetra Sembada Targetkan Buka 80 Toko hingga Akhir Tahun

Rilis
BPK Nilai BI Fast Tidak Transparan, Ini Tanggapan Bank Indonesia

BPK Nilai BI Fast Tidak Transparan, Ini Tanggapan Bank Indonesia

Whats New
Jika Beras Makin Mahal, Mentan SYL: Kita Makan Sagu Aja

Jika Beras Makin Mahal, Mentan SYL: Kita Makan Sagu Aja

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.