Gara-gara ATM, Bank Mandiri Digugat

Kompas.com - 31/10/2010, 22:37 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menuai gugatan dari nasabah. Kali ini gara-gara saldo rekening nasahab berkurang Rp 8,9 juta dari rekeningnya.

Nasruddin, nasabah BMRI itu telah mengajukan gugatan pada 28 Oktober lalu ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dia mengatakan ada tiga kesalahan Bank Mandiri. "Kartu ATM tenggelam dan nomor call center palsu yang ditempel di mesin ATM. Satu lagi, uang di rekening nasabah berkurang tanpa ada transaksi pengambilan dari nasabah,” kata kuasa hukum Nasruddin, David Tobing, kepada KONTAN, (31/10/2010).

Menurut David, Bank Mandiri tidak mengawasi mesin ATM-nya secara ketat sehingga menimbulkan kerugian bagi nasabah. Dia menuding pengawasan yang lemah ini telah melanggar peraturan Bank Indonesia. Bahkan, Nasruddin menilai Mandiri telah melakukan pembiaran terhadap pengawasan yang lemah itu.

“Dari pengakuan satpam yang berada di dekat gerai ATM dan petugas customer service Mandiri, ternyata kejadian seperti yang dialami klien saya di mesin ATM itu sudah berkali-kali terjadi,” ujar David.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Sukoriyanto Saputro, mengaku belum mengetahui gugatan itu. "Nanti saya cek dulu," katanya lewat pesan pendek.

Gugatan ini berawal ketika Nasruddin hendak menarik uang di ATM Bank Mandiri yang terletak di SMA Gonzaga, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sampai di depan ATM, ia memasukkan kartu ATM-nya. Rupanya, ia salah mengetik besaran uang yang akan diambil sehingga Nasruddin menekan tombol cancel. Bukannya keluar, kartu ATM-nya malah tertelan mesin.

Segera Nasruddin menghubungi call center Bank Mandiri yang nomornya tertera di ATM tersebut. Ia tersambung dengan Iskandar yang mengaku sebagai petugas call center Bank Mandiri. Pertanyaan mengenai nomor rekening dan nama ibu kandung dari Iskandar dijawab Nasrudin. Di akhir pembicaraan, Iskandar menyatakan rekening Nasruddin diblokir.

Lepas menelepon, Nasruddin berangkat ke kantor. Dia kembali menghubungi call center Mandiri di 14000, untuk mengkonfirmasi pemblokiran kartu ATM-nya. Lantas, ia mendatangi Bank Mandiri cabang Kemang Selatan tempat ia membuka rekening. Di sana Nasruddin melaporkan kejadian tertelannya kartu ATM-nya ke Customer Service Relationship, Wildany Kinana. Ketika saldo tabungan dicek, ternyata telah terjadi penarikan uang sebesar Rp 8,9 juta. Wildany menjelaskan gerai ATM Mandiri di Pasar Minggu kerap menelan korban yang serupa dialami Nasrudin.

Dari kejadian itu, pihak Nasruddin memajukan gugatan terhadap Mandiri karena menilai Mandiri tidak melaksanakan kewajibannya dalam mengelola sistem Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK). Mandiri telah melanggar pasal 29 ayat 1 b Peraturan Bank Indonesia yang mengatur bahwa penyelenggara penyelesaian akhir APMK wajib memelihara dan meningkatkan keamanan teknologi APMK.

Pihak Nasruddin pun menilai Mandiri telah melanggar UU Perlindungan Konsumen dan melanggar hak subjektif nasabah. Akibat perbuatan melawan hukum yang diperbuat Mandiri, Nasruddin menuntut bank pelat merah itu membayar ganti rugi materiil Rp 8,9 juta dan imateriil Rp 100 juta. (Gloria Natalia/Kontan)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat NU dan Muhammadiyah Kompak Minta Ekspor Benih Lobster Dihentikan

Saat NU dan Muhammadiyah Kompak Minta Ekspor Benih Lobster Dihentikan

Whats New
Pemulihan Ekonomi Tahun Depan, Ini Dua Fokus Strategi Mendag

Pemulihan Ekonomi Tahun Depan, Ini Dua Fokus Strategi Mendag

Whats New
Setara PNS, Ini Besaran Lengkap Gaji Honorer yang Diangkat Jadi PPPK

Setara PNS, Ini Besaran Lengkap Gaji Honorer yang Diangkat Jadi PPPK

Work Smart
Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Spend Smart
Dalam Tiga Bulan, Penyaluran PEN BRI Syariah Tembus Rp 1 Triliun

Dalam Tiga Bulan, Penyaluran PEN BRI Syariah Tembus Rp 1 Triliun

Rilis
IHSG Diproyeksikan Masih Melaju, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Diproyeksikan Masih Melaju, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
5 Kesalahan Finansial yang Sering Dilakukan oleh First Jobber

5 Kesalahan Finansial yang Sering Dilakukan oleh First Jobber

Earn Smart
Pengusaha Kosmetik Asal China Ini Masuk Jajaran Miliarder Dunia di Tengah Pandemi, Kok Bisa?

Pengusaha Kosmetik Asal China Ini Masuk Jajaran Miliarder Dunia di Tengah Pandemi, Kok Bisa?

Work Smart
Menhub Akan Integrasikan Transportasi Antarmoda di Jakarta

Menhub Akan Integrasikan Transportasi Antarmoda di Jakarta

Whats New
[POPULER MONEY] Cara Mencairkan Rekening Bank Orang yang Sudah Meninggal | Besar Gaji Presiden AS

[POPULER MONEY] Cara Mencairkan Rekening Bank Orang yang Sudah Meninggal | Besar Gaji Presiden AS

Whats New
Analis: Rupiah Menguat di Bawah Rp 14.000 Per Dollar AS Tinggal Tunggu Waktu

Analis: Rupiah Menguat di Bawah Rp 14.000 Per Dollar AS Tinggal Tunggu Waktu

Whats New
Kiara Minta Menteri Pengganti Edhy Prabowo Cabut Aturan Ekspor Benih Lobster

Kiara Minta Menteri Pengganti Edhy Prabowo Cabut Aturan Ekspor Benih Lobster

Whats New
Bukan Digunting, Begini Proses Menutup Kartu Kredit yang Benar

Bukan Digunting, Begini Proses Menutup Kartu Kredit yang Benar

Work Smart
Luhut Buka Kemungkinan Ekspor Benih Lobster Dilanjutkan

Luhut Buka Kemungkinan Ekspor Benih Lobster Dilanjutkan

Whats New
Pemerintah Lelang Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 46,64 Triliun

Pemerintah Lelang Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 46,64 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X